Home » Have Your Say

Have Your Say: Terperosok Gaya Hidup Boros

31 July 2009 220 views 13 Comments

spring_flower_by_niwajOrang yang sanggup bersama dirimu pada saat yang terburuk adalah orang yang benar-benar mencintaimu. Bagaimanakah kisah sahabat lesbian kita, Panca, yang terjerembab dalam lubang perjudian? Dengarkan kisahnya yang memberikan inspirasi bagi semua.

Keluargaku termasuk berada untuk ukuran kampung kelahiranku. Maklum, kebanyakan tetanggaku adalah petani, tapi ibu dan ayahku seorang petani wirausaha yang gesit dan giat sehingga penghasilan kami menjadi lebih besar daripada keluarga lainnya. Karena itu, ketika aku lulus SMA, orangtuaku sanggup mengirimku ke kota besar untuk kuliah di salah satu universitas negeri yang terkenal.

Sebagai mahasiswa, aku berusaha keras hidup mengirit agar uang yang dikirim orangtuaku tidak tersia-siakan. Berhubung aku adalah anak pertama dari empat bersaudara, aku harus menunjukkan bahwa aku berhasil atas jerih payah orangtuaku bekerja di kampung. Tapi gaya hidup kota besar seringkali menggoda dan menyeretku untuk hidup dalam dunia materialisme yang menyenangkan.

Aku juga baru menyadari orientasi seksualku yang berbeda saat aku kuliah. Dulu, karena hidup di kampung yang jauh dari hiruk pikuk metropolitan, aku tidak terlalu memperhatikan gejala-gejala awal rasa ketertarikanku kepada sesama jenis. Ada sih kalau aku ingat-ingat lagi, tapi suasana keluarga, lingkungan sekitar, serta sekolah yang sangat agamis membuatku menekan dan membunuh rasa aneh yang sesekali muncul. Gadis yang kusukai itu ternyata balas menyukaiku. Tidak sampai dua bulan aku melakukan pendekatan kepadanya, kami segera berpacaran secara diam-diam.

Aku sungguh bahagia. Aku seperti mendapatkan segala-galanya yang tidak mungkin didapatkan oleh kebanyakan gadis-gadis di kampungku. Aku kuliah, tinggal di kota besar, memiliki pacar, dan dapat keluar masuk mal dengan enaknya sambil mengenal benda-benda maupun makanan yang bercitarasa kaum urban (tidak kampungan). Semakin lama aku semakin terbuai dengan gaya hidup seperti ini. Aku melupakan kampung halamanku, melupakan kehidupan di ladang dan sawah, dan melupakan tinggal bersama-sama orang-orang kampung yang menurutku sangat ketinggalan zaman.

Aku ingin menyenangi pacarku dengan memanjakannya, membelikannya barang-barang, atau mengajaknya kencan di tempat-tempat yang menyenangkan. Sehingga uang yang dikirimkan orangtuaku lama-lama pas-pasan, dan akhirnya aku kekurangan uang. Kekasihku mengajakku untuk hidup berhemat. Ya, kami memang pernah berhemat, tapi gaya hidup nikmat yang telah kucicipi membuatku kepalang sulit terlepas dari kebiasaan itu. Aku kembali terjatuh dalam keasyikan menikmati materialisme dan kemewahan.

Dalam keadaan kepepet seperti itu, aku berkenalan dengan teman-teman kampus yang menyenangi permainan uang. Mulanya arisan, lama-lama aku mulai berani bertaruh kecil-kecilan, sampai akhirnya aku nekad berjudi dengan uang yang nilainya semakin besar. Saat aku memiliki uang, aku mengajak kekasihku hidup dalam kemewahan yang tidak akan mungkin dinikmati oleh orangtuaku, apalagi orang-orang kampung. Tapi saat aku tidak memiliki uang, satu per satu barang yang kumiliki kujual untuk menutupi hutang-hutangku dan keinginanku untuk berjudi lagi, lagi, dan lagi.

Akhirnya uang kuliah yang dikirim orangtuaku malah kugunakan untuk berjudi sehingga aku pernah tidak kuliah selama satu semester. Kekasihku mengetahui kebiasaan burukku ini, sehingga dia marah-marah dan mengancam akan memutuskan hubungan pacaran kami. Ada satu peristiwa yang tak terlupakan, ketika uangku ludes, baik di bank, kantung, bahkan laci kamar kosku. Aku sudah menunggak uang sewa kos selama dua bulan sehingga aku dilarang memasuki rumah kos tempatku pulang. Hanya dengan tas ransel yang isinya buku-buku kuliahku serta tas tenteng berisi baju-bajuku, aku termangu di trotoar, bingung tidak tahu harus ke mana. Akhirnya aku menumpang di rumah temanku selama beberapa hari sebelum kekasihku datang menjemputku setelah mendiamkanku dengan murkanya.

Susah payah kuselesaikan kuliahku selama enam setengah tahun. Ketika mendekati semester akhir, kebiasaanku berjudi telah lenyap sepenuhnya berkat bantuan kekasihku. Dia menggunting semua kartu kreditku, mentransfer 80 persen uang kiriman orangtuaku ke rekening milikku yang lain di mana kartu ATM-nya dipegang oleh dirinya, menyicil pembayaran hutang-hutangku. Aku hanya diberi jatah jajan setiap bulan secara tunai yang berada di dompetku dan sedikit tabungan di rekening tempat orangtuaku mengirimkan dana. Ke mana pun aku pergi didampinginya sehingga aku tidak terbuai oleh gaya hidup yang boros. Dia menolak makan di restoran pilihanku, dia malah selalu memaksaku makan di warung pinggir jalan. Bahkan ketika kebutuhan kuliah meningkat, dia memutuskan untuk memasak setiap hari agar lebih hemat sehingga uang kiriman orangtuaku dapat digunakan untuk kepentingan sekolah. Dia melarangku menggunakan kendaraan umum, apalagi taksi yang dulu menjadi kebiasaanku. Ke mana-mana dia memaksa kami berdua berjalan kaki jika memungkinkan.

