te.Lez.kop: Swing Out Sister
Oleh Shinigami
Bukan, saya tidak akan membicarakan tentang grup musik asal Inggris yang mulai ngetop tahun 1986 dan terus eksis sampai sekarang (di majalah ini tidak ada kolom musik) ataupun sebuah film musikal di tahun 1945 (ada resensi film, tapi bukan domain saya). Saya akan membahas tentang “swing” dalam arti kontemporer alternatif, yang menurut urbandictionary.com adalah to have open promiscuity with a selected group of partners, who “swing” each other’s wives and girlfriends back and forth to other people. Atau terjemahan bebasnya adalah “melakukan perselingkuhan terang-terangan bersama dengan sekelompok pasangan tertentu dengan cara saling bertukar istri atau pacar.”
Tenang, mari kita kesampingkan dulu serbuan kalimat seru yang beberapa di antaranya mungkin berbunyi “Hah?!”, “Apa?!”, “Ih, tak beradab!”atau juga makian-makian dalam semangat kedaerahan lainnya. Biarlah kita perlakukan swing sebagai sebuah wacana. Karena itu, mari coba memahami kegiatan swing ini secara konsep. Terlepas dari benar atau tidak benarnya perbuatan itu, kita akan berusaha melihat pemikiran apa yang dipakai oleh mereka yang melakukannya.
Tanpa mengecilkan unsur variasi dan kesenangan seksual, dua elemen yang saya rasa patut dihargai di dalam swing adalah keterbukaan dan komitmen. (Hmm…rasanya saya harus piawai seperti George W. Bush menghindari beberapa kali lemparan sepatu dalam tulisan satu ini, tapi biarlah, saya lanjutkan.) Swing jelas-jelas memiliki elemen keterbukaan. Tak ada yang namanya pertemuan sembunyi-sembunyi atau kegelisahan karena takut ketahuan. Semua orang yang telibat di dalam kelompok swing jelas mengetahui apa yang terjadi; siapa sedang bersama pacar siapa kali ini. Selanjutnya, faktor komitmen juga wajib hadir. Jangan kurung kata komitmen dalam arti eksklusif antara dua orang dalam sebuah hubungan, sebab sebenarnya ‘komitmen’ adalah kata yang merdeka, yang memiliki makna perjanjian atau keterikatan untuk melakukan sesuatu.
Dengan begitu, dapat saya katakan bahwa para swinger adalah orang-orang yang sangat mampu berkomitmen dengan teguh untuk saling bertukar pasangan dan dengan sangat baik menjauhkannya dari kecemburuan dan sakit hati. Malahan, menurut saya, ini bentuk komitmen yang jauh lebih sulit dibandingkan komitmen di dalam hubungan dua orang. Tidakkah kalian merasa para swinger ini patut mendapatkan aplaus panjang?
Secara konsep, komunitas homoseksual–dalam konteks majalah ini adalah lesbian—sebenarnya merupakan komunitas ideal bagi kegiatan swing. Untuk mengilustrasikan hal ini, saya hanya perlu membandingkan antara jumlah hubungan yang mungkin terjalin antara dua pasang hetero dan dua pasang lesbian. Bila dua pasang hetero melakukan swing, maka akan ada 4 hubungan di antara mereka. Sedangkan bila dua pasang lesbian melakukan swing, kita tak akan mendapatkan 4 hubungan tetapi 6 hubungan. Karena semua yang terlibat adalah perempuan yang menyukai perempuan, maka swinger lesbian terbebas dari faktor kelamin yang membatasi jumlah hubungan yang mungkin terjadi.
Namun, sesuatu yang ideal pada umumnya tidaklah sedemikian mudahnya terwujud, atau malah tidak akan pernah terwujud sama sekali. Demikian pula dengan realita yang terjadi dalam komunitas lesbian. Di dalam dunia yang kegiatan lirik-lirikan saja bisa menyulut perang cemburu lebih cepat daripada koneksi internet broadband mana pun, keberadaan swinger lesbian, saya rasa, bisa disebut sebagai anomali. Bagaimana tidak, bila pada umumnya lesbian memperlakukan hubungan mereka seperti Gollum memperlakukan cincin Sauron, menggenggamnya erat-erat sambil memberikan tatapan posesif serta bisikan penuh kemutlakan, “My precious…” Bisa-bisa yang terjadi adalah swing yang lain, yang artinya melayangkan tinju.
Mungkin, di dalam komunitas lesbian, swing mengalami pergeseran arti. Swing bagi kita bukan lagi “melakukan perselingkuhan terang-terangan bersama dengan sekelompok pasangan tertentu dengan cara saling bertukar istri atau pacar,” tetapi menjadi “berpacaran dengan mantan teman kita atau malah dengan mantan dari mantan kita”. Yea, I think we, lesbians, only swing when we’re out of the relationship. Dan wikipedia perlu menambah definisi mereka tentang Swing Out Sister.
@Shinigami, SepociKopi, 2009









Bwt yg playgirl kykna c cihui tuch….tp bwt yg loyal c kykna ga msk to do list. Yah back to person lah. Klo gw kykna ga kuat klo hrs liat gf ma org laen.
applause panjang kayanya lebih pantas diperuntukan untuk sang penulis yang telah berani menjamah konsep yang tabu dan kontroversial sebagai ide pena.
Di akhir parade Mardi Grass di Sydney, Australia…dulu (entah sekarang ) top acara dr parade itu adalah “sex party”, dmn para lesbian & gay bertukar pasangan + melakukan hubungan sex di 1 ruangan beramai ramai yg jumlahnya ratusan atau bahkan ribuan orang. Pastinya tidak akan ada rasa cemburu melihat pasangan kita disentuh atau bahkan berhubungan sex dgn org lain. Why??? Itulah budaya barat yg jauuuuh tertinggal secara moral & akhlak!!
Mereka boleh maju dlm segala bidang, tp kita org timur jauh lebih maju dr mereka dalam hal moral & akhlak…iya kan??
Apa kita jg mau mengejar kemunduran mereka? :p
Topik yang menarik. Dianggap aib tapi banyak pelakunya. Saya senang baca sepocikopi karena topik-topik di sini banyak yang berani menampar diri sendiri.
“…berpacaran dengan mantan dari mantan kita” itu yang aku merasa ‘aneh’ kalo mendengar temenku ada yg begitu, so far aku kayaknya ga bisa deh gitu..
tidak semua budaya dari luar bisa diadaptasi bahkan dipraktekan dalam budaya kita, sekalipun buat para lesbian, bukan berarti bisa ikut2an ber swing ria, lesbian juga harus bermoral kan…
setuju!..
emang di antara komunitas lesbian ini jarang ada yang swing, tapi ya itu misal “berbagi mantan” atau pacaran dengan sahabat mantan/kekasih hihihih… jadi swing out ya? hehehe
waduh ga kebayang deh mlihat partner jalan sama cewe lain,,, pasti udah kumutilasi deh tu orang
,,upsss
waaaaah gimana ya menyatukan hati dan perasaan nya …….
ga gampang lho menyatukan rasa, hati dan cinta kepada nya pa lagi mantan dari mantan ku. Huh …. ga la yauw
Yang ada bayangan dia teruss dan kenangan-kenangan yang menyakitkan kali kalo aku bersama mantannya mantan
been there…done that
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments