poci1Oleh: Lushka

Howdy Jeungs, pernah denger ini? Kalau laki-laki sukanya adu otot, perempuan lebih seneng adu mulut. Kenapa? Perempuan mulutnya dua. Hihihi. Benar juga sih, coba deh Lushka tanya, perempuan mana sih yang tidak senang bergosip dan perempuan mana yang belum pernah bermasalah sama gosip?

Tapi Lushka ingatkan lagi ya, coba penggosip mana yang disukai orang secara tulus? Infotainment si penyebar gosip, walaupun memiliki rating tinggi dibanding acara-acara televisi lainnya, mereka memiliki konotasi negatif, sebagai penyebar fitnah, perusak, rusuh, tidak bisa dipercaya, lebay, endeswe – endeswe. Uwih… serem. Kebayang nggak, kalau status itu melekat di kamu?

Nah, Jeungs, coba ingat-ingat, apakah kamu pernah dapat julukan ember bocor atau bahkan cawan yang keisi dikit langsung luber? Tidak memiliki teman dekat? Puasa sering gagal karena tidak sanggup menahan mulut?

Sebelum rusak reputasimu dan hancur masa depanmu, sekarang waktu Jeungs, untuk bertransformasi menjadi Bumble Bee… Autobots. Roll out. Waduh malah ngelantur. Hehehe. Berikut ini hal-hal yang mungkin bisa dilakukan untuk mendetoksifikasi hati, mulut, dan otak dari gosip dan fitnah.

1. Hargai kepercayaan orang. Kamu juga mau dihargai, kan? Karena itu ingat, kalau ada yang curhat sama kamu, itu artinya dia memercayai dan menghargai kamu. Jadi, jangan jadikan curhatan teman kamu malah jadi bahan gosip apalagi secara keji untuk mendongkrak status kamu sebagai manusia paling update di lingkungan pergaulan.

2. Kamu punya berapa handphone? Dua, tiga, empat, SEMBILAAAAN? Buka toko aja mendingan. Buat kamu yang punya handphone banyak, silakan langganan SMS rohani semua provider, agar setiap saat kamu ingat akan Tuhan. Cintailah orang lain seperti kamu mencintai dirimu sendiri. Kalau bisa atur agar sms rohani itu masuk setiap 5 menit sekali, jadi waktu kamu habis untuk membaca SMS, nggak jadi bergosip deh. Neraka aman, insya Allah surga juga dapat. Amiiiin.

3. Berikutnya, untuk menghindari membicarakan orang, mulailah bragging tentang diri kamu sendiri, dijamin kamu pasti tidak punya pendengar. Orang males kali dengerin kamu ngomongin diri kamu sendiri. Keuntungannya kamu jadi jago monolog tanpa pendengar. Mungkin… kamu malah jadi bahan gosip orang lain. Biarin aja, hitung-hitung jadi seleb.

4. Kalau tiga cara di atas belum berhasil, ayo putuskan semua koneksimu dari dunia luar. Matikan televisi, radio, internet dan semua hape kamu. Iya semuanya. Ditanggung kamu tidak akan punya bahan untuk bergosip, kamu juga berhemat pulsa, listrik and yay! You save the earth.

5. Yakin otak kamu encer? Ikut olimpiade matematika atau kejuaraan sudoku internasional. Kemudian buatlah perjanjian dengan mantan kamu yang paling ruesehhh dan memiliki dendam paling dalam ke kamu, kalau kamu kalah, dia boleh membeberkan soal orientasi seksual kamu ke dunia. Tapi kalau kamu menang, dia boleh dehidrasi di kutub utara. Kamu pasti bakalan sibuk belajar dan berusaha sebisa mungkin buat menang. Ayo, Jeung, kamu bisa!

6. Padati jadwalmu dengan kegiatan fisik yang menguras tenaga dan lakukan sendirian. Misalnya seharian ini manjat tebing, besok hiking di Puncak Semeru. Kamu pasti sudah kelelahan, kehabisan tenaga untuk bergosip. Bok, yaelah, napas saja susah.

7. Kalau memang kamu tidak bisa melakukan semuanya, ya sudah pasang saja lakban di mulut setiap hasrat bergosip muncul. Atau pakai kaos sablonan sendiri dengan tulisan ‘rajam saya jika saya bergosip’. Atau minta sahabat kamu untuk mengingatkan, jika kamu mulai bergunjing kamu ikhlas ditampar bolak-balik. Lumayan sih ,Jeungs, pipi memerah tanpa blush on. Mau, mau, mau?

Jeungs, last but not least, setiap kamu akan bergunjing coba pikirkan perasaan orang yang akan kamu gosipkan. Coba walk a mile in her shoes, dengan begitu kamu akan tahu, kamu sudah berjalan sejauh satu mil plus kamu mendapatkan sepatunya. Ciaoooo.

Happy Sunday!

@Lushka, SepociKopi, 2009