Aku berhasil lulus, membuat kedua orangtuaku menangis bahagia di hari wisudaku. Melihat mereka menangis, hatiku pun menjadi menyesal atas segala perbuatanku. Sungguh aku berterima kasih kepada kekasihku yang setia mendampingiku di saat-saat hidupku yang tergelap dan tersulit. Kini sudah 14 tahun hubungan kami bersama, aku hanya setia padanya. Walaupun desakan menikah terus menerus dilancarkan padaku dari kampung, aku tetap bertahan untuk mencintai kekasihku sampai maut memisahkan raga kami. Perjuangan hidup cinta kami belum selesai diuji, tapi aku yakin kami berdua dapat melaluinya dengan baik.

@Panca, SepociKopi, 2009

13 Comments »

  • Arie Gere said:

    Panca, salam kenal.. Ceritamu ajaib! Cinta yang selalu bersemi dalam suka dan duka, adalah cinta yang sesungguhnya.. Jaga kekasihmu dengan baik, dia benar-benar orang yang sangat hebat! Sekali lagi, cinta seperti ini juga cinta yang ajaib ;)

    Salam,
    Arie

  • Just_me said:

    Panca, km beruntung mendapatkannya.. 14 thn bukan waktu yang pendek, apalagi dengan cobaan yang telah dilalui..

  • libraries said:

    w.o.w 14 tahun bok,,,,,, :o
    buat kalian berdua semoga bahagia selamanya ya,,,
    banyak utang emang ga enak, yang enak itu banyak uang :D

  • Arinie said:

    kekasihmu itu sungguh perempuan berhatimalaikat. CUma kekuatan cintanya yg membuatnya sanggup bertahan bahkan menunjukkan jalan kebaikan padamu. Jaga dan kasihi dia yaaa….semoga kalian bahagia selalu

  • Grey said:

    Panca, cerita kamu luar biasa. Pengen deh punya pacar sebaik dan sepengertian pacar kamu.

    Btw, ini panca IPP bukan yah?? Yg pernah ketemuan di lapangan Badminton??

  • Sam_moel said:

    W 0 W …. amazing bgt crita lo bro….
    U kno how damn lucky u are? Dy bnr2 mencintai lo dgn spnh hatinya yg seluas samudra. Lover ky gni katanya jgn dikubur sblm meninggal hahaha kidding bro…
    Btw klo ada duplikatna gw pesen 1 y….

  • LigX said:

    its nice love story.. :)

  • nurs said:

    salut……, butuh 1 hal untuk itu…..”yakin pd langkah yg dituju”

  • nadz said:

    wow,,, kapan gw bisa dpt pacar sprti pacarmau…
    pengen………..

  • Panca said:

    Teman semuanya, ini adalah cerita lama yang terjadi pada diriku delapan tahun lalu. Semoga memberikan hikmah kepada kita.

    >Arie Gere! Cerita ku nggak ajaib sebab ku pernah dengar yang lebih ajaib daripada cerita ku. 14 tahun belum seberapa, belum nyampe 1/4 abad kayak beberapa saudara sepupu ku yang sudah menikah.

    >JustMe! Aku beruntung mendapatkannya, tapi selain keburuntungan dibutuhkan perjuangan dan pengorbanan masing-masing pihak yang tidak sedikit bro

    >libraries! Banyak tabungan di hari tua lebih enak lagi yak

    >Arinie! Kita semua manusia berhati malaikat, kok sis, bukan cuma kekasih ku. Mari kita gunakan hati itu untuk kebaikan sesama dan mencintai pasangan kita dengan sebaik-baiknya…..

    >Grey! Pacar sebaik itu ada di mana-mana kok. Yang penting kita juga menjadi pacar yang luarbiasa baik dan pengertian kepada pasangan kita. Ku emang ikut ipp tapi kayaknya bukan panca yang main bulutangkis deh…. :)

    >Sam_moel! Setiap cewek bisa menjadi pasangan seperti pasanganku. Kita pun harus berusaha menjadi pasangan yang seperti pasanganku, mencintai dengan seluas samudra. Lagian, hubungan awet kan bukan karena satu orang berhati malaikat dan satu orang lagi berhati dedemit….. butuh dua orang berhati malaikat untuk bertahan dalam hubungan yang bisa laamaaaa

    >ligx! Makasih yach!! Seperti kataku tadi ini cerita lama….

    >nurs! Thanks ku yakin sekali pada langkah yang ku tuju

    >nadz! Pacarku bukan malaikat. Dia juga punya kelemahan-kelemahan yang kututupi dengan pengertian dan kesabaranku. Perjuangan bersama tidak mudah perlu ketabahan dan rasa mengalah satu sama lain. Nggak perlu kepengin punya pacar kayak pacarku coz kamu belum tentu bisa menghadapi dia kalau beneran punya pacar kayak pacarku………………..

  • Sky said:

    Wah…serasa angel di kanan saya berbisik “Dengar, Sky, kamu juga jangan boros!”…hehehe

    THx for the inspiring story…^_^

  • Dia said:

    Duh! aq sedikir pemboros dan punya pacar yang BAIK bgt!!! karna dia aq bisa berubah sedikit demi sedikit.Thanks BEIB..LUV U

  • tiek said:

    gimana kalian bisa hidup bersama selama 14 tahun?
    aku termangu dan kagum dengan kebersamaan Panca dan kekasih, dalam suka dan duka. kok bisa ya?
    salam kenal Panca ……

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.