Mimikri Lesbian
Oleh: Lakhsmi
Terkadang, untuk bertahan hidup itu perlu berbohong, mencuri, atau menghilang (“Seni Tipu Muslihat”, National Geography edisi Agustus 2009)
Dalam kerajaan binatang, istilah mimikri berhubungan erat dengan arti kata kamuflase dan menjadi istilah yang sangat familiar. Binatang berkepentingan untuk melindungi dirinya sendiri dari radar predator yang lebih kuat agar mereka dapat terus hidup dan melanjutkan keturunannya. Mimikri adalah kesuksesan binatang menyamar, mengecoh indra, menjiplak kemiripan, dan menciptakan alam imitasi yang menyatu dengan alam sesungguhnya.
Kemampuan seni menipu ini banyak dimiliki oleh keluarga besar hewan, misalnya belalang katydid yang susunan tubuhnya memiliki kemiripan dengan sepotong daun di ujung tangkai. Dia hanya perlu duduk melamun tak bergerak di ranting pohon pada siang hari sehingga penggemar dagingnya yang kaya protein yaitu burung atau kadal tak dapat menduga kehadirannya. Beberapa jenis kadal di Madagaskar juga melakukan berbagai jenis penyamaran sehingga tampak bersatu dengan batang pohon yang dilengketinya. Masih banyak jenis mimikri yang dilakukan binatang, dari yang sangat sederhana untuk menghindari atau menyerang sampai rumit dengan tujuan utama perkembangbiakkan.
Mimikri ini memunculkan hakikat keberadaannya ketika suatu malam aku datang menghadiri acara gala dinner yang diselengarakan oleh kedutaan negara tetangga di ballroom hotel. Kebetulan acara ini ditujukan untuk para perempuan pengusaha menengah yang berkarya di Indonesia dan bisnisnya berhubungan dengan negara tetangga yang menjadi penyelenggara acara. Seluruh sudut ballroom dipenuhi perempuan yang mengenakan pakaian rapi, cantik, dan wangi. Kalau ada satu lesbian di setiap dua puluh perempuan, maka dalam hitungan kasar, seharusnya ada puluhan lesbian di ruangan ini. Tapi anehnya pada sekali sapuan penglihatan, sulit sekali menemukan lesbian. Aku membutuhkan beberapa menit pandangan yang terpaku pada perempuan-perempuan tertentu (ditambah dengan bantuan gaydar), barulah dapat terdeteksi dengan (lumayan) jelas.
Acara pertemuan orangtua murid di sekolah menghasilkan pemandangan yang lebih susah dan menantang lagi. Gerombolan para ibu yang notabene perempuan menyebar di setiap ruang kelas. Rasa iseng selalu membuatku bertanya-tanya siapakah dan di manakah yang lesbian mom. Memperhatikan dengan teliti pun terkadang tidak menghasilkan apa-apa kecuali pertanyaan, “Mungkinkah? Yah, mungkin saja.”
Mimikri lesbian memang luar biasa. Banyak andro dapat mendadani diri menjadi perempuan yang sekilas tak memiliki keberbedaan apa pun dengan perempuan hetero lainnya. Beberapa butch juga berhasil melakukan penipuan indra seperti ini apabila bergabung di acara-acara penting. Seorang sahabat yang berpenampilan sangat andro dalam sehari-hari dapat berdandan, mengenakan gaun, dan sepatu berhak tinggi dalam acara pesta atau pernikahan. Ada lagi teman lesbian yang memang tidak ingin terlihat too gay atau terlalu tomboy sehingga potongan rambut dan pilihan busana diatur dengan baik sehingga tetap sesuai seleranya tapi di lain pihak tidak membuatnya tampak “menonjol” di lingkungan tempatnya bekerja.
Pada dasarnya, mimikri lesbian membuat lesbian tampak blending dengan sekelilingnya. Di dunia yang serba narsis dan keinginan untuk mendapatkan lampu sorot terus menerus, para lesbian malah tidak tertarik untuk mendapatkan perhatian ini. Mungkin orientasi seksual tidak ada hubungannya ketika para perempuan bergabung dalam acara penting seperti gala dinner para pengusaha kelas menengah atau pertemuan orangtua murid. Tapi kalau mengingat lagi definisi mimikri dan hubungannya dengan menjadi lesbian di negara Indonesia, maka mimikri lesbian dapat dijelaskan sebagai teknik penyamaran peran atau pengalihan perhatian melalui indra mata (gaya penampilan), pendengaran (cara memilih topik pembicaraan), dan behavior (sikap atau perilaku).
Teori mimikri lesbian memang tercetus dari kepalaku, hanya sebatas asumsi dan kesimpulan ketika melihat para perempuan di kerumunan dan membuatku sulit mengenali yang mana lesbian dan yang mana yang bukan. Kalau di Indonesia, orientasi seksual menjadi penghalang seseorang untuk sukses dan berhasil di masyarakat, masuk akal para lesbian akan berusaha keras tidak mengedepankan orientasi seksualnya. Jadi sungguh tepat yang dikatakan oleh Natalie Angier, penulis ilmiah yang memenangkan penghargaan Pulitzer, “Mimikri adalah contoh evolusi seleksi alam, perjuangan keras sang induk dalam mengembangbiakkan keragaman keturunan yang akan diseleksi habis oleh kebetulan-kebetulan alam yang kejam terhadap segala bentuk kelemahan.”
@Lakhsmi, SepociKopi, 2009









wow, lakhsmi you are the best!
nice article…
Aku berpikir kt kaum L .. Layaknya bunglon.. Pandai menyesuaikan sikap dlm keadaan dan situasi apapun.. Krn memang blm dpt diterima umum atas orientasi seksual kt.. Di kantor, teman, keluarga.. So dgn adanya sepocikopi sungguh merupakan wadah yg di nanti oleh kt utk sekedar pelepas uneg2 hati dan pikiran .. Bisa share.. Tq lakshmi i like your articles..
berarti lesbian sama kayak bunglon ya bisa mimikri.
kalo mimikri dalam batas wajar n positif sih gpp tapi klo yg negatif jangan ya (ex: jd bunglon untuk mngambil keuntungan dr pihak lain)
Good job Lakshmi…..
yup…
aku sering menjadi pangeran bunglon, lax…
menjadi mimikri lesbian…
Artikel yang bagus , acungan jempol buat Lakhsmi
@ a-rhea.. Apapun sebutan di pundak kaum L.. Kt sll berpikir dan bertindak positif ya..tdk memanipulasi suatu hubungan atau keadaan.. Tunjuk kan bhw kt berakhlak baik dan benar..nice fr u.
kreatif n inovatif artikelnya……………
iya ya banyak perempuan yang belum mau terang-terangan kelesbianan mereka. Takut di cemooh, disingkirkan, dan diejek lingkungan sekitarnya. Aku memikirkan ada yang tahu ga ya kalo aku punya perempuan yang amat aku cintai.
cool article,,
luv it!
i think most lesboz,
all over the world especially in indonesia,
r doing the mimicry thing in their life.
cuz it’s the safest thing to interact with people..
hopefully, oneday
they will hug all of us
like they’re hugging their friends n familiez..
i’m waiting for that day to come,
i’m sure we all are..
^_^
Lax tulisannya menarik. Belum pernah melihat artikel dari sudut pandang seperti ini. Love you lax !!
iya bener, memang harus beradaptasi….jadinya butch/andro tp casing femme
yg paling susah mimikri behaviour karena sudah jd kebiasaan…sering ga sadar “L” nya keluar …hihihihi
Mengingatkanku akan pelajaran waktu SD
Jeng Lax, apakah artikel ini terinspirasi dari buku2 pelajaran anak Anda ??
Mimikri penampilan seh msh bs diusahakn tp klo kelakuan…..hemmm kyna susah bgt deh…
Untung tmn2 cwo gw dah tw klo mulut gw usil jd pas nongkrong brng mrk ga aneh liat gw yg getol ngecengn cece lwt… (susah nahan bow…)
teringat teori mimikri hommi bhaba dalam perspektif poskolonial.
mimikri yang subversif.
@lakhsmi : klo susah mengnali yg mna lesbian n yg bkn lesbian,minta ja solusi mbh dukn de ni/dr.frizzy jo hehee…..anyways di sepoci kopi da artikel yg ngebahas isu homoseksualitas di dlm tbuh kemiliteran n kepolisian khususny d negara tercinta kta indonesia…? Thx.
gw bingung sama orientasi seksual gw sendiri,,, jd seringnya jd mimikri di masyarakat.. . mungkin gw sebanarnya gak bingung, cuma gak berni mengakui dan terus berbohong pd diri sendiri, bahwa sebenarnya gw lesbian… rasanya berat………………. please help me!!!!!!!!!??????
tapi ga selamanya mimikri L berhasil, contohnya aku, sudah pake casing femme sekalipun tetep terendus oleh cewek yang sekarang jadi partenrku, “aku mencium pheromenon dari dirimu” katanya..(kupu2 betina mengenali kupu2 jantan dari hormon pheromenon-nya), so lakhs bergurulah pada kupu2 femme;-)
Hrz pnter2 mimikri nie kyk@,
biar gx mencurigakn(apalagi ketauan,.bisa mampus di gntUng dah gw)
ud beberapa x di tanya ama kLuarga,aq ma partnerQ pacaran ato gx,
jwbQ so pasti,”ya gak lah!qita kan cuma shbatan”.
mgkn c0z aq blon pny pacar cowo x y!
Mf jd curcol
hehe:)
seharusnya artinya lebih lengkap biar aq gaak bingung!!!!!!!!
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments