Home » Cuci Mata

Cuci Mata: Arisan Bling-Bling

2 May 2009 172 views 3 Comments

bling2Oleh: Sidney

Weekend kemarin aku dan partner meluncur ke perumahan mewah di kawasan Kemang. Tujuannya: arisan berlian yang diadakan oleh sosialita-sosialita muda Jakarta. Sempat kebingungan sewaktu mencari rumah yang bisa menampung 50-70an orang itu ketika kami melihat parkiran mobil-mobil mewah di sebuah rumah hoek. Ya, pasti itu rumahnya.

Di dalam rumah, sudah ada beberapa perempuan berusia 20-40an dengan dandanan bling-bling. Lengkap dengan tas-tas Prada, Vuitton, Hermes. Entah itu tas miliknya sungguhan atau tas sewaan. Seperti rumah ini. Rumah yang disewakan untuk kegiatan-kegiatan semacam ini. Arisan, pertemuan keluarga, bahkan untuk shooting sinetron.

Selain tas, bisa tercium aroma parfum mewah yang jelas asli bukan KW 1 atau KW 2 buatan aspal. Berlian-berlian juga terpantul berkilauan seperti kunang-kunang di sekujur tubuh para sosialita tersebut. Kami disambut oleh tuan rumah yang langsung memberi cipika-cipiki akrab dengan partner dan aku. Minuman dan makanan berlimpah dari jasa catering yang khusus disewa untuk acara ini tampak di dekat kolam renang. Berbagai jenis sushi, kambing guling, scallop, sup sirip ikan hiu, bahkan wine, dan minuman alkohol lainnya.

Kami saling mengobrol dan bertukar cerita. Kadang-kadang aku dan partner berbisik-bisik melihat ada pasangan lesbian lain yang “kelihatan” banget sebagai pasangan, seringkali pamer kemesraan. Tapi kami hanya saling tersenyum sopan tanpa bertanya, “Eh, lo lesbian juga ya?” Ada saling pengertian di antara tatapan dan senyum kami. Para perempuan sosialita ini pun jelas sangat lesbian friendly. Mereka tak segan-segan menggoda yang tampak pasangan.

Di antara para peserta arisan itu, tidak ketinggalan ada perantara alias penjual berlian yang ramai dikelilingi oleh beberapa perempuan. Sang perantara mengeluarkan koleksinya sambil berceloteh tentang 4 C. Itu lho, tips memilih berlian. Color (warna). Clarity (kejernihan). Cut (potongan), proporsi dari sudut dan paset kaca-kaca gosokan. Carat, ukuran berat dari berlian. Jadi tidak berarti carat yang besar berarti harga berliannya lebih mahal karena masih ada 3 C lain yang juga perlu dipertimbangkan.

Partner mengajakku melihat-lihat koleksi berlian sang perantara. Ngomong-ngomong, si perantara berpenampilan andro/butch tampan gitu… hm, aku dan partner sampai sempat saling melirik dan memberikan kode penuh arti.

Kami melihat pasangan yang kami duga lesbian melihat-lihat cincin. Hm, lucu juga pikirku. Pada saat itulah, partner menoleh memandangku, “Hon, gimana menurutmu liontin ini? Lucu nggak?” Kupandangi liontin berbentuk daun itu. “Lucu, hon. Kamu mau beli?” tanyaku. Aku tahu partner punya hobi membeli berlian, tidak hanya sebagai perhiasan tapi juga sebagai investasi. Menurutnya membeli logam berharga adalah investasi yang smart. Terutama untuk perempuan, karena bisa dipakai dan juga disimpan. Partner juga menyenangi aneka batu mulia yang berwarna-warni, bukan hanya berlian. Favoritnya adalah batu rubi.

“Kamu suka nggak?” tanya partner lagi. “Desainnya bagus. Sedikit mirip liontin Bvlgari yang dipakai Sandra kemarin.” Lalu partner bicara pada si perantara berlian, “Yang ini bisa dibuat sepasang nggak?”

Si perantara memandangku lalu partner dan tersenyum. “Bisa. Bisa kok. Saya sarankan untuk dimodifikasi sedikit kalau dibuat untuk pasangan.” Dia membuka laptopnya, memperlihatkan beberapa contoh desain. “Bagaimana yang ini? Cocok untuk kalian berdua. Tapi untuk personal design seperti ini, butuh waktu sekitar satu bulan.”

“Oke, nggak masalah. Harganya bagaimana?” tanyaku setelah berembuk dengan partner.

Si perantara melihat harga yang tertera, dan menekan tuts kalkulatornya. “Untuk sepasang, saya kasih diskon tambahan, jumlahnya jadi segini.”

Aku memandangi deretan angka dan partner mengangguk-angguk.

Yap. Bungkus.

Sebelum kami pergi meninggalkannya, si perantara berlian itu mengeluarkan koleksi cincinnya dan berkata, “Cincin sepasang lucu juga lho. Bisa digravir,” katanya sambil tersenyum kepada kami. “Yang ini desain khusus dari Hong Kong.”

Kami tidak membeli cincin yang ditawarkannya, tapi pasangan lesbian yang di sebelah kami memutuskan untuk membeli.

@Sidney, SepociKopi, 2009

3 Comments »

  • Hyuga said:

    Lucu bgt kadang klo radar leznya bunyi saat liat pasangan lain…secara gt lho lihat dari tatapan n body language mereka…tinggal ketawa dah ma partner hahaha sambil teriak bareng dlm hati wow it’s another couple !

  • An said:

    iya ni kalo di tempat umum aku mulai perhatikan sekitarku. mana yang lez mana yang ga. Diam-diam aku perhatikan mereka.

  • Akapela V. said:

    Wah, lg gugling2 ttg kehidupan sosialita, iseng ketik keyword sosialita lesbian, ehhh nemu link ini :D Ternyata ada jg yah… nice share Sidney!

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.