Aturan Penting Facebook buat Lesbian
Oleh: Fredric
Hidup bersosialisasi di dunia maya sebenarnya tidak berbeda dengan dunia sesungguhnya. Pikirkan relasi yang seorang lesbian dapatkan di ruang chatting maupun jejaring-jejaring sosial lainnya. Beberapa teman saya berkata sesungguhnya dunia “maya” dan “bukan-maya” berbeda dalam konteks lesbian sebab para lesbian lebih suka menyamarkan identitas mereka dibandingkan berterus terang. Namun apapun argumentasi itu, saya tetap meyakini bahwa dunia maya, entah untuk heteroseksual atau homoseksual, adalah sama, memiliki tata krama dan aturan-aturan yang mirip dengan kehidupan bersosialisasi dengan tetangga di kompleks perumahan kita.
Saya ingin membahas tentang jejaring sosial bernama Facebook. Ayo, siapa yang sudah mulai demam Facebook? Gara-gara Facebook, beberapa teman lesbian menjadi tersinggung dan bertengkar satu sama lain. Pernah mengalami hal itu? Tulisan ini berusaha menjabarkan Aturan Penting dalam Facebook untuk Lesbian.
Sejujurnya, saya tidak mempunyai akun dengan identitas lesbian saya (sekalian pengumuman di sini: saya tidak tertarik untuk mempunyai akun ‘Fredric’, terima-kasih-banyak-yang-sudah-mengundang-saya). Saya lumayan aktif di Facebook menggunakan nama asli saya dan sangat selektif dalam menentukan siapa saja yang saya add sebagai teman. Di akun Facebook, ada sahabat masa kecil (SD, SMP, SMA, dan kuliah), teman kantor zaman purba, tetangga, keluarga, relasi, bahkan murid-murid saya. Teman lesbian? Wait. Apa yang dimaksud dengan teman lesbian di sini?
Teman lesbian dalam konteks Facebook adalah teman yang saya kenal dengan sangat dekat. Saya tekankan dengan jelas; teman yang sangat dekat. Definisinya adalah teman yang telah melewati proses persahabatan selama beberapa tahun. Saya percaya kualitas persahabatan sebaiknya diukur dari angka kalender daripada kualitas kedekatan yang entah diukur dari apa (banyak lesbian yang usia persahabatannya baru beberapa bulan terlihat seperti bayi-kembar-terpisah-sejak-kecil-tapi-ketemu-gede, tapi kebanyakan tidak bertahan menjelang tahun kedua). Saya sering meng-ignore bahkan menolak orang-orang baru (baca: lesbian) yang mencoba menjadi teman (tapi saya tidak kenal) atau mereka yang baru beberapa menit lalu saya kenal melalui medium chatting. Saya tahu beberapa orang senang meng-add siapa saja apalagi lesbian, tapi saya bukan seperti itu.
Bagi saya, Facebook adalah daerah privasi saya. Ibaratnya, Facebook dan jejaring sosial lainnya adalah rumah pribadi saya. Di sana ada foto-foto, komentar-komentar lucu dari manusia yang berada di lingkaran terdekat hidup saya, dan status-status pribadi yang merepresentasikan pikiran, aktivitas, dan perasaan saya. Saya sangat selektif dalam mengatur siapa yang diperbolehkan melihat ranah pribadi saya. Saya heran dengan tekanan meng-add sesama lesbian dengan ucapan “Kita kan tahu sama tahu, jangan sombong seperti itu Non.” atau “Akunku juga bebas lesbian kok, santai aja, ini kan Facebook straight. Kenapa sih nolak, kan sama-sama straight?”
Aturan Penting Facebook buat Lesbian: satu, jangan tersinggung apabila saya meng-ignore dan menolak permintaan pertemanan lesbian yang tak saya kenal atau baru saya kenal atau simply, saya memang tidak mau dia menjadi bagian dari jejaring sosial saya. Ditolak bukan akhir dunia, tidak perlu menyimpan dendam berlebihan. Hargai keputusan orang tersebut dan tidak perlu sakit hati.
Pernah tidak menerima permintaan di-add dan approve dengan cara memaksa? Kalau saya tidak meng-approve-nya, si peminta akan mengata-ngatai diri saya sebagai lesbian sombong atau belagu. Dalam dunia nyata, apakah boleh kita mengebel rumah orang lalu memaksa orang membuka pintu supaya kita bisa masuk? Kalau tidak diperbolehkan masuk, apakah kamu akan memaki-maki si pemilik sombong?
Aturan Penting Facebook buat Lesbian: dua, sikap sopan dan santun tetap berlaku di dunia maya.
Banyak lesbian take Facebook so seriously, seperti merasa “nggak enak” kalau menolak sesama sista, apalagi sista-sista yang menggunakan akun nama asli. Juga merasa “nggak enak banget” kalau kepengin menghapus akun lesbian yang menyantol dan tampaknya mengganggu pemandangan.
Aturan Penting Facebook buat Lesbian: tiga, saya tegaskan sekali lagi, akun Facebook adalah akun pribadi milik masing-masing. Jangan “merasa nggak enak” untuk MENOLAK dan MENGHAPUS sesama lesbian. Lakukan dengan bebas! Dunia maya bukan sepotong angkasa tanpa batas. Dunia maya memiliki banyak sekali batasan-batasannya. Yang menentukan batasan-batasan ini adalah diri kita sendiri. Ingat, privasi sangat penting. Kalau tidak dijaga dengan baik, siapa yang menjamin keamanan? Siapa tahu orang yang mengaku sesama sista akan mencuri foto paling pribadi dan kemudian menggunakan foto tersebut untuk kejahatan lainnya.
Jadi, ikuti saja peraturan itu dan hiduplah dengan santai. Kenapa harus ngotot berhubungan dengan sesama lesbian? Dunia itu tidak seluas daun kelor! Ditolak temanan, masih banyak teman lain. Dihapus menjadi teman, bakalan seribu teman datang. Kenapa harus takut, merasa nggak enak, tersinggung, dan marah-marah? Jejaring sosial dan teknolog diciptakan untuk memberikan input positif bagi kemajuan peradaban, bukan malah menghasilkan sikap kekanak-kanakan yang tidak berkembang menjadi manusia dewasa.
@Fredric, SepociKopi, 2009









siiiip
Thanks buat infonyanya sis!
is really that worse????
waduh-waduh ada yang lagi marah2,,,
take a deep breath bu,,
bukan saya ko yg memaksa masuk pekarangan rumah org lain, :p
buat sista2 yang lain, kalau yang empunya tidak mempersilahkan bo ya jgn ngotot,,, peace
Rumahku untuk semua orang, real or not real.
Rumahku untuk yang membutuhkan, real or not real.
Rumahku kadang disalahgunakan, real or not real.
Tapi ya sudahlah yang penting niatku tulus.
Peace.
I should say that I completely agree with you.
Akun facebook memang cukup sensitif, terutama karena banyak informasi yang bisa didapatkan dan disalahgunakan di sana. Seorang teman pernah bercerita (entah nyata atau tidak) bahwa ada seseorang yang begitu terkejut menemukan blog dan macam2 akun di internet atas namanya, lengkap dengan profile-nya. Ternyata yang membuat adalah orang lain, dengan memanfaatkan info yang didapat lewat akun facebook. Lewat blog dan akun2 lain itu, si pencuri identitas bebas berlaku dan berkomentar semaunya menggunakan identitas orang lain. Lesbian atau bukan, harus tetap hati2 meng-add teman baru di Facebook.
setuju!!!
Aku setuju juga seh. Temenku pernah ngalamin kasus seperti yg Sky cerita, apalagi temenku itu memang selebriti yang banyak fans-nya otomatis info-info sederhana seperti tempat tanggal lahir banyak orang yg tau.
Kl buat aku pribadi, tetep lebih nyaman dengan 2 akun meski agak ribet.
Gak diapprove marah-marah? Itu beneran? kayak ABG saja.
Tapi memang, seorang kawan saya mengalami ICT Fake. Seseorang menduplikasi facebooknya, mencuri identitas dan bahkan sampai foto. Dilaporkan dan sudah ditutup.
Hati-hati..
kayanya nggak cuma facebook, jejaring situs lain juga rentan pemalsuan. Adeku mengalami beberapa profilnya di beberapa situs lain juga dipalsukan bahkan dihacker sampai rusak tuw akunnya. whatever, be carefull is a must
buset segt nya…..
tapi aku setuju tuh,,,
Ini aq stuju bgt.
Wjb hati” wkt nge add strangers.
Drpd fb aq knapa” mnding di ignore tu strnger2.
Mencegah lbh baik drpd menyesali
SETUJU………!!!!
RUMAH KU ISTANA KU
Klo mau bertamu hargai peraturan2 yang berlaku
iyah serem kl sembarangan,,,di fb kan ada keluarga n kerabat,, paling males kl temenan di fb ma L yg pamer kemesraan,, ga enak bgt di liat nya,, lagian berbahaya juga x yah,, poto mesra kan ga harus jadi konsumsi public,,
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments