Bengkel Menulis: Menghadapi Penunggang Gelap
Oleh: Lakhsmi
Free rider alias penunggang gelap dalam konteks ekonomi, psikologi, dan politik biasanya mengacu pada kelompok manusia yang mengambil bagian orang lain yang bukan miliknya dengan semena-mena sehingga menimbulkan ketimpangan dan ketidakadilan dalam penciptaan produksi. Wah, definisi yang lumayan panjang dan kompleks. Biar gampang, mari kita buat pengertian yang lebih lembut dikunyah. Sederhananya begini, penunggang gelap sebenarnya adalah orang yang menggunakan transportasi publik tapi tidak mau membayar. Nah, simple, kan?
Namun ternyata penunggang gelap tidak sesederhana yang terdengar. Istilah itu ternyata sangat populer dan menjadi penegasan untuk menamai banyak peristiwa. Aku sanggup membuat seratus definisi tentang penunggang gelap yang digunakan dalam berbagai konteks masyarakat dan kajian ilmu. Seorang temanku bercerita tentang kekesalannya di jalan raya menghadapi para pengemudi bus yang semena-mena, berhenti sembarangan di tengah jalan atau sengaja berlambat-lambat di depan mobil-mobil yang ingin bergegas. Itu, istilahnya adalah “penunggang gelap”. Seorang blogger bercerita tentang tulisan-tulisan blognya yang dihujani cercaan. Aku mampir ke blognya karena penasaran. Sayangnya aku tidak berhasil menemukan sedikit pun hujatan yang pantas dialamatkan ke blogger tersebut. Menurutku tulisan-tulisannya tidak jahat, apalagi menghasut. Seorang blogger ngetop seperti Ndoro Kakung (www.ndorokakung.com) yang tulisannya sangat membantu banyak blogger pemula mengaku sering dihantam hinaan dan cercaan yang kerap datang. Cerita lainnya, seorang sahabat lesbian curhat tentang wall Facebook-nya yang ditulisi dengan kata-kata sindiran tak jelas.
Contoh-contoh di atas dapat dikenali sebagai pekerjaan tak bertanggungjawab dari para penunggang gelap. Penunggang gelap tidak peduli apa pun; dia sengaja melakukannya untuk membuat orang lain kesal dan terganggu. Dia tidak mau patuh dengan peraturan, apalagi sadar diri terhadap mana yang benar dan mana yang salah; mana yang bijak mana yang garing; mana yang berlian mana yang sampah. Mereka tidak peduli dengan topik atau isu yang sedang dibahas. Prinsip mereka hanya satu: hantam dulu, obyektifitas belakangan.
Menjadi blogger atau penulis yang terkenal sejagat maya atau nyata pasti pernah berpapasan dengan para penunggang gelap. Bersikap manis dan ramah kepada semua pengunjung/pembaca blog tidak membuat seorang blogger dapat lolos dari incaran penunggang gelap. Kata-kata secantik apa pun pada tulisan-tulisan pasti mampu dipelintir oleh mereka. SepociKopi menghadapi banyak penunggang gelap yang pada intinya hanya kepengin mengganggu mental para penulis dan mematikan kreatifitas. Para penunggang gelap ini juga berani berhadapan langsung dengan para blogger lesbian secara pribadi bertujuan untuk mengacak-acak mood.
Ternyata selain harus mengerti teknik menulis yang baik dan benar diikuti dengan latihan menulis tanpa henti, kita juga harus mengenal berbagai konsekuensi ketika tulisan-tulisan tersebut telah dipublikasikan. Sebagai blogger, bagamana cara menghadapi para penunggang gelap ini yang kehadirannya sering kali membuat semangat menjadi anjlok?
Pertama dan terutama adalah mengabaikan dan menafikannya. Komen-komen yang tak bermartabat apalagi mendasar tidak perlu dilayani. Energi dan waktu akan terbuang dengan percuma. Bukankah kita memiliki waktu berharga yang selayaknya diberikan kepada mereka yang lebih pantas mendapatkannya? Gunakan waktu itu sebaik-baiknya.
Kedua, jangan berhenti menulis dan membagi. Setiap blogger yang menulis dari hati tentu memiliki kearifan dan kebijakan yang mengalir seperti oksigen. Jika dimulai dengan niat yang baik, semua akan berakhir dengan baik pula. Para blogger lain akan melihat spirit yang sama di jagat dunia maya. Blogger yang tujuan murni menulisnya adalah membagi perasaaan, ide, pengetahuan, dan pengalamannya hidupnya sebagai lesbian pastinya memiliki ikatan kuat satu sama lain. Menjalin jaringan komunitas dan menemukan setumpuk pelajaran baru dari sesama blogger lesbian adalah kenikmatan tersendiri dan unik. Jangan biarkan penunggang gelap menghancurleburkan kemerdekaan tersebut.
Ketiga, daripada kesal, berbanggalah dengan kehadiran para penunggang gelap. Mereka adalah tanda bahwa keberadaan dirimu atau tulisan-tulisanmu sudah mendapat tempat nyaman di banyak rumah hati pembaca. Penyusup-penyusup kecil ini merupakan bukti jelas bahwa mereka menantang para blogger dan penulis untuk berpikir semakin tinggi dan jauh, menabrak rambu-rambu norma yang mengungkung. Jangan jadikan ucapan para penunggang gelap sebagai hal yang perlu dimasukkan ke dalam hati, tapi jadikan mereka sebagai permainan trompet kanak-kanak yang lucu pada malam gelap untuk mengusir sunyi.
Jadi, kenapa bete dan kuatir dengan kehadiran penunggang gelap? Jika terganggu dengan eksistensi penunggang gelap, usirlah mereka dimulai dari dirimu sendiri yaitu jangan menjadikan dirimu seorang penunggang gelap. Maksudku, jangan menyampah kejahatan di blog-blog lainnya. Seperti peraturan tak tertulis alam semesta lainnya, semesta blogisme tidak sudi menampung iri hati, dengki, kebencian, dan frustrasi dari para penunggang gelap. Sebab hukum sebab akibat juga berkata gamblang, segala sesuatu yang dimulai dengan tidak baik akan berakhir dengan tidak baik pula.
@Lakhsmi, SepociKopi, 2009









“berani berhadapan langsung dgn blogger lesbian untuk mengacak2 mood”
gila, punya nyali juga ya tu orang Grrrr….kok sampe segitunya sih???!!!!
Huh…. !!!! (marah mode:on)
@lakhsmi…..: dirimu pernah jadi penunggang gelapkah?…hmmm jadikan ini sebuah permainan yah…kalo itu gw setuju….
wah kalo aku mendingan jadi penunggang kuda aja deh, selain badan bisa sehat, kliatan lebih keren juga,,,,he…3x
@rhea: peace sista,,,, loe bisa marah juga ya ternyata???!
Teman straight ku pernah kena tuh. Ada orang gak jelas kasih komen-komen nyelekit. Dia sampe mencak-mencak.
Aku juga suka banget ama ndoro kakung !!! Tulisan-tulisannya apik tenan !!!!
@A-rhea maksud Lakhsmi tuh bukan cuman blogger lesbian yang kena getah si pengunggang gelap ini. Blogger-blogger straight juga kena contohnya temanku itu.
Gak usah over react gitu ah !!! Peace !!!
@athe aku nggak pernah jadi penunggang gelap, jadi penunggang kuda pernah hahahaha bercanda loh !!!
@manggo : iya yah aq over react nih… sori deh habiz bacanya tengah mlm pas susah tidur sih jd agak sewot. n ni baru baca ulang kok aq sengit banget.
he..he.. peace sista………..
“Setiap blogger yang menulis dari hati tentu memiliki kearifan dan kebijakan yang mengalir seperti oksigen. Jika dimulai dengan niat yang baik, semua akan berakhir dengan baik pula.”
Setuju banget, Lakhs. Kalau akhirnya niat baik ternyata mengundang penunggang gelap, memang lebih baik membayangkan penunggang itu memecut kita dengan cambuknya agar bisa tetap menulis bukannya berhenti menulis.
Cheers,
dear sis…tulisan ini bagus banget, dari mana dapat ide penunggang gelap itu, so creative! mengagumimu!
Daripada kesal, berbanggalah dengan kehadiran para penunggang gelap. That’s rait beibeh!!!
Itung2 nglatih nyali’ toh, slain itu jg buat nambah sabar & nebelin muka’. Bukannya smakin tinggi pohon smakin sering masuk angin ?
K’untungan yg paling deket bwt blogger dg datangnya sipenunggang mah lumayanlah jd nambah jumlah pengunjung, malah ada simbiosis mutualisme’nya bkn? xixixii..
*Saam..sby mendung mulu’ (eh, bener ga’?), aku blm sempet hunting buku msh trdampar dbelahan kota piyik2. Cup..cup..cayank, hujan ga nampar kq. Jwbnya dsini aja ya say ? Tar dkira ibu’ juragan pnunggang gelap lagee..pdhl aku khan lebih suka’ dtunggangin dalam gelap..yhiii..haaa..
SALAM PRAMUKA Lord !!!
Seperti pdpt Mozz, ada sisi positif dari kehadiran penunggang gelap. kehadiran mereka menunjukkan eksis atau tidaknya sebuah blog.bandingkan sebuah blog yg sepi komentar (mungkin tulisannya terlalu njelimet atau kurang ngetop) dgn blog yang rame komentar (mskpun tulisannya biasa2 saja). Jika blogger tdk ingin disusupin penunggang gelap, ada yg namanya moderasi. pasang aja sampe 10 gembok kalau perlu. Begitu pula dgn fb. Sebagai pemilik fb, anda yg apprv pertemanan, bahkan anda bisa mencari teman2. Artinya, secara sadar anda menerima sewaktu2 ada teman yg akan jadi penunggang gelap. Anda juga berhak menghapus mereka dari list teman. Jika tidak ingin blog atau fb anda disusupi penunggang gelap, jauh2 deh ke kuburan. paling2 penghuni di sana yg menganggap anda penunggang gelap. Gitu aja repot bu
semoga para penunggang gelap segera sadar dan segera membangun eksistensinya sendiri untuk menumbuhkan jiwanya. Nice idea lax
Tambahan nih lakhsmi, bukannya penunggang gelap itu cuma ganggu blog2 yang ngetop ya?
Itu sih orang jeles namanya.
Daripada jadi penunggang gelap mending penunggang terang aja ah !! Hihihi peace yo lax overall ini tulisan yang asik. Kamu selalu berhasil deliver the best
uh uh uh takut eike komentar
c’mon galz.. don’t send such unrelated comment from the article. this article is a warning. geblek aja bagi yg ga ngerti. bisa2 dianggap penunggang gelap yg mau ngetop.
Lakhsmi.. eike buka blog ini bayar lho pulsa internet nya
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments