Obrolan Cewek: 6 Tips untuk Tahu Kapan Saatnya Berhenti Mengejar/Menunggu Perempuan Dambaanmu
Oleh: Alex
Hai, hai, hai, Tante Alex balik lagi nih menggantikan Fluffy yang sedang liburan ke Slawi. Hm, sebagaimana yang kalian tahu, Tante Alex kan orang ngetop binti tenar, jadi sudah biasa gitu dikejar-kejar fans yang memohon atau meratap minta dipacarin. Huahaha… Nah, tadinya Tante Alex mau ngasih tips bagaimana cara menolak perempuan yang mengejar-ngejar kita, tapi nanti kartunya Tante Alex terbuka semua. Jadi Tante ngasih tips kebalikannya deh. Biar si pengejar yang tahu kapan saatnya berhenti (terutama saat orang yang dikejar menolak membalas cintanya, err, atau udah nggak mau lagi sama dia).
Penting nggak penting… ini dia tipsnya:
1. Berhentilah sebelum orang yang kamu kejar melapor ke Pak RT, emaknya, tukang ojek, penjual warteg, atau bahkan melapor ke pak satpam bahwa tindakan kamu mengganggu dan menyebalkan. Serius nih, kamu kan nggak mau digelandang ke pos hansip pada tengah malam gara-gara mau ngasih buah anggur kesukaannya yang kamu canteli di pintu pagarnya karena kamu pikir bakal romantis dan meluluhkan hatinya sementara anjing si doi menggonggong keras.
2. Saat dia bilang, kita tetap temenan apa pun yang terjadi. Aduh, nggak bakal deh dia bisa nyaman temenan sama kamu kalau kamu tetap ngejar-ngejar dia seperti petugas trantib mengejar PKL atau PSK atau apalah singkatan yang sering dikejar-kejar trantib itu. Salah-salah nih, kamu bakal kehilangan dia sebagai teman. Kan pepatah bilang teman baik lebih sulit ditemukan dibanding pacar… (hihihi, yang bikin pepatah ini pasti nggak kenal Tante Alex). Eniwei, poinnya adalah apakah kamu siap kehilangan teman dari dirinya dan yang pasti kamu juga bakal kehilangan dia sebagai object of your affection, karena dia bakal ngacir pergi kalau terlalu tertekan dikejar kamu.
3. Berbeda dengan pandangan umum, perempuan, sesungguhnya tidak nyaman dan tidak suka dikejar. Nalurinya akan bertanya, “Ada apa sih nih orang? Pasti nggak beres deh dia ngejar-ngejar gue kayak gini.” Perempuan itu sesungguhnya predator. Jadi yang perlu kamu lakukan adalah memberinya umpan. Lemparkan umpan, buat dia mengejarmu, atau paling tidak membuat dia melirik umpanmu. Kalau dia tidak bereaksi, tidak peduli, atau jalan terus… hm, ya, itu artinya dia nggak tertarik sama kamu. Dan plis deh, jangan ngabisin umpan ke mangsa yang nggak tertarik sama kamu. Selain bodoh, itu menghabiskan waktu dan sumber daya. Hahaha, anak ekonomi banget ya… Mendingan kamu ikut klub kebugaran atau apalah, di sana banyak andro kerennya, siapa tau ada yang melirik umpanmu, syukur-syukur ada yang melahap umpanmu.
4. Berhenti saat pengejaranmu atau penantianmu berubah menjadi pemujaan atau pemujaanmu berubah jadi pengejaran. Ya, gitulah. Jauh di lubuk hatinya, perempuan tidak terlalu suka dipuja secara berlebihan. Pemujaan memberikan tekanan yang terlalu berat dalam hubungan. Kebanyakan perempuan mencari seseorang yang bisa menyeimbanginya secara kuantitas (baca: hubungan seksual) dan secara kualitas (baca: otaknya). Kalau diterjemahkan secara harfiah: perempuan yang bisa diajak bercinta sambil berdiskusi, :p. Bukan cuma kepatuhan mutlak yang bisa didapatnya dari budak seks, hahaha, Tante Alex, bahasanya, tolong ya…. *nyengir*
5. Kadang-kadang demi menghindar darimu, si dia yang kamu kejar berusaha mengalihkan perhatianmu dengan perempuan lain. Yah, bisa dengan cara halus seperti, “Eh, kamu udah kenal sama si X nggak? Profesi kalian sama lho. Mungkin kalian bisa ngobrol deh.” Sampai cara paling kasar dengan jelas-jelas menjodohkanmu dengan perempuan lain, “Sana kamu mendingan pacaran sama si Y aja. Dia kayaknya lagi desperate cari pacar, pas deh buat kamu.” Kalau udah naganya udah sampai keluar api seperti ini, ya, kamu mestinya udah paham dong maksudnya apa.
6. Terakhir, saat idamanmu bilang dia sedang menjalin hubungan dengan perempuan lain, lalu dia malah dengan girang bercerita tentang perempuan barunya itu padamu. Rasanyaaaaaaaaa… seperti dihunjam pisau, tombak, golok, silet, samurai, martil, keris… well, you’ve got my point. Kalau udah seperti itu, silakan menyiksa dirimu kalau kamu masokis dengan terus menanti cintanya. Atau… coba deh lirik ke kanan, ya, agak mendongak, kepalanya miring dikit, yap… tuh kan ada cewek cantik di sana. Sana-sana, dekati. Maksud Tante Alex gini lho… masih banyak perempuan di luar sana yang menunggu untuk kamu temukan, ngapain menghabiskan waktu untuk orang yang nggak mau sama kamu. Plis deh, kamu kan nggak bakal selamanya umur 24, atau hm… 30 tahun. Tick-tock, tick-tock, tick-tock…
Ya gitu deh beberapa tips yang Tante ingat dalam hitungan ngebut. Maklum, mepet deadline. Kapan-kapan Tante Alex akan kembali dengan tips yang lebih cihuy lagi.
Happy Sunday!
@Alex, SepociKopi, 2009









wakakkakak…bener banget tante alex.. Pernah juga capek mengejar2 perempuan impian.. Aku coba kasih umpan, hhhmmm..ternyata emang cuma ngabisin sumber daya aja.. Tapi ikhlas kok..khan demi perjuangan.. tapi begitu 0 respons, ya suttra lach, selesai aja..masih banyak kok kesempatan untuk mencari orang lain yg mau menerima kita. Trims tipsnya jadi buat aku makin yakin dengan langkah yang aku ambil.. Salam!!!
kocak! tp logis juga..tapi kok yaa..emosional juga bacanyaa..saya kan beneran sayang sama dia. hahaha…mudah2an gk ketuaan yaa..eh, ada yg cakep tuh belah onoh! PERMISI, yg cantik mau cari yg bisa dipancing dengan umpan baru…hihihi..tetep!
tante kerenn.dehhhh
yah…bener juga tuh tante, secara gw yang selalu dikejar2 cwek, yah sbenarnya kasian jg seh yang pada ngarepin gw, selain buang waktu juga buang2 materi. tp kan bukan salah gw jg klo mreka memberikan sesuatu kpd gw, jangan menolak rezeki, iya ga tan…he he he
hahahaa bacain tulisan si tante alex atu2, dari berasa tengil mpe doyan gara2 lucu.. hahaha mantabzzz
buat tante alex… salam kenal yaa…. btw, aku memang lagi ngejar cewe.. dia hetero… tapi akunya ajjah yg asih ngejar2 dia… udah tau dia uda punya cowo, tp aku masii ngotot nguber dia. valentine ini.. H-4 aku akan nembak dia lagi.. apapun jawabannya aku pasrah wess….. ini yg terakhir.. klo dia masihh biasa ajjah., AKU MUNDUR. >> MENCOBA MELUPAKANNYA DAN MERELAKANNYA. WALOPUN MENYAKITKAN. HIKSS
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments