Sastra Lesbian? Oi, Elok Nian!
Oleh: Mumu Aloha
Lelaki tua bertopi yang duduk di deretan bangku belakang dan paling pinggir itu mengulang-ulang kata “elok”, “rambut pendek” dan “cerdas”. Dia adalah salah satu penanya dalam diskusi “Evolusi Sastra Lesbian: Dari Blog ke Novel” di Goethehaus, Jakarta, Minggu (2/8/09) petang. Lupakan penampilannya dan gayanya yang rada-rada “freak“, tapi saya melihat ekspresi wajahnya bertolak belakang dengan sehari sebelumnya, ketika ia juga bertanya dalam diskusi peluncuran novel Nel karya Dalih Sembiring di tempat yang sama. Ketika itu, ia terdengar tegang, “menyerang”, bernada tidak setuju dengan cara bertutur Dalih yang menurutnya terlalu blak-blakan dalam menggambarkan adegan-adegan seks sesama-lelaki.
Namun, pada kesempatan diskusi tentang novel lesbian itu, ia tampak riang, berkali-kali menyahut “setuju” ketika Hetih Rusli, editor Gramedia Pustaka Utama, sebagai salah satu pembicara sedang menjawab pertanyaan-pertanyaannya. Sebelumnya ia juga sempat bilang begini, “Bayangkan kalau Demi Moore atau Sharon Stone itu lesbian, elok sekali!” Sebagai klimaksnya, ia mengaku “bangga” dan menyambut gembira istilah “sastra lesbian” yang diciptakan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU), pihak yang menyelenggarakan diskusi yang menandai peluncuran buku terbaru terbitannya, berjudul Club Camilan, kumpulan tiga novel pendek yang ditulis oleh tiga penulis yang berbeda, dan semuanya perempuan lesbian.
Saya tidak tahu, siapakah bapak tua yang begitu rajin, menghadiri dua acara peluncuran buku bertema homoseksual yang digelar dua hari berturutan sebagai bagian dari acara tahunan Q! Film Festival. Tapi, dari dua sikap berbeda yang diperlihatkannya pada masing-masing acara itu, saya mendapatkan gambaran begini: kaum pria heteroseksual, rupanya lebih bisa menerima homoseksualitas perempuan ketimbang homoseksualitas laki-laki. Namun, apa yang terpikir di benak saya itu masih sebatas asumsi, dan bukannya kesimpulan yang valid. Kebetulan, dalam diskusi novel Club Camilan itu, ada penanya lain yang punya asumsi sebaliknya—bahwa tema gay dalam novel lebih bisa diterima masyarakat luas—berdasarkan fakta: Gramedia Pustaka Utama lebih dulu menerbitkan novel-novel bertema gay (misalnya Lelaki Terindah-nya Andrei Aksana) ketimbang novel-novel yang bertema lesbian (salah satunya Jangan Beri Aku Narkoba karya Alberthiene Endah yang setelah difilmkan, cetakan ulang bukunya berubah judul menjadi Detik Terakhir).
Hetih Rusli menanggapinya dengan pernyataan filosofis. “Sebuah naskah punya cara sendiri untuk terbit. Sebagai editor, saya tidak bisa memilih naskah seperti apa yang dikirimkan ke meja redaksi. Jadi, tidak ada kesengajaan untuk mengangkat novel-novel bertema gay lebih dulu karena lebih diterima pembaca.” Namun, kemudian Hetih menambahkan informasi bahwa jauh sebelum Lelaki Terindah yang laris-manis itu, tema lesbian dalam novel sudah muncul sejak 1980-an, lewat salah satu karya Mira W. yang berjudul Relung-relung Gelap Hati Sisi.
Jadi, apa itu sastra lesbian? Apa pula itu sastra gay, kalau nanti ada yang menyebut-nyebut istilah itu? Bapak tua bertopi tadi menjajarkan istilah-istilah itu dengan sastra pembebasan dan lain-lain, dan semakin banyak muncul sastra ini dan sastra itu, tentu akan memperkaya khasanah pilihan pembaca. Namun, pembicara lainnya, Eka Kurniawan, novelis yang juga nge-blog, mengatakan bahwa label-label yang ditempelkan di belakang kata sastra itu sebenarnya justru lebih banyak membingungkan, ketimbang membantu dan memperjelas pemahaman. “Dan, dari sisi penerbitnya itu lebih merupakan strategi marketing saja,” tambah dia.
Menempelkan kata lesbian di belakang sastra saja sudah cukup problematis, apalagi diskusi petang itu masih menambahkan lagi kata blog. Jadi, ceritanya begini. Novel Club Camilan itu memang berawal dari blog yang di dalamnya ada tiga perempuan lesbian bernama Donna, Bee dan Nies. Masing-masing menuliskan kisah cinta dan perjalanan hidup mereka secara berkesinambungan. Dalam pengantarnya, Hetih Rusli yang mengeditori ketika tulisan-tulisan di blog tersebut akan diterbitkan mengatakan bahwa blog mereka unik.”Ada gaya yang khas, orisinalitas dan bahasa yang jernih. Dan, tidak seperti blogger kebanyakan yang menulis semau gue, mereka rajin meng-update blog itu tiap hari.”
Sebagai moderator, saya membuka diskusi dengan ilustrasi: dulu, perusahaan-perusahaan paling takut sama LSM, tapi sekarang mereka lebih takut pada blogger. Saya ingin menggambarkan betapa blog memiliki kemungkinan sampai ke hal-hal yang tak terbayangkan. Orang bisa saling gugat di pengadilan gara-gara blog. Tapi, kini, orang juga bisa terkenal karena tulisan-tulisan di blognya disukai oleh penerbit dan kemudian diterbitkan dalam bentuk buku. Menurut Eka, kenyataan bahwa kini sesuatu yang disebut novel bisa lahir dari blog, tidak serta merta bisa diragukan kualitasnya. “Blog hanya media. Bisa saja novel yang lahir dari blog menjadi karya yang bagus, dan sebaliknya, bisa saja karya yang dipersiapkan bertahun-tahun dan memang ditulis secara khusus sebagai novel, hasilnya gitu-gitu aja,” kata dia.
Eka sendiri mengaku suka dengan cerita-cerita dalam Club Camilan karena membaca problem-problem klasik (bagaimana terus-menerus berusaha menutup indentitas seksualnya dari keluarga dan teman-teman sekantor) perempuan-perempuan lesbian itu menarik. Namun, kalau diminta menyebutkan satu yang paling disuka antara ketiganya, Eka memilih cerita pertama, “Donat” ketimbang dua cerita lainnya, “Bolu” dan “Brownies”.”Subjektif aja, karena ceritanya berkaitan dengan sosok seorang ibu,” Eka memberi alasan.
Diskusi berlangsung santai dan seru. Ada pertanyaan mengenai apakah ini hanya tren? Apakah menerbitkan novel-novel bertema homoseksual (dengan asumsi bahwa pembacanya terbatas) bukan suatu proyek rugi? Apakah ini bentuk CSR-nya GPU? Apakah GPU memang punya niat mulia memberi kesempatan bagi kaum homoseksual untuk menyuarakan aspiranya? Ada juga pertanyaan yang bersifat teknis: apa kriteria tulisan di blog agar bisa diterbitkan menjadi buku? Namun, yang paling bikin penasaran adalah, kenapa ketiga penulisnya tidak tampil di depan? Ini pertanyaan yang sudah diantisipasi karena sejak awal para penulisnya memang menolak untuk tampil—tentu dengan alasan yang sangat pribadi berkaitan dengan orientasi seksual mereka.
Hetih Rusli menjawab dengan membuat hadirin makin penasaran, “Yang jelas mereka ada di sini, duduk di antara Anda semua, silakan ditebak-tebak.” Semua tertawa sambil celingukan ke sana ke mari.
Pada akhir diskusi, Pak Tua kita yang nyentrik itu tetap ngotot: “Bagaimana kalau nanti ada produser yang mau memfilmkan novel ini, dan meminta para penulisnya untuk membintanginya. Masa tetap nggak mau muncul, kan bisa terkenal tuh.”
Kali ini saya yang menjawabnya, “Mungkin kalau produser itu benar-benar ada, ketiga penulis buku ini akan berubah pikiran, Pak.”
Lalu, saya menutup diskusi dengan nasihat yang luar biasa bijak, “Dengan terbitnya buku ini, GPU telah menantang teman-teman lesbian semua, bagi yang belum punya blog, pulang dari diskusi ini langsung bertobat dan bikin blog, biar nanti bisa diterbitkan menjadi novel.” Buktikan bahwa perempuan-perempuan lesbian itu, di luar soal-soal seperti “berambut pendek”, sejatinya memang cerdas dan elok.
@Mumu Aloha, SepociKopi, 2009
Tentang Mumu Aloha:
Moderator dalam peluncuran novel Club Camilan dan diskusi “Dari Blog ke Novel: Evolusi Sastra lesbian.” Tinggal di Jakarta. Berprofesi sebagai penulis, juga pengamat budaya, blogger, dan editor.









aduuuh ketika aku di sana yang kulihat pada apik-apik semua. banyak yang berjilbab juga ya…sekali lagi selamat atas peluncuran club camilan, hayoooh, yang lain nyusul!
wah, seru juga kalau difilm kan!
hebat bener…
hanya berangkat dari sebuah blog sederhana jadi sedahsyatttttttttt itu…
tk semua orng dapt kesempatan uar bias seperti itu
Kapan ada waktu ke Sby buat beli bukunya ya?
waduh,, yg lainnya kpn nyusul ya?? blogger yg lainnya..
Selamat atas suksesnya launching club camilan…sesuatu yang ditulis dengan kedalaman hati pastinya kan mampu mneyentuh banyak hati sekalipun itu ditulis oleh lesbian…semoga bsia kudapatkan bukunya di surabaya
Mudah2 an buku nya udah ada di crb jg ya..ntar ke gramed ach.. Sukses utk launching Club camilan..
http://www.facebook.com/s.php?q=gramedia&init=quick#/note.php?note_id=249559095220&ref=mf
siap untuk membeli =]
Standing ovation to the three writers of Camilan SepociKopi, Donna, Bee and Nies. I love you, girls! (*shouting from afar*)
congrat’s for the book launching..
i’m soooo wanna buy it!
soon,
as i get my salary.
hahhaha
but,
i’m really sad that i couldnt come
to the book launching,
n also couldnt watch Q!fest,,
hopefully next year,
i’ll get the chance to attend Q!fest.
n meet all my sisters there..
wanna meet u all, sists!
Alhamdulillah akhirnya sudah selesai juga! Senengnya lihat buku udah dicetak.
Maksih buat teman-teman yang mendukung acara laucnhing, khususnya buat penerbit saya yang ngebela-belain banget nerbitin Club Camilan.
Iya lho gw jd ngakak ma sistah yg ktm dsna cuz tuh bpk ngotot bgt pngn trio penulis tmpil…
@mba Donna qt smua penasaran pe clingak clinguk cr kalian b3…
@aderain lo yg mana seh? Bnyk butchy keren lho mlh ada andro pk setelan hitam…yummy bgt. Tp syng ga ada acara kmpl2 n kenal smua…jd agak krng puas gt deh…
Ingat Bapak2 itu…jadi ingat Bapak2 satu lagi yang ngebet banget ingin lihat penulisnya yang mana…hehehe
Buku club camilan keren……,
aq ngikutin blognya baru sebentar jadi blum bgitu paham isinya tapi bgitu baca bukunya rasanya larut banget bahkan beberapa bagian bikin aq nangis karena ngerasa ada kesamaan cerita.
Congratulation to donat, bolu n brownies…..
Mo curhat nih, knp yang dateng launching cuma dikit? udah gitu pada jaim jadi kesannya ga friendly gitu…..
anyway selamat 4 terbitnya club camilan n semoga bisa jadi best seller
aih, lucu juga ya?
kemarin jadi ajang diem2 sambil tebak-tebakan yang mana ini yang mana itu deh…
@a-rhea don’t do judging dong, ga friendly atau… ga kenal? dan gak kenalan?
bukunya bagus…….tapi bagi gw pribadi, acara kemarin itu agak membosankan….dan gw memilih untuk keluar ruangan saking garingnya……maaf niey
wah seru ya kalau bisa datang…., harusnya yang datang pada hari launching novelnya camilan pada pake kaos yang sudah di desain Rie jadi waktu disana bisa jadi ajang kenalan tanpa harus menyapa kan kita jadi tahu. hehehe
Sam_moel, saya nggak datang bertiga dengan Nies dan Bee. Mereka datang sendiri-sendiri dan duduk terpisah dengan saya.
A-rhea, quickcount yang datang sekitar 50. Yang datang ke Nel quickcount sekitar 70. Nggak beda jauh. Karena ruangannya besar jadi terasa sedikit kali. Kalau diadakan di tempat yang lebih kecil, pasti terasa penuh deh. Tiap tahun saya nyaris hadir di acara QFest. Rata-rata memang segini jumlah yang hadir di acara buku Qfest.
Athe, oh jadi itu kamu yah yang nabrak kaki saya waktu keluar di tengah acara hehe bercanda. Acara sastra memang selalu begitu. Ikutan main basket aja, dijamin nggak garing tapi keringetan
)
@ athe : udah kebayang sih acaranya bakal kya gitu, makanya persiapin mental dari rumah :p
jangan kya saya, mental udah 1000% tpi tetep g bisa dateng karna ada urusan
@hujan : sbnernya emg ga kenal sih tp berhubung aq dateng sndiri n nglihat yg laen adem ayem nyali buat kenalan jadi ciut deh. tp hujan sndiri orangnya friendly ga sech? ^_^
@Donna : oh… gitu ya, biasanya ngikutin launching umum sih jd ini 1st time ikutan Qfest makanya agak down ngilhat yang dateng sgitu. btw U yg mana nih? peace..
@athe : km yang dateng ma temenmu yg dari bogor itu ya? yang ditengah acara ninggalin aku duduk sendirian?
@sam_moel : ngomongin andro pake setelan hitam yang u bilang yummy tuh yang mana? aq juga pake hitam2 lho, jadi ge’er nih… he..he.. (narsis pangkat 2jt)
@ a-rhea kamu bisa tebak aku yang mana… tapi gak bisa kasi clue.. aku yang suka ngegandeng sky kemana2 selama di goethe!! hhe
@Donna…think I know which 1 u are…agak d bwh,agak d pnggr n so psti cantik hehehe (kuis mode on)
@A-rhea…klo elo cool,sndiri n agak jutek (or BT?) yeps thats u…asli yummy…hahaha
selalu ada yang pertama, harapanku acara launching yang kedua dan selanjutnya akan menjadi lebih baik lagi dan mohon dipertimbangkan saran2 yg sudah masuk seperti diatas
hihihi,
jadi lucu ngeliad komen2 kalian..
kenapa juga ga diadaind acara kumpul bareng,
just to make a nu friendship,
cus we are the same,
we are sisters,,
jadi kenapa mesti diem2an couwbaaah,,
taun depan dateng aaahhhh..
heheheh
Menurutku acara kemarin sudah mencapai angka yang bagus.Soalnya aku pernah datang ke acara QFest yang datang cuma sekitar 20an… lah ya kalau sering datang ke QFest taon2 kemarin juga jumlahnya seperti itu…. kurang lebih.
Waktu gw jaga, pernah ngalamin yg 0 pengunjung.
Jadi kemarin tergolong lumayan sukses lha…
Nice a idea tuwh…kalo ada kumpul-kumpul, undang kita2 ya…hahahaaa…Mantaaabbs..!
@hujan : I hv no idea, masalahnya yang kmn mana nempel ga cm sepasang sihh… kasih bocoran dikit deh pasti langsung tau..
@donna : tebakanku km duduk blakangku pas deh…
@sam-moel : that’s me… muka jutek emg dah dari sononya, tp tetep cool kan??? thanks….
@admin : bikin acara kumpul2 dong. private aja, tempat & waktunya dikasi tau lwat email masing2 so kita ga perlu takut ada orang yang ga berkepentingan ikut nimbrung.
Ada yang setuju sodara2 ?
(ambil tongkat ksh aba2….1..2..3…)SETUJUUUUU …. Eh tp jgn glamour y…tar gw ga bs ikut.
@A-rhea….mmmmm yummy ….wants some?
@Donna : kayanya lo salah orang dech, seinget gw sich..gw engga nyenggol siapapun, tapi kayanya gw tau lo yang mana…he he he
@ Libraries : Sorry honey….baru kali itu gw dateng ke acara semacam itu….jadi ngapain juga persiapin mental, maaf neiy
@ A-rhea : Seinget gw, disebelah gw itu cowo dech…dibelakang gw ada perempuan duduk sendiri…so lo yang mana…
Udah dpt bukunya di gramedia crb nech.. Asyik..
sama penasarannya ama si bapak, penulisnya yg mana ya…udah brusaha clingak-clingku ke blakang (coz duduk di depan), tp ga bisa nebak yg mana… hehe…
i got the book!!
hohoho
nice stories,
luv u all sisterz..
bagi saya asumsi anda benar deh,,,
q pria heteroseksual kayaknya klo ngliat psangan lesbi kok adem bgt deh,,,nyaman pnuh dngan kasih sayang dsb
tpi klo mlihat gay ;mmm gmna gtu yah risi aja kayaknya
aku suka lesbi but im a man
bravo bwt sepocikopi
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments