Kiss Tells Everything
Seorang sahabat lesbian bercerita kepadaku tentang jalinan kasihnya dengan sang partner. Hubungan yang telah berjalan lebih dari lima tahun, yang mungkin awalnya berjalan indah dan mesra, kini terasa tawar dan hambar. Mereka berdua telah saling mengikrarkan janji satu sama lain, jika bisa dikatakan “menikah”, meski pun tidak diikat oleh tali yang bernama perkawinan.
Sahabatku dan partnernya memang menjalin hubungan jarak jauh. Bukan hanya sekedar LDR lokal, tapi sudah internasional. Selama sang partner menjalani studinya di negeri seberang, sahabatku dengan setia menanti agar dapat kembali bersama. Komunikasi terjadi hanya melalui YM, email, dan telepon. Kegelisahan dan rasa tidak aman meliputi sahabatku saat awal tahun sang partner kembali ke Indonesia untuk menghabiskan masa liburan.
“Dia berubah.”
“Berubah bagaimana?”
“Sikapnya jauh berbeda dengan dulu, bahkan sebelum kembali kemarin. Telepon dariku selalu diabaikan. Offline message-ku juga tidak pernah terbalas langsung.”
“Jangan berpikir negatif dulu. Mungkin dia sedang sibuk dengan urusan studinya.”
“Aku berusaha mengerti kesibukannya. Tapi masa sesibuk itu sih sampai tidak bisa berkomunikasi denganku sama sekali?”
“Kesibukan tiap orang kan berbeda satu sama lain. Kamu tidak bisa menakarnya dengan ukuran kesibukanmu.”
“Memang, aku mengerti akan hal itu. Ehmm, tapi ada satu hal lagi yang membuatku yakin dia memang berubah.” Mendung sekilas menggelayuti wajahnya sebelum menjawab pertanyaanku. “Kiss tells everything.”
“Maksudmu?”
“Awal tahun lalu, kami sempat bertemu di sela-sela kesibukan yang memenuhi jadwal liburannya di sini. Kami berciuman…”
“Wajar kalau berciuman dengan partner sendiri? Aku tidak melihat ada yang salah dengan hal itu.”
“Susah untuk dijelaskan, tapi dari ciuman itu menyadarkanku pada sesuatu. Instingku mengatakan ada yang berbeda dengan dirinya.”
Aku terdiam. Hatiku turut merasakan kesedihannya membayangkan bagaimana jika aku yang berada di posisinya. Berciuman dengan partner setelah lama terpisahkan jarak dan waktu seharusnya menjadikan sebentuk ciuman berkesan yang sarat dengan rindu dan kasih sayang. Tapi bagaimana jika yang dirasakan berbeda?
“Dia telah pindah ke lain hati. Ada seseorang yang lain di sampingnya. Perasaanku begitu kuat meyakini hal itu. Aku percaya pada perasaanku, malah semakin yakin saat kami terakhir berciuman.”
Kiss tells everything.<Benarkah demikian? Aku mulai memercayainya. Ciuman dalam arti seindahnya selalu melibatkan perasaan. Jangankan ciuman yang dilakukan oleh sepasang lesbian, ciuman seorang teman pun dapat dibedakan antara basa basi dan tulus. Saat kekasihku tidak berada dalam suasana hati yang baik, ciuman darinya bisa menceritakan kepadaku. Begitu juga saat kekasihku sedang berbahagia, perasaan itu akan menular kepadaku.
Ciuman dari seorang kekasih bukan hanya melibatkan sebentuk bibir indah dan seksi. Bukan hanya melibatkan hangatnya tautan lidah. Bukan hanya melibatkan tingginya libido yang meletup tanpa arah. Tapi ciuman dari seorang kekasih selayaknya menggambarkan apa yang ingin diungkapkan oleh sebentuk hati yang tidak sanggup diuraikan melalui kata-kata.
This kiss wasn’t just a kiss
This kiss was the demise of eternal bliss
This kiss wasn’t just a second of meaningless feelings
This kiss was the end of priceless beginnings
This kiss wasn’t just a thing you had to do
This kiss was the duration of me and you
This kiss…this kiss…this kiss
(Michael J. Burt)
@Frizzy Jo, SepociKopi, 2009










it’s true,, kiss tells everything…if tongue could lie,not with kiss.. kiss tells everything… kiss means everything..
Ciuman berbeda?
ntar klu partnerku kayak gitu
aku pasti gigit-gigit mukanya
rasainnn…
ghahaha…
i’ve heard a lot too about it, but I still denied it. how could you possibly know, whether it’s the fact or is it based on the feeling you have,
Jo! artikelmu ini buat aku takut, deh… secara bibirku sdh lama nganggur…
Mungkin selain ciuman, sorot mata juga nggak bisa berbohong kan, Jooooo ????
@Spike, ada yang pernah bilang ke aku, “Saat cinta telah tercipta di antara sepasang kekasih, akan ada koneksi yang terjalin di antara mereka, termasuk di dalamnya dalam hal perasaan”
@Sinyo, mata ga akan pernah bisa bohong, Nyo. Setuju!!!
Sweet bgt judulnya “Kiss tells everything”.
Jd pengn riset lgsg neh ke lapangan. Tp siapa objeknya yah? Ada yg brsedia??
@LeiL yah, kl kyk gitu mah, sapa jah mau, turun langsung ke lapangan , sambil survey, tapi tergantung subject nya juga seh
q setuju…….ciuman adalah sebagian dari ungkapan emosi
‘kiss tells everything’ setuju…
tp kl jago acting bs dimanipulasi jg..
Setuju bgd..kiss&eyes tell everything..
Syg bgd udh lma gag mrskn hgtnya sebuah ciuman yg dahsyat..
Iya .
Mata adlh cermin hati.
wah, yang ku rasaain g ada yang lain selain enak,
he…3x
yup, bener kiss tells everything. kemaren aja aku cium pacar dianya beku, kaku and ga ada reaksi apapun, ga taunya dia lg marah ama ku
yes, kiss tell everything. semua, kalau dia lagi marah, kalau dia lagi kesal, dan lain-lainnya, hanya dengan menciumnya kamu tau apa yang bisa dia rasakan…
Gw pernah bilang itu pada X gw
Q : “Rasanya lain…”
X : “laen gimana?”
Q : “Ada rasa Y didalamnya…beda sama kamu yang dulu”
Gw sebutin nama Y yang akhirnya memang jadi pihak ketiga diantara kami…
And the story must to be end
100% setuju
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments