Cuci Mata: Go Veg!
Oleh: Sidney
BlackBerry-ku menunjukkan adanya pesan masuk. Beberapa teman lesbian telah menunggu di resto di Kemang yang menyediakan healthy food. Tidak sulit mencari lokasi resto tersebut karena aku dan partner pernah beberapa kali ke sana untuk ketemu dengan geng lesbian “sehat” ini.
Sebut saja teman-temanku ini dengan nama mereka Paris, Rome, dan Florence. Tiga-tiganya lesbian yang health freak. Tidak boleh ada asap rokok di dekat mereka, or you’ll get a slap on your face. Ketiganya adalah health concious lesbian, mereka hanya makan makanan sehat dan semuanya vegetarian.
Sebagai orang yang doyan makan dan pecinta daging, aku kagum pada orang yang sanggup jadi vegan. Aku bakal ngiler setiap kali membayangkan masakan padang, bakmi ayam, atau wagyu beef. Untungnya resto yang kami kunjungi ini tidak hanya menyediakan makanan vegetarian tapi juga makanan ber”dosa”.
Setelah keeping up with the latest gossip, aku melontarkan kekagumanku pada kemampuan mereka menjadi vegan.
“It’s not that hard,” kata Flo. “Masalahnya cuma di niat.”
“Dan tujuan,” kata Rome.
“Jangan lupa alasannya,” imbuh Paris.
“Aku nggak mau menjadikan perutku sebagai kuburan hewan,” kata Paris. “Jijik bayanginnya.” Tangannya mengibas memperlihatkan kilau cincin berlian bermata tunggal.
“Dan juga supaya hidup lebih sehat,” kata Rome. “Kita harus punya health conciousness. Apalagi sebagai lesbian, kesehatan itu penting banget. Nggak ada suami atau anak yang ngurusin kita nanti.”
“Kalau tujuan dan alasannya udah jelas, tinggal niat aja,” kata Flo. “Sekali sudah mulai, tubuh rasanya bersih dan ringan. Sejak jadi vegan, aku nggak merasa guilty atau sedih lagi setiap kali lihat ayam diikat dan dibonceng di motor atau sapi yang diangkut ke pembantaian. Animals have rights, you know.”
Mereka berceloteh seru tentang nikmatnya menjadi vegan. Flo yang paling lama, dia sudah 6 tahun. Sementara Rome dan Paris baru 3 tahunan menjadi lesbian. “Hidup sebagai vegan itu artinya lebih peduli pada lingkungan dan kesehatan kita sendiri. Nggak ada yang bakal memikirkan kesehatan kita kecuali diri kita sendiri. Jadi harusnya kesadaran itu sudah timbul sedini mungkin.”
Setelah habis mendengar promosi sobat-sobat lesbian veganku, sejenak hatiku terdorong untuk hiduo lebih sehat. Besoknya aku berusaha makan sayur-sayuran saja. Akibatnya aku lemas dan otakku membayangkan jutaan makanan lezat berdaging penuh dosa. Tengah malam aku memasak mi instan saking lapar mata dan lapar perut. Girls, maaf ya, mungkin belum saatnya jadi vegan. Tapi aku berjanji akan hidup lebih sehat. Dimulai dengan menjauhi mi instan, karena aku jadi diare keesokan harinya. Yay, Go Veg!
@Sidney, SepociKopi, 2009









Go vegan…
selain lebih sehat, kita juga ikut mengurangi warming global yang menjadi masalah utama umat manusia sekarang.
I vegan too…
For health n for earth….
salam buat2ny sidney
bukan masalah veg atau non veg sih, tapi yang lebih penting ‘balance’ aja..tho dari kecil kita tau ada protein nabati dan ada protein hewani, dan semua itu bermanfaat buat tubuh kalau dikonsumsi dalam kadar yang cukup.
vegan? sekali-kali boleh kali ya tapi kalau for the rest of my life kayaknya susah kecuali tinggalnya jauh di hutan dimana cm ada kehijauan hihihi..
salut buat yang vegan ^^
ga ada yang salah dengan negan atau non vegan. yang terpenting ketika menjadi vegan adalah kebutuhan mineral dan nutrisi lainnya yang biasanya terpenuhi dari asupan hewani harus juga terpenuhi dari asupan makanan non hewani. jangan lupa, untuk jumlah kalsium terbanyak, hewani dan dairy product masih megang. sebagai lesbian penting untuk menjaga asupan kalsium agar tidak osteoporosis. hati-hati pada suplemen kalsium yang banyak di jual dipasaran. karena masalahnya, penyerapan kalsium yang ooptimal adalah dibawah usia 30 tahun, lebih dari itu, who knows…coba anda bayangkan jika anda yang lebih dari 30 tahun mengkonsumsi banyak suplemen kalsium, yang terjadi malah penumpukan kalsium di dalam tubuh karena tidak lagi terserap optimal. akibatnya bisa macam2… salah satunya gangguan ginjal…
Hmm..
Stuju bngt c untuk jd vegan..
Tpi aqu lum siap..
T.T
Tpi tuk hdup lbih sehat it must be!
^_^
Hey Sid you changed my name without asking my permission
I didn’t know you have a special place for writing. Cool. Now I am going to visit you often. I have became your number one wacko fans. Will you please sign one of my breasts..hahahahahahahaha..
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments