Tentang Ayah
Oleh: Ken Lee
Dulu, dia lelaki yang disiplin dan berwibawa. Pemimpin yang selalu menerapkan kebebasan berpendapat, menentukan pilihan, dan bertanggung jawab atas pilihan tersebut.
Lelaki itu adalah saingan dan sahabat lelaki terbaik yang kumiliki sampai saat ini.
Dia adalah pemainan catur di waktu senggang, menjadi sainganku. Dia juga teman berrsamaku untuk menonton bareng sepakbola dan taruhan tim-tim sepok bola favorit. Kami sering bersitegang tapi akhirnya baikan lagi.Aku tahu dia sering mengalah untukku, seorang “his little girl” yang keras kepala dan penuh ambisi. Dia rela berbagi kemeja jadulnya, celana pendek serta sandalnya. Jadi ingat bagaimana raut wajahnya pagi itu ketika pertama kali melihatku memakai kemeja jadulnya, padahal kemeja itu sudah beberapa kali kupakai.
Lelaki itu adalah sang motivator untuk menjadi diri sendiri dan menjalani hidup agar tidak bermenye-menye atau bertangisan.
Di usia tujuh belasan, aku harus berpisah dari keluarga. Dia melepaskanku sambil berkata “Nak, life is full of struggle. Saya tidak bisa berbuat apa-apa kalau terjadi sesuatu denganmu di perantauan. Ingat, masa depanmu tergantung pada dirimu sendiri, bukan siapa pun. Saya hanya bisa mendoakanmu dari jauh.”
“Ya. Aku tahu itu, Yah. Terima kasih karena telah mendoakanku.” Batinku berkata lain, “Aku juga tahu a lesbian’s life is full of struggle. Sama-sama, Yah.”
“Kalau itu sudah menjadi pilihan kamu, pergilah, Ayah percaya kamu!”
Akhirnya aku pergi jauh untuk menjadi lesbian yang berpendidikan, mapan, berguna, berani mengambil resiko dan mewujudkan mimpi-mimpi kami. Aku pergi meninggalkan kota kelahiranku. Bersama perempuanku.
Dan sekarang, lelaki tua itu masih seperti dulu, tetap menyayangiku, dan ingin dekat denganku. Setelah kepergian ibu tercinta tahun lalu, dia memilih menghabiskan hari-hari masa tuanya bersamaku dan partner.
Sungguh, lelaki itu adalah sahabat terbaik yang penuh bijaksana dan sangat kuhormati.
I Love you Dad!
@Ken Lee, SepociKopi, 2009
Tentang Ken Lee:
Jatuh cinta pada pedesaan, laut dan hutan. Bercita-cita menjadi seorang petani setelah pensiun nanti.









what a lovely daddy!, salam kenal ke dan salam hangat buat ayah yang begitu penuh pengertian dan cinta.
huaaahhhh jd kangen mama qu
(
Jd inget ama ayahku.
I luv my dad too, ken…
suka bacanya…jiwanya sangat baik…suka!
@Arinie :thanks ya. salammu pasti aku sampaikan ke papa. salam kenal jg dariku
@keyz: salam kenal. salam buat mamamu ya
@LeiL:jangan cuma kangen dunk.. beri dia prioritas. salam kenal
@lifeishappi:yups.. begitulah adanya beliau. salam kenal
sy izin kutip artikelnya untuk tugas
kangen ayah
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments