Home » Cuci Mata

Cuci Mata: Go Veg!

6 June 2009 78 views 6 Comments

veganOleh: Sidney

BlackBerry-ku menunjukkan adanya pesan masuk. Beberapa teman lesbian telah menunggu di resto di Kemang yang menyediakan healthy food. Tidak sulit mencari lokasi resto tersebut karena aku dan partner pernah beberapa kali ke sana untuk ketemu dengan geng lesbian “sehat” ini.

Sebut saja teman-temanku ini dengan nama mereka Paris, Rome, dan Florence. Tiga-tiganya lesbian yang health freak. Tidak boleh ada asap rokok di dekat mereka, or you’ll get a slap on your face. Ketiganya adalah health concious lesbian, mereka hanya makan makanan sehat dan semuanya vegetarian.

Sebagai orang yang doyan makan dan pecinta daging, aku kagum pada orang yang sanggup jadi vegan. Aku bakal ngiler setiap kali membayangkan masakan padang, bakmi ayam, atau wagyu beef. Untungnya resto yang kami kunjungi ini tidak hanya menyediakan makanan vegetarian tapi juga makanan ber”dosa”.

Setelah keeping up with the latest gossip, aku melontarkan kekagumanku pada kemampuan mereka menjadi vegan.

“It’s not that hard,” kata Flo. “Masalahnya cuma di niat.”
“Dan tujuan,” kata Rome.
“Jangan lupa alasannya,” imbuh Paris.

“Aku nggak mau menjadikan perutku sebagai kuburan hewan,” kata Paris. “Jijik bayanginnya.” Tangannya mengibas memperlihatkan kilau cincin berlian bermata tunggal.
“Dan juga supaya hidup lebih sehat,” kata Rome. “Kita harus punya health conciousness. Apalagi sebagai lesbian, kesehatan itu penting banget. Nggak ada suami atau anak yang ngurusin kita nanti.”
“Kalau tujuan dan alasannya udah jelas, tinggal niat aja,” kata Flo. “Sekali sudah mulai, tubuh rasanya bersih dan ringan. Sejak jadi vegan, aku nggak merasa guilty atau sedih lagi setiap kali lihat ayam diikat dan dibonceng di motor atau sapi yang diangkut ke pembantaian. Animals have rights, you know.

Mereka berceloteh seru tentang nikmatnya menjadi vegan. Flo yang paling lama, dia sudah 6 tahun. Sementara Rome dan Paris baru 3 tahunan menjadi lesbian. “Hidup sebagai vegan itu artinya lebih peduli pada lingkungan dan kesehatan kita sendiri. Nggak ada yang bakal memikirkan kesehatan kita kecuali diri kita sendiri. Jadi harusnya kesadaran itu sudah timbul sedini mungkin.”

Setelah habis mendengar promosi sobat-sobat lesbian veganku, sejenak hatiku terdorong untuk hiduo lebih sehat. Besoknya aku berusaha makan sayur-sayuran saja. Akibatnya aku lemas dan otakku membayangkan jutaan makanan lezat berdaging penuh dosa. Tengah malam aku memasak mi instan saking lapar mata dan lapar perut. Girls, maaf ya, mungkin belum saatnya jadi vegan. Tapi aku berjanji akan hidup lebih sehat. Dimulai dengan menjauhi mi instan, karena aku jadi diare keesokan harinya. Yay, Go Veg!

@Sidney, SepociKopi, 2009

6 Comments »

  • vantaggio said:

    Go vegan…
    selain lebih sehat, kita juga ikut mengurangi warming global yang menjadi masalah utama umat manusia sekarang.

    I vegan too…
    For health n for earth….

    salam buat2ny sidney

  • ang said:

    bukan masalah veg atau non veg sih, tapi yang lebih penting ‘balance’ aja..tho dari kecil kita tau ada protein nabati dan ada protein hewani, dan semua itu bermanfaat buat tubuh kalau dikonsumsi dalam kadar yang cukup.

  • -zoe- said:

    vegan? sekali-kali boleh kali ya tapi kalau for the rest of my life kayaknya susah kecuali tinggalnya jauh di hutan dimana cm ada kehijauan hihihi..

    salut buat yang vegan ^^

  • dian said:

    ga ada yang salah dengan negan atau non vegan. yang terpenting ketika menjadi vegan adalah kebutuhan mineral dan nutrisi lainnya yang biasanya terpenuhi dari asupan hewani harus juga terpenuhi dari asupan makanan non hewani. jangan lupa, untuk jumlah kalsium terbanyak, hewani dan dairy product masih megang. sebagai lesbian penting untuk menjaga asupan kalsium agar tidak osteoporosis. hati-hati pada suplemen kalsium yang banyak di jual dipasaran. karena masalahnya, penyerapan kalsium yang ooptimal adalah dibawah usia 30 tahun, lebih dari itu, who knows…coba anda bayangkan jika anda yang lebih dari 30 tahun mengkonsumsi banyak suplemen kalsium, yang terjadi malah penumpukan kalsium di dalam tubuh karena tidak lagi terserap optimal. akibatnya bisa macam2… salah satunya gangguan ginjal…

  • Tiara said:

    Hmm..
    Stuju bngt c untuk jd vegan..
    Tpi aqu lum siap..
    T.T
    Tpi tuk hdup lbih sehat it must be!
    ^_^

  • Paris said:

    Hey Sid you changed my name without asking my permission

    I didn’t know you have a special place for writing. Cool. Now I am going to visit you often. I have became your number one wacko fans. Will you please sign one of my breasts..hahahahahahahaha..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.