Home » Persona

Persona: Patricia Cornwell – Hidup yang Kaya

12 May 2009 79 views 7 Comments

pat-cornwellOleh: Alex

Dia bukan tokoh panutan yang ideal.
Dia pernah menderita anoreksia. Dia pernah ditangkap karena mengemudi sambil mabuk. Dia pernah menjalin affair yang buruk dengan istri orang hingga menjadi kasus pidana. Dia juga membuat pembacanya ketakutan dengan kisah-kisah novel thriller pembunuhan/pemerkosaan yang menampilkan detail keji kasus-kasusnya melalui karakter pemeriksa medis, Dr. Kay Scarpetta yang ditulisnya sejak tahun 1990.

Patricia Cornwell terlahir dengan nama Patricia Carroll Daniels pada tgl 9 Juni 1956. Dia mengalami masa kecil yang sulit, kalau tidak mau dibilang buruk. Ayahnya meninggalkan keluarganya ketika Patricia berusia 5 tahun, meninggalkannya bersama dua saudara lelaki dan ibu yang depresi. Untungnya, Ruth Graham, istri pendeta terkenal, Billy Graham, membantu keluarga mereka dan menempatkan Patricia ke dalam keluarga asuh. Meskipun demikian, Patricia tetap dekat dengan keluarga Graham, yang diakuinya sebagai orang yang memiliki kebaikan hati dan kasih sayang yang membuatnya bisa seperti sekarang. Bahkan Ruth Graham-lah yang mendorongnya untuk menjadi penulis.

Perjalanan hidup Patricia Cornwell sendiri kaya cerita. Dia pernah mengalami pelecehan seksual dan anoreksia semasa remaja. Selulus kuliah di jurusan bahasa Inggris, pada tahun 1979, dia menikah dengan dosennya, Charles Cornwell yang usianya 17 tahun lebih tua. Sepuluh tahun kemudian mereka bercerai, namun Patricia tetap menggunakan nama belakang “Cornwell” dalam karier menulisnya.

Awal tahun 1990-an merupakan masa “gila”, sebagaimana yang diakui oleh Patricia Cornwell sendiri. Setelah berkali-kali ditolak penerbit, kariernya melesat dengan penerbitan novel pertamanya, Postmortem, yang masuk daftar laris. Dia menghabiskan uangnya dengan cepat, membeli rumah, mobil, dan mengadakan pesta-pesta. Pada tahun 1991, dia ditangkap karena mengemudi dalam keadaan mabuk dan harus menjalani rehab.

Tiga tahun setelah bercerai, Patricia Cornwell menjalani affair singkat dengan agen FBI, Margo Bennett, yang ditemuinya untuk riset novelnya saat itu. Affair itu berakhir buruk dan menjadi liputan media ketika suami Margo yang juga agen FBI, menculik dan mengancam membunuh istrinya pada tahun 1996. Kecemburuan sang suami ikut mengungkap hubungan Patricia dan Margo ke media massa, walaupun pada saat itu mereka sudah tidak menjalin affair lagi. Saat itu Patricia Cornwell menolak berkomentar dan menyatakan dirinya tidak ada sangkut paut atas tindak pidana suami terhadap istri tersebut.

Namun pada tahun 2007, Patricia Cornwell menyatakan secara terbuka di media bahwa dirinya lesbian dan sudah menikah dengan Dr. Staci Gruber, dosen psikiatri di Harvard Medical School. Pasangan ini menikah pada tahun 2005 di Massachusetts, satu-satunya negara bagian Amerika yang mengizinkan pernikahan sesama jenis saat itu.

Selama dua puluh tahun karier menulisnya, Patricia Cornwell dengan puluhan novel larisnya diperkirakan telah berhasil mengumpulkan kekayaan lebih dari seratus juta dolar. Selama lebih dari dua puluh tahun pula, Patricia Cornwell terjun langsung ke lapangan melihat kasus-kasus pembunuhan ke TKP, ruang-ruang autopsi, riset ke kepolisian dan universitas. Kengerian-kengerian semacam itu mungkin pula membuat Patricia Cornwell selalu berhati-hati dan waspada. Saat keluar rumah dia didampingi bodyguard dan membawa senjata. Rumahnya yang terparkir mobil-mobil sport mewah dan beberapa Harley Davidson dilengkapi pula dengan sistem keamanan tercanggih.

Nama Patricia Cornwell sendiri tidak bisa dilepaskan dari nama Dr. Kay Scapetta, tokoh utama dalam novel-novel thrillernya. Walaupun tokoh Scarpetta begitu hidup, dia bukanlah alter-ego Patricia Cornwell. Dalam banyak sisi, sosoknya bisa ditemui dalam karakter Lucy, keponakan Scarpetta yang sama seperti Patricia juga lesbian, menggemari olahraga ekstrem, menyukai senjata, mengemudikan mobil cepat, menunggang motor Harley, dan menerbangkan helikopter. Meskipun sama-sama lesbian, namun Lucy dan Patricia memiliki jalan hidup yang berbeda. Pada tahun 1994, Lucy menyatakan dirinya lesbian dalam novel kelima seri Scarpetta, Body Farm. Akan tetapi Patricia menyatakan dengan tegas bahwa “melesbiankan” Lucy bukanlah tindakan sengaja yang sudah direncakanannya saat seri-seri awal.

Sayangnya, buku-buku Patricia Cornwell tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia secara berurutan. Padahal salah satu bagian menarik dari novel-novelnya adalah bagaimana karakter-karakternya berkembang melalui perjalanan waktu. Bagi yang tidak pernah membaca bukunya, mungkin bisa menunggu film layar lebarnya. Menurut informasi terbaru, Angelina Jolie sudah menandatangani kontrak untuk berperan sebagai Dr. Kay Scarpetta yang rencananya akan dirilis tahun 2010.

Bertambahnya usia membuat Patricia Cornwell yang memang terbiasa berbicara blakblakan, jadi makin terbuka. Ia tidak segan menyatakan pendapatnya tentang banyak hal walaupun menuai kritik. Belakangan ini dia gencar mengkampanyaken legalisasi pernikahan sesama jenis di AS. Sebagai penulis yang juga filantropis ini, Patricia Cornwell tidak segan menyumbangkan kekayaannya untuk kepentingan sosial dan politik. Dia telah menyumbangkan jutaan dolar untuk yayasan penyelamatan hewan, penegak hukum, pendidikan dan melek huruf, juga untuk Harvard Art Museum.

Saat liburan, Patrcia dan Staci menikmati waktu dengan naik motor besar, hiking, dan bermain dengan anjing kesayangan mereka. Patricia mengakui bahwa Staci adalah orang yang bisa membuatnya tenang dan aman. Image publik Patricia Cornwell adalah dingin, sinis, dan tegang. Tidak heran jika banyak pewawancara yang terkejut mendapati kehangatan di rumah pasangan ini.

Setelah menikah, Patricia memutuskan untuk pindah ke Massachusetts dari Florida agar bisa bersama Staci Gruber, di rumah megah bergaya farmhouse dekat kampus Harvard. Kini pada usia lebih dari setengah abad, Particia Cornwell menyatakan hidupnya tenang dan bahagia. “Obrolan dan diskusi panjang yang tak pernah membosankan,” kata Patricia Cornwell, demikian ia menjelaskan hubungannya dengan Staci. “Kami bersahabat dan bisa menghabiskan waktu yang menyenangkan walaupun hanya melakukan hal sederhana seperti makan dan menonton TV atau DVD.”

@Alex, SepociKopi, 2009
photo by Mark Garfinkel

7 Comments »

  • GreyS said:

    I hope one day I can be like her, success and happy life with my wife

  • IM said:

    awesome :)
    thanks kak alex.
    God Bless

  • aderain said:

    dear lex thanks ya jadi terinspirasi, kaya hati bole kali ya lex…

  • imutkeshya said:

    mau nanya, di toko buku mana yang jual novel patricia cornwell?, thx b4

  • alex said:

    imutkeshya, kalo di jakarta bisa cari buku2nya di toko buku besar dan toko2 buku yg menjual buku bhs inggris

  • Ang said:

    filantropis itu apa ya Lex?

  • admin said:

    fi·lan·tro·pi (n) cinta kasih (kedermawanan dsb) kpd sesama

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.