Home » Sepocikopiana, Tentang Cinta

Kiss Tells Everything

27 May 2009 330 views 16 Comments

the_kiss__by_myheartwentbangOleh: Frizzy Jo

Seorang sahabat lesbian bercerita kepadaku tentang jalinan kasihnya dengan sang partner. Hubungan yang telah berjalan lebih dari lima tahun, yang mungkin awalnya berjalan indah dan mesra, kini terasa tawar dan hambar. Mereka berdua telah saling mengikrarkan janji satu sama lain, jika bisa dikatakan “menikah”, meski pun tidak diikat oleh tali yang bernama perkawinan.

Sahabatku dan partnernya memang menjalin hubungan jarak jauh. Bukan hanya sekedar LDR lokal, tapi sudah internasional. Selama sang partner menjalani studinya di negeri seberang, sahabatku dengan setia menanti agar dapat kembali bersama. Komunikasi terjadi hanya melalui YM, email, dan telepon. Kegelisahan dan rasa tidak aman meliputi sahabatku saat awal tahun sang partner kembali ke Indonesia untuk menghabiskan masa liburan.

“Dia berubah.”

“Berubah bagaimana?”

“Sikapnya jauh berbeda dengan dulu, bahkan sebelum kembali kemarin. Telepon dariku selalu diabaikan. Offline message-ku juga tidak pernah terbalas langsung.”

“Jangan berpikir negatif dulu. Mungkin dia sedang sibuk dengan urusan studinya.”

“Aku berusaha mengerti kesibukannya. Tapi masa sesibuk itu sih sampai tidak bisa berkomunikasi denganku sama sekali?”

“Kesibukan tiap orang kan berbeda satu sama lain. Kamu tidak bisa menakarnya dengan ukuran kesibukanmu.”

“Memang, aku mengerti akan hal itu. Ehmm, tapi ada satu hal lagi yang membuatku yakin dia memang berubah.” Mendung sekilas menggelayuti wajahnya sebelum menjawab pertanyaanku. “Kiss tells everything.”

“Maksudmu?”

“Awal tahun lalu, kami sempat bertemu di sela-sela kesibukan yang memenuhi jadwal liburannya di sini. Kami berciuman…”

“Wajar kalau berciuman dengan partner sendiri? Aku tidak melihat ada yang salah dengan hal itu.”

“Susah untuk dijelaskan, tapi dari ciuman itu menyadarkanku pada sesuatu. Instingku mengatakan ada yang berbeda dengan dirinya.”

Aku terdiam. Hatiku turut merasakan kesedihannya membayangkan bagaimana jika aku yang berada di posisinya. Berciuman dengan partner setelah lama terpisahkan jarak dan waktu seharusnya menjadikan sebentuk ciuman berkesan yang sarat dengan rindu dan kasih sayang. Tapi bagaimana jika yang dirasakan berbeda?

“Dia telah pindah ke lain hati. Ada seseorang yang lain di sampingnya. Perasaanku begitu kuat meyakini hal itu. Aku percaya pada perasaanku, malah semakin yakin saat kami terakhir berciuman.”

Kiss tells everything.<Benarkah demikian? Aku mulai memercayainya. Ciuman dalam arti seindahnya selalu melibatkan perasaan. Jangankan ciuman yang dilakukan oleh sepasang lesbian, ciuman seorang teman pun dapat dibedakan antara basa basi dan tulus. Saat kekasihku tidak berada dalam suasana hati yang baik, ciuman darinya bisa menceritakan kepadaku. Begitu juga saat kekasihku sedang berbahagia, perasaan itu akan menular kepadaku.

Ciuman dari seorang kekasih bukan hanya melibatkan sebentuk bibir indah dan seksi. Bukan hanya melibatkan hangatnya tautan lidah. Bukan hanya melibatkan tingginya libido yang meletup tanpa arah. Tapi ciuman dari seorang kekasih selayaknya menggambarkan apa yang ingin diungkapkan oleh sebentuk hati yang tidak sanggup diuraikan melalui kata-kata.

This kiss wasn’t just a kiss
This kiss was the demise of eternal bliss
This kiss wasn’t just a second of meaningless feelings
This kiss was the end of priceless beginnings
This kiss wasn’t just a thing you had to do
This kiss was the duration of me and you
This kiss…this kiss…this kiss

(Michael J. Burt)

@Frizzy Jo, SepociKopi, 2009

16 Comments »

  • chiaki said:

    it’s true,, kiss tells everything…if tongue could lie,not with kiss.. kiss tells everything… kiss means everything..

  • Maly said:

    Ciuman berbeda?
    ntar klu partnerku kayak gitu
    aku pasti gigit-gigit mukanya
    rasainnn…

    ghahaha…

    :-)

  • spike said:

    i’ve heard a lot too about it, but I still denied it. how could you possibly know, whether it’s the fact or is it based on the feeling you have,

  • Sagita said:

    Jo! artikelmu ini buat aku takut, deh… secara bibirku sdh lama nganggur… :cry:

    Mungkin selain ciuman, sorot mata juga nggak bisa berbohong kan, Jooooo ???? :wink:

  • Jo said:

    @Spike, ada yang pernah bilang ke aku, “Saat cinta telah tercipta di antara sepasang kekasih, akan ada koneksi yang terjalin di antara mereka, termasuk di dalamnya dalam hal perasaan” :)

    @Sinyo, mata ga akan pernah bisa bohong, Nyo. Setuju!!! ;)

  • LeiL said:

    Sweet bgt judulnya “Kiss tells everything”.
    Jd pengn riset lgsg neh ke lapangan. Tp siapa objeknya yah? Ada yg brsedia??

  • spike said:

    @LeiL yah, kl kyk gitu mah, sapa jah mau, turun langsung ke lapangan , sambil survey, tapi tergantung subject nya juga seh :D

  • maya said:

    q setuju…….ciuman adalah sebagian dari ungkapan emosi :)

  • yurrie said:

    ‘kiss tells everything’ setuju…
    tp kl jago acting bs dimanipulasi jg..

  • qiyutz said:

    Setuju bgd..kiss&eyes tell everything..
    Syg bgd udh lma gag mrskn hgtnya sebuah ciuman yg dahsyat..

  • Tara said:

    Iya .
    Mata adlh cermin hati.

  • angel said:

    wah, yang ku rasaain g ada yang lain selain enak,
    he…3x

  • mel said:

    yup, bener kiss tells everything. kemaren aja aku cium pacar dianya beku, kaku and ga ada reaksi apapun, ga taunya dia lg marah ama ku

  • hujan said:

    yes, kiss tell everything. semua, kalau dia lagi marah, kalau dia lagi kesal, dan lain-lainnya, hanya dengan menciumnya kamu tau apa yang bisa dia rasakan…

  • Shane (The Princess of Mountain) said:

    Gw pernah bilang itu pada X gw
    Q : “Rasanya lain…”
    X : “laen gimana?”
    Q : “Ada rasa Y didalamnya…beda sama kamu yang dulu”

    Gw sebutin nama Y yang akhirnya memang jadi pihak ketiga diantara kami…
    And the story must to be end

  • pi said:

    100% setuju

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.