Home » Humaniora, Perempuan

Kisi-Kisi Identitas

28 April 2009 154 views 11 Comments

maskOleh: Arie Gere

Bagaimana rupa kelamin hatimu?

Tebaklah aku. Apakah aku, tuan putri yang berpenampilan layaknya kesatria jantan yang sedang menunggang kuda dengan lajunya, berlencana sakti sambil mengacungkan pedang sejati di dadanya, lalu membusungkan dada ke depan dan bertekad siap melawan siapapun yang menghadang?

Ataukah aku, perempuan sexy yang panggulnya seindah dan senada dengan gitar Arab, yang alisnya berbaris laksana semut beriring, yang rambut di kepalanya selembut bak mayang berurai, yang pipinya mulus dan berlesung pipit nan aduhai, lalu siap menerkam buaya-buaya lapar. Kemudian, tebaklah dirimu, apakah kau, laki-laki yang berjiwa perempuan, atau perempuan yang menjiwai seorang lelaki? Mari kutebak sekelilingmu, tepat di samping kanan-kirimu. Yang punya vagina sekaligus payudara itulah perempuan namanya dan yang punya penis pastilah lelaki.

Mengertikan maksudku? Jangan kau tambah-tambah lagi, alat kelamin reproduksi itu cuma ada dua jenis, yang dimiliki oleh sang lelaki, ataupun yang dipunyai si perempuan.

Sekarang, mari kita lanjutkan tebakannya. Lihatlah laki-laki di depanmu, tataplah dia dalam-dalam, selami sifat-sifatnya, resapi tutur bahasanya, dan sekilas saja, tengoklah hatinya, bagaimanakah rupa kelamin di dalamnya? Cenderung menganga atau menusuk? Jadi, diakah laki-laki idamanmu? Kau menyukainya? Mungkin ya mungkin tidak. Aku tak butuh tahu. Lihatlah lagi perempuan di belakangmu. Cantik menurutmu? Lembutkah ia? Terlalu cerewet dan centil? Hei… bukankah begitu idamanmu? Lihat lagi kelamin hatinya, cenderung menganga atau menusuk ? Pasti, kau akan sulit mendapatkan jawabnya!

Kita, sering kali terjebak atas konsep bagaimana laki-laki dan bagaimana perempuan. Secara fisik? Ya, secara fisik dan jasmani. Sebagian dari kita mungkin pernah memungkiri, bahwa, yang berdiri di hadapan kita sebenarnya adalah laki-laki yang sedang memoles jiwanya dengan hal-hal yang beraroma perempuan, sementara yang kita belakangi adalah perempuan yang mencoba menjiwai kelakian-lakiannya lebih dari laki-laki itu sendiri?

Pernah berjumpa dengan butch yang berlagak jantan padahal hatinya selembut es krim yang gampang mencair dan meleleh, yang seketika menangis saat menonton aktris sinetron pujaannya ditampar semena-mena oleh ibu mertua, atau terharu menitikkan air mata saat membayangkan adegan Rahul dan Anjelie besar bertatap muka di kamp Anjelie kecil, pertama kalinya setelah bertahun-tahun tidak berjumpa?

Atau mungkin, pernah pacaran dengan femme yang sifatnya ternyata tak sehalus tutur katanya? Tak selembut yang kau bayangkan? Yang kau pikir akan melayanimu seumur hidup ternyata malah sekarang ini, kaulah yang menjadi pelayan kehidupannya. Yang kata-katanya tak terbantahkan sama sekali, karena sifatnya yang keras, sekeras batu di pegunungan. Yang kau pikir selama ini, kaulah sosok lelaki idaman yang dicari-carinya, eh rupanya dialah sekarang yang menjelma menjadi pejantan di hatimu!

Bila kau sangka kaulah femmenya, coba lihat pasanganmu lebih dalam. Buka bajunya, buka celananya, copot bra di dadanya, dan pastikan, apakah kelamin di hatinya cenderung menganga atau menusuk? Kau dapat sesuatu? Belum juga? Sekarang biarkan dia, butchmu itu yang menelanjangimu, berikan seluruh tubuhmu padanya, relakan dia merobek celana dalammu, dan sisakan dia dengan hangat tubuhmu. Lalu tanyakan dia, bagaimanakah rupa kelamin di hatimu? Masih menganga atau jangan-jangan sudah sempat menusuknya? Lalu, siapa femmenya, siapa butchnya? Kau masih bisa membedakannya?

Aku menyaksikan kalian berdua yang saling tertawa, yang saling menyentuh, yang saling membelai, yang saling menciumi, yang saling menyayangi, yang saling menjilati, yang saling mengecupi, yang berlomba-lomba menyatukan puzzle hasrat yang kalian tebarkan sendiri namun tetap serasi sambil memainkan senar dan tuts secara harmonis. Kalian memang, pasangan yang romantis! Aku sudah intip hati kalian, sungguh! Aku melihat rupa kelamin di hati kalian satu per satu. Kalian hebat! Bisa menciptakan ritme menganga dan menusuk seperti itu. Kalian tanya aku, siapa di antara kalian yang mempunyai rupa hati menganga dan menusuk itu? Kalian tanya aku, siapa?

Aku sendiri, tak tahu bagaimana rupa kelamin di hatiku ini. Jenis kelamin reproduksiku sudah jelas! Aku perempuan. Tetapi, jangan tanya bagaimana rupa kelamin di hatiku ? Kubuka rahasiaku kepadamu, cukup kita berdua saja yang tahu, jangan beritahu orang lain. Aku tak mau rahasiaku diketahui semua orang. Aku, perempuan. Aku, macho. Aku, tomboi. Aku, seperti lelaki, kata orang-orang sekitarku, seperti itu. Aku, kasar. Aku, tidak cantik, tetapi cukup keren! Aku, suka duduk menantang dan mengangkang. Aku, bersuara ngebasss dan bukan alto, terkadang bariton dan tak pernah tenor sama sekali. Aku pikir, rupa kelaminku pastilah tipe menusuk dan tak pernah menganga. Aku pastilah seorang yang berjiwa lelaki, meskipun kusadar kelamin reproduksiku itu, tetaplah berlawanan jenis dengan hatiku. Bagaimana aku tahu? Ya, tentu saja, setiap bulan aku selalu mengeluarkan sisa ovum yang tak pernah di buahi sama sekali. Ya, aku haid normal setiap bulannya. Normal sekali.

Dari gambaranku itu, tentulah pikiranmu sama dengan pikiranku, akulah sang butch itu, sosok seorang perempuan lesbian, yang berjiwa dan berpenampilan seperti lelaki. Setidaknya, itulah definisi butch menurutku. Aku selalu berpikir, akulah sang butch itu. Aku pulalah yang mendeklarasikan sendiri bahwa akulah satu-satunya pemimpin mahligai rumah tangga yang sudah kami bangun bersama-sama. Akulah dia, sang lelaki itu. Akulah memang, sang lelaki itu.

Tetapi, aku masih penasaran dengan rasa butch yang kuciptakan itu. Saat partner tertidur pulas, kutelanjangi dia pelan-pelan, kubelah jiwanya dengan lidahku, kurobek juga jantungnya, lalu kuambil segumpal darah yang ternyata adalah hatinya. Dan terpana aku menyaksikan ketangguhan di hatinya, cinta dan sayangnya kepadaku, seluruh rasa dan emosi yang pernah di keluarkannya, gelisah dan amarahnya, gelora dan gejolak jiwanya. Dan aku, makin tak tahan melihatnya, aku makin tergila-gila padanya, aku tak tahan memegang bongkahan hati yang kokoh ini. Aku menangis lalu tersedu-sedu melihat kembali adegan-adegan romantis yang pernah kami jalani bersama, adegan marahku yang tak beralasan, adegan maafnya nya yang tiada tara dan adegan irama cinta yang kami lakoni bersama. Dan aku, semakin tak tahan, aku terharu, aku terkontaminasi dengan permainan emosi dan rasa yang kuciptakan sendiri sampai-sampai aku menjerit! Menjerit dengan kuat! Sekuat-kuatnya!
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrghhh!”

Sampai aku tak sadar, partner terbangun karena jeritanku, lalu bergumam, “Akulah lelaki yang kau cari itu.’’

@Arie Gere, SepociKopi, 2009

11 Comments »

  • aderain said:

    Ri… pemilihan topik dan gaya penulisan yang sangat apik, aku suka banget. Pilihan cerita yang tak biasa.

  • alyagrey said:

    Cool,BIKIN PENASARAN TERUSSS