Home » Cuci Mata

Cuci Mata: We Are Not Afraid

25 July 2009 91 views 12 Comments

mall_by_madzzOleh: Sidney

Sebenarnya aku nggak berencana nulis tentang mal, shopping, dan travelling lagi untuk minggu ini. Tapi gara-gara bom terkutuk minggu lalu, emosiku jadi ikut-ikutan meledak. Wiken kemarin banyak teman lesbianku yang memutuskan untuk tinggal di rumah, nggak mau ke mal. Ketakutan merundungi kami untuk berada di tempat ramai dan berkeliaran di gedung-gedung mewah.

I was so pissed off oleh teroris ini. Bisa-bisanya mereka membuatku terpenjara dan ketakutan di negara sendiri! Akhirnya aku pergi ke mal juga yang tampaknya sepi daripada biasanya. Gerakan We Care! di SepociKopi mengajak kita untuk peduli dan berani. Kupikir inilah caraku untuk menunjukkan ketidaktakutanku terhadap ancaman dan terorisme.

Begini ya, biarpun aku lesbian yang berada di dalam lemari, saat ini aku ingin sekali punya kuasa terhadap diriku sendiri. Pergi dengan bebas ke mana pun yang aku inginkan tanpa tekanan dari mana dan apa pun. Cukup sudah tidak memiliki rasa merdeka dengan status orientasi seksualku ini! Aku tidak mau hidup sebagai manusia dalam tambahan satu kilo ekstra teror. Caraku untuk melawan adalah dengan tetap pergi ke mal atau tempat-tempat ramai lainnya baik di dalam gedung atau di luar. Aku ingin menunjukkan bahwa Ya, Kami Tidak Takut. Bagaimana turis bisa datang ke Indonesia, kalau orang Indonesia tampak ketakutan di rumahnya sendiri? Apalagi kalau sampai melakukan eksodus ke luar negeri, nggak banget deh!

Tanpa perlu mengulang lagi tentang pentingnya belanja untuk kesejahteraan bangsa, sebenarnya berjalan-jalan di mal hanya dengan modal biaya parkir atau biaya transportasi kendaraan umum sudah cukup memperlihatkan bahwa “We are not afraid.” Tempat-tempat umum yang strategis seperti mal memang menjadi bahan gosip empuk akan ancaman bom. SMS tak bertanggung jawab beredar untuk jangan pergi ke mal ini, mal itu, gedung ini gedung itu, hotel ini hotel itu. Males deh, bo. Memangnya selarik SMS teror dapat membuatku takut? Di mana-mana kalau bom meledak, tidak ada acara gosip duluan. Ini bukan berarti tingkat kewaspadaan tidak diperlukan ya. Kita tetap harus buka mata terhadap hal-hal yang mencurigakan setiap kali berada di tempat umum tanpa perlu parno berlebihan.

Buat yang tinggal di luar Jakarta, tidak perlu takut untuk datang dan menginap di hotel-hotel mewah di Jakarta. Ingat ya, menghabiskan liburan di Indonesia adalah keputusan baik dan bijaksana supaya tidak membawa kabur devisa keluar dari negara ini. Jangan salah, bukan berarti aku melarang bepergian ke luar negeri loh. Bagaimana kalau mulai memikirkan tempat-tempat wisata di Indonesia yang indah dikunjungi, mumpung liburan Lebaran tinggal hitungan minggu saja. Bagaimana juga kalau mulai mengatur pertemuan copdar dengan sesama teman-teman lesbian yang berjauhan kota? Sekalian menambah ikatan persahabatan atau silaturahmi, sekalian cuci mata, sekalian bersenang-senang, sekalian liburan, sekalian mengenal budaya kota itu! (Kapan-kapan aku akan membahas tempat-tempat wisata dalam negeri).

Pariwisata menjadi salah satu kunci penting bagi perputaran roda ekonomi kita. Sewaktu kita dihantam bom Bali I dan II, turis-turis lokal menjadi mesin pariwisata yang menghidupkan kembali Bali dari keterpurukan. Dan sebagai warga Jakarta, aku tentu tidak mau membiarkan kota tercintaku terpuruk dalam teror dan ketakutan. Tujuan teroris adalah menciptakan ketakutan dan menyebarkan kelumpuhan pikiran. Aku takkan membiarkannya itu terjadi. Sebagai lesbian, pedulikah kamu dengan negara ini? So, let’s go! Show ourselves everywhere!

@Sidney, SepociKopi, 2009

12 Comments »

  • Awani said:

    I care and I am not afraid.. tp memang harus tetap waspada.. Dan tetap cuci mata khan..

  • thejauntyallegory said:

    Okelah, not afraid.
    Tapi, setelah melewati fase itu, fase "keluar dari tempurung dan melompat" itu, gimana kalo sepocikopi sekalian ngasih tau hal-hal mencurigakan mana yg wajib dilaporkan, plus apa-apa saja tindakan yg perlu dilakukan. Be it nelpon ke hotline tertentu, lapor ke satpam, atau grebek di tempat dengan jurus aikido tangan belakang.

    I’ll be waiting ;-)
    Be not afraid, raise awareness up, and do deeds!

  • LigX said:

    i am not afraid..perangi ketakutan dalam dri sndri..LANJUTKAN!! :-)

  • angel said:

    cuci mata sapa takut!
    terorisnya kali tuh yang lagi ketakutan alnya dmana-mana ada fotonya yang caket itu tuh tepampang

  • A-rhea said:

    cuci mata jalan terus…..
    udah cukup intimidasi dlm diri seorang L untuk apa memperburuk keadaan dengan beban ketakutan yg macem2…

  • Panical said:

    Nahh…semangat seperti ini nih yg d perlukan bangsa ini utk bangkit, tdk hanya merenungi keterpurukan…

  • kerry said:

    to sydney,

    ada gerakan…di twitter… #Indonesiaunite

  • AL said:

    Takut isi kantong abis aja saya mah kalo sering ke mall..

  • libraries said:

    yuuu ke mall !! minimal kongkow sambil minum kopi,,
    aku selalu suka sama tulisan sidney,, ;)

  • tiek said:

    takut ………….. mungkin nyawa tinggal satu neng,
    sayang ntar kalo hilang mo cari gantinya ga ada
    mending ada yang jual di mall nyawa akan diborong tapi gimana neng kalo ga ada nyang jual.

  • Juno Bis said:

    Ayo, ayo, ayo, mari belanja! Tapi jangan ke mall semua, dong! Kasihan pedagang kecil di pasar tradisional. Mungkin diselang-seling kali, ya? Hari ini ke mall, besok ke pasar tradisional, teruuusss begitu.

  • Hujan said:

    oh iya

    http://koran.kompas.com/read/xml/2009/08/01/03063978/jangan.musuhi.mereka

    aku cuma mau kita juga ga ngejudge

    kita bisa baca ini

    ditulis oleh guru besar, pak Sarlito Wirawan Sarwono

    mas ito…

    bukan bermaksud membenarkan tingkah laku pemboman dsb

    cuma ingin kita bisa menelisik lebih jauh

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.