watch_by_peachjuiceOleh: Sidney

Salah satu cara menilai status sosial dan ekonomi seseorang adalah dari jam tangan, itu kata seorang teman lesbianku yang senang bergonta-ganti pacar. Bukan aku. Tapi sialnya saran itu terus terngiang di otakku. Gara-gara saran itu setiap kali ketemu orang, aku selalu melirik merek jam yang dipakainya.

Sampai suatu weekend, aku diajak bertemu dengan butch asal Singapore yang kebetulan sedang berkunjung ke Jakarta. Usut punya usut, ternyata dia adalah temannya teman. Konon, butch ini katanya bisa mendapat cewek mana pun sekali menjentikkan jari; femme, andro, dan butch tunduk di hadapannya. Penasaran? Tentu saja, berhasilah aku dibuatnya penasaran setengah mati.

Di restoran yang terletak di hotel bintang lima, aku dan dua temanku, jadi kami berempat duduk menikmati hidangan buffet makan siang. Kami mengobrol ke sana kemari. Mulai bicara tentang bisnis sampai relationship. Kulihat penampilan si butch ini, nggak sekeren Shane atau setampan Max. Apa sih yang bikin dia punya cewek yang bertebaran di sepenjuru Asia?

Tangannya mengibas sesekali. Cincin bermata berlian mungil menghiasi jari manisnya. Tangannya mengibas lagi, ujungan lengan kemeja tangan panjangnya tertarik sedikit, memperlihatkan jam Chopard dengan butiran-butiran berlian menghiasinya. Harganya? Kalau dicantumkan di majalah lifestyle, akan tertulis Price by Request, kan nggak mungkin membuat orang takut dengan mencantumkan harga sepotong jam tangan yang bisa membeli rumah kecil di daerah pinggiran Jakarta.

Weits, temanku sepertinya mulai nempel dengannya (Padahal baru kenal, bo!). Tanpa mengurangi rasa hormat pada temanku itu, tampaknya dia juga mulai kepincut. Aku menggigit bibir. Maaf ya, aku nggak akan termasuk yang kena sihir pesonanya. Sepanjang makan aku masih berpikir apa sih yang bikin butch ini menarik? Pasti ada daya tariknya yang nggak kelihatan. Tapi entah mengapa mataku selalu tertuju pada jam tangannya yang supermewah itu. Hmm, aku yakin jam tangannya itu yang bikin cewek-cewek pada kepincut!

Mungkin saran temanku dulu itu benar. Jam tangan bukan cuma menunjukkan waktu, tapi juga status dan menggaet cewek. Kalau memang mau lihat waktu, kan bisa lihat jam yang berada di hape. Tapi urusan status, ya itu tidak tergantikan. Kalau kamu suka pakai jam tangan bermerek yang palsu, artinya suka status palsu dong?

Jam tanganku sih dibeliin Mama di Singapore, Christian Dior yang berbentuk kotak dan bertali kulit cokelat. Aku tidak terlalu tertarik mengenakan berbagai jenis jam tangan, tapi berhubung Mama adalah seorang kolektor jam tangan, aku familiar dengan berbagai merek jam tangan beserta harganya yang dimulai dari ratusan ribu rupiah sampai dengan puluhan juta rupiah. Aku sungguh-sungguh tidak terlalu peduli dengan jam tangan walaupun seringkali diseret Mama ke toko jam untuk melihat-lihat dan menambah-nambah koleksi jam tangan Mama. Berdasarkan “ilmu” ku yang diturunkan Mama, jam tangan butch temanku ini kutaksir harganya sudah pasti mencapai ribuan US dollar.

Masih banyak teman-teman lesbianku yang menaksir status sosial dan ekonomi calon pacar atau calon gebetan dari hape yang digenggam orang tersebut. Sttt, udah basi kali menilai  status sosial dan ekonomi dari hape. Sini kuberitahu ya. Sebenarnya yang paling tepat adalah melirik ke arah lebih atas lagi ke sekitar pergelangan tangan, yaitu jam tangan. Cewek semakin kelihatan seksi dan mahal dari jam tangan yang melingkari tangannya. Oya, hati-hati merek palsu karena banyak sekali jam tangan palsu yang bertebaran. So, better watch out and watch this. Kamu kan nggak mau mendapatkan pacar palsu yang memalsukan segala-galanya?

@Sidney, SepociKopi, 2009