Buku: Anne of Green Gables – Tokoh Legendaris Beraroma Lesbian Abad 19
Oleh: Lakhsmi
Seratus tahun sudah buku Anne of Green Gables diterbitkan dan dibaca oleh puluhan juta pencintanya. Buku itu ditulis oleh Lucy M. Montgomery (1874-1942), penulis Kanada yang telah menghasilkan banyak novel, cerita pendek, serta puisi, dan diterbitkan pada tahun 1908. Mulanya buku tersebut ditujukan untuk para pembaca dewasa, tapi belakangan, seri Anne of Green Gables dimasukkan ke dalam genre prosa kanak-kanak. Sejak terbit sampai dengan perayaan seratus tahun Anne of Green Gables, buku itu telah terjual lebih dari lima puluh juta kopi, mengalahkan buku-buku klasik lainnya seperti To Kill a Mokingbird, Gone with the Wind, bahkan buku kanak-kanak seri Harry Potter.
Kisahnya dimulai dengan sepasang kakak beradik tidak menikah yang sudah paroh baya, Marilla dan Matthew Cuthbert ingin mengadopsi seorang remaja lelaki untuk mengurus rumah dan perkebunan luas mereka yang dinamai Green Gables. Karena kesalahpahaman komunikasi, mereka mendapat kiriman seorang gadis yatim piatu berusia sepuluh tahun yang bernama Anne Shirley. Anne seorang gadis berambut merah, memiliki bintik-bintik di wajahnya, periang, banyak berbicara, dan membuat “ayah dan ibu” angkatnya seketika jatuh cinta kepadanya.
Buku ini mendapat banyak ulasan, kritik, dan studi yang mengangkat isu lesbianisme. Sebanyak pihak yang mendukung bahwa Anne Shirley bukan seorang lesbian, sebanyak itu juga pihak yang menganggap Anne Shirley adalah seorang remaja abad 19 yang memiliki tendensi homoseksual. Anne memiliki hubungan persahabatan yang sangat intens dan dekat dengan Diana Berry. Novel Anne of Green Gables penuh dengan adegan-adegan erotisme nan halus dan romantisme yang nyata antara perempuan dan perempuan melalui bahasa tubuh, percakapan, dan kelekatan antartokoh.
Mari dengarkan bagaimana Anne curhat kepada ibu angkatnya, Marilla Cuthbert tentang sahabat perempuan yang sangat dekat dengannya, Diana:
“Ini tentang Diana,” Anne terisak dengan syahdu. “Aku sangat mencintai Diana, Marilla. Aku tak akan pernah mampu hidup tanpanya. Tapi aku tahu betul, jika kami dewasa, Diana akan menikah dan pergi meninggalkanku. Dan oh, apa yang harus kulakukan? Aku benci suaminya – aku benar-benar membencinya.”
dan
“Pria-pria muda memang sangat pantas untuk dipikirkan, tapi sungguh tidak layak untuk mengaitkan mereka dalam segala hal, iya kan? Diana dan aku berpikir serius untuk saling berjanji untuk tidak akan menikah, dan akan menjadi perawan tua yang baik dan hidup bersama selamanya.”
Atau bagaimana mereka saling mengirim surat yang isinya seperti di bawah ini:
Anne kepada Diana: …jiwa kita bisa bersatu. Aku akan menyimpan bingkisan indahmu selamanya. Malam ini aku akan tidur dengan suratmu yang kusimpan di bantal.
Diana kepada Anne: Jika kau menyayangiku seperti aku menyayangimu, hanya maut yang dapat memisahkan kita berdua
Atau tentang sumpah Anne dan Diana:
“Aku akan mengucapkan pernyataan sumpahku duluan. Dengan sepenuh hati, aku bersumpah untuk tetap setia kepada teman sehatiku, Diana Barry, selama mentari dan rembulan masih ada. Sekarang, kau harus mengucapkan namaku juga.”
Diana mengulangi pernyataan sumpah itu sambil tertawa sebelum dan sesudahnya.
Atau pernyataan rasa sayang mereka berdua:
“Sepuluh menit tidak terlalu lama untuk mengatakan selamat tinggal untuk selamanya,” kata Anne, berurai air mata. “Oh, Diana, maukah kau berjanji dengan sungguh-sungguh, tak akan pernah melupakanku, teman masa kecilmu, meskipun suatu saat nanti ada ada teman lain yang lebih menyayangi dirimu?”
“Tentu saja aku tak akan lupa,” isak Diana, “dan aku tak akan pernah memiliki teman dekat lain – aku tak ingin memilikinya. Aku tak bisa menyayangi orang lain seperti aku menyayangimu.”
“Oh Diana,” ratap Anne, sambil menepukkan dua tangannya, “apakah kau menyayangiku?”
“Ya, tentu saja aku menyayangimu. Apakah kau tahu itu?”
“Tidak.” Anne mengembuskan napas panjang. “Kupikir kau menyukaiku, tapi aku tak pernah berharap kau menyayangiku. Karena, Diana, kupikir tiada orang yang akan menyayangiku. Tiada yang menyayangiku sejak aku bisa mengingat. Oh, ini sangat menakjubkan! Seberkas sinar akan selalu menyinari kegelapan jarak yang memisahkan diriku dari dirimu, Diana. Oh, tolong katakan itu sekali lagi.”
“Aku sangat menyayangimu, Anne,” kata Diana dengan suara tercekat, “dan aku akan selalu menyayangimu, kau harus yakin akan hal itu.”
“Dan diriku akan selalu mencintai dirimu, Diana,” kata Anne dengan syahdu sambil merentangkan tangannya. “Pada tahun-tahun mendatang, kenangan akan dirimu akan bercahaya bagai bintang yang menyinari hidupku yang sepi, seperti tertulis di cerita terakhir yang kita baca bersama. Diana, maukah dirimu memberi diriku seberkas rambut hitam legammu, untuk kenang-kenangan perpisahan selamanya?”
Atau bagaimana Diana cemburu dengan Anne yang tinggal asrama dan bersekolah di tempat yang berbeda:
“Kupikir kau lebih menyukai Stella Maynard itu daripada aku,” kata Diana sedikit menuduh. “Josie Pye berkata kau begitu. Josie mengatakan kau sangat terikat dengannya.”
Anne tertawa dan melemparkan sekuntum lily bulan Juni yang telah layu dari buketnya.
“Stella Maynard adalah gadis yang paling kusayangi di dunia, kecuali satu orang. Dan kaulah orang itu, Diana,” dia berkata. “Semakin hari aku semakin menyayangimu – dan begitu banyak hal yang ingin kuceritakan.”
Adegan-adegan yang halus, lembut, dan puitis seperti itu bertebaran di halaman demi halaman novel Anne of Green Gables. Professor Laura Robinson dari Royal Military College menulis risetnya tentang woman’s study dengan tema penokohan Anne Shirley di Anne of Green Gables yang berjudul Bosom Friends: Lesbian Desire dan membaginya dalam Konferensi Akademik di Edmonton. Tulisannya mendapat reaksi luas dan memicu pro dan kontra. Robinson mengatakan karakter Anne Shirley selalu menunjukkan kerinduan dan kebutuhan akan kedekatan mesra dengan sahabat perempuan, khususnya Diana Berry. Walaupun terjadi perdebatan yang tidak memiliki titik temu, keseluruhan pembaca dan peneliti akademis sepakat akan jenis persahabatan yang bolehlah disebut sebagai “persahabatan romantis” yang terjadi di antara dua perempuan – Anne dan Diana.
Anne of Green Gables akhirnya menjadi seri tersendiri dengan tokoh Anne Shirley oleh pengarangnya. Ada delapan buku tentang Anne Shirley mulai dari Anne yang berusia sepuluh tahun (Anne of Green Gables) sampai dengan berusia lima puluh tahun (Rilla of Ingleside). Buku ini telah diangkat ke layar televisi dan menjadi film seri untuk keluarga.
Bagaimana pun, aku tidak dapat menyangkal bahwa aku memercayai Anne of Green Gables adalah novel (beraroma) lesbian yang ditulis di abad 19 di mana saat itu hubungan mesra antar-perempuan disembunyikan dalam kode persahabatan. Terlebih lagi, Anne of Green Gables kini dimasukkan dalam genre prosa kanak-kanak, semakin tertutup kemungkinan bagi karakter Anne Shirley untuk dideklarasikan sebagai pemudi yang memiliki bibit-bibit awal lesbianisme di usia remajanya. Tapi lesbian atau bukan, Anne of Green Gables adalah novel klasik yang indah dan memesona.
@Lakhsmi, SepociKopi, 2009
(*) Anne of Green Gables telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh penerbit Qanita (2008)









buku yang menarik dan selalu tak ketinggalan jaman, Thanks ulasannya ya lakhs…
aduh, tiba-tiba deja vu ni..
dulu waktu harry potter baru tamat, muncul spekulasi dumbledore itu gay.
kenapa ya aku selalu menangkap nada kemenangan setiap ada buku atau film yang awalnya biasa aja trus tiba-tiba ada yang muncul dengan teori gay-lesbian tentang buku/film itu.
apa kita segitu haus pengakuan ya?
cinta yang mempesona ……
rasakan betapa indahnya dicintai …….
dan mencintai ……..
Ketulusan mencintai menumbuhkan keteguhan hati
Ketulusan dicintai menumbuhkan kekuatan baru dalam hati kita
satu lagi PR yang harus dibaca diliburan kali ini, semoga bisa saja bisa memahami maksud penulis dalam novel ini. thanks ya…
fjameela, ini bukan haus pengakuan dengan mencari2 sesuatu yg tidak ada lalu sengaja diada2kan demi keberadaan.
Di Inggris sendiri 200.000 judul buku yang terbit setiap tahun. Di Indonesia sendiri terbit sekitar 15.000-25.000 judul buku tiap tahun. Adalah wajar jika dalam konteks jumlah saja kita bisa menemukan subteks LGBT di antara buku-buku tersebut.
“Teori” ini menjadi bahan diskusi sastra atau bidang lainnya seperti komunikasi dan antropologi. Bahkan menjadi bahan riset Woman’s Studies oleh profesor dari Royal Military College seperti yang bisa terbaca dalam tulisan ini.
Untuk Dumbledore, J.K Rowling sendiri yang dengan tegas menyatakan bahwa Dumbledore is gay, bukan subteks. (Dan tidak, seingat saya kaum LGBT tidak langsung mengadakan pesta semalam suntuk untuk merayakannya.)
ak sudah baca buku nya yg anne of gre.. , sebelum baca ulasan ini, pernah nyangka sedikit sih, klo Anne itu menyukai perempuan, tapi ak ngedukung dia untuk jadian sama musuh nya dia yg cowok, jdi menurut ku Anne gak lesbian….isi bukunya bikin tersenyum…Anne gila.
@Ani: aku sudah membaca puluhan tulisan pro dan kontra mulai dari komentar iseng sampai yang serius (bahkan mendengar rekaman interview dan membaca catatan penelitian ilmiah beberapa profesor bidang sastra dan woman’s studies), meneliti kalimat demi kalimat di puluhan halaman novel AoGG yang udah lecek dan tertekuk krn sering kubalik-balik, aku akhirnya memutuskan untuk menuliskan ulasan buku ini di media lesbian sepocikopi dengan berani mengambil kesimpulan untuk berdiri di posisi kelompok pro yang meyakini Anne Shirley memiliki kecenderungan homoseksual.
Aku juga sudah membaca buku sambungannya yang memperlihatkan karakter Anne yang semakin dewasa. Dengan tambahan informasi meneliti riwayat hidup pengarangnya Lucy Montgomery beserta mempertimbangkan kemungkinan-kemungkinan lain, aku meyakini kecenderungan homoseksual Anne tidak menghilang melainkan “lenyap” secara sadar (atau tak sadar?) agar segala sesuatunya sesuai dan selaras dengan kehidupan masyarakat abad 19.
*Lakhsmi
mau nanya ada nggak ya filmnya AoGG sekarang?? ada yang bisa kasih info/? aku jadi pengen lihat…thanks
@Rensia, kamu bisa lihat filmnya di youtube.
Buku Anne of Green Gables tidak ada cetakan barunya ya?
Kira-kira bukunya bisa didapatkan di mana?
@Alex:…Eh? JK Rowling benar2 menyatakan bahwa Dumbledore is gay? Kapan dan di mana…?
@Sky: kan sudah aku bilang di akhir tulisan bahwa buku ini sudah diterjemahkan dan diterbitkan tahun lalu. Silakan saja cari di toko buku.
Silakan cari internet untuk informasi lebih detail tentang Dumbledore adalah gay.
*Lakhsmi
oia.. heheh.. kelewat, ga kebaca
buku anne yang terakhir bakaln terbit ke indonesia ga ya? gue liat di belakang cover buku anne of avonlea serial buku nya cuman sampe anne’s house of dreams doang
ya ampun…
aqqu baca buku nie ampe nangis…
iuch..
so swweet bgedt…
gw gk suka novel AoGG
jalan critanya lambat, btele2 n pjg
tipikal tulisan zaman baheula
namun tetep hal positif yg gw ambil adlh
semangatnya u blajar yg bgitu besar
trus, jd bs mmahami prasaan anak2
gk tahan bgt bc tiap momennya
yg slalu jd bab baru
pegelll…
aku suka sekali seri buku anne of green gables ini, seperti @ani aku juga sempet pikir dia ada kecederungan lesbian, tapi akhirnya aku simpulkan, dia cuma seorang anak kecil yg belum merasakan kasih sayang, dan saat ada seseorang yg hanya menyayangi dirinya seorang (diana dalam hal ini), anne benar2 mencurahkan segalanya untuk orang itu.
Lagi pada saat anne dewasa, pada akhirnya dia menemukan cinta yg sebenarnya dengan seorang pria kan?
tapi kalau kesimpulan orang lain berbeda, ya gak apa2, bebas berpendapat..
sekali lagi aku suka sekali seri ini, dan selalu menunggu terjemahan bahasa indonesianya..
@rzka udah ada kok Anne of Ingleside! ngisahin anak2 anne..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, apa kabar?
Mungkin banyak yang menganggap pertanyaan ini hanya basa-basi dan pemanis bibir saat bersua. Tapi pernahkah para lesbian merasa bahwa yang tersirat di baliknya adalah harapan untuk mendapatkan jawaban dengan dua kata: baik dan sehat?
Lesbian, kesehatan adalah modal utama dalam menjalani kehidupan. Kita bisa berkarya dan beraktivitas dengan maksimal jika didukung kesehatan yang prima. Kita bisa menikmati indah dan asyiknya kehidupan jika tidak terganggu oleh keluhan sakit ini dan itu.
Lesbian, jagalah kesehatan yang Tuhan karuniakan dengan membudayakan hidup sehat dan seimbang. Makan makanan sehat, olahraga dan olahjiwa secara teratur serta jauhi rokok dan alkohol. Jadilah lesbian sehat yang kece. Ajak teman dan partner untuk sama-sama sehat agar bisa berkarya hingga puluhan tahun lagi. Selamat menikmati kehidupan seimbang dan bahagia bersama SepociKopi untuk seluruh pembaca setia. Peluk dan cium buat semuanya.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 65 queries. 0.634 seconds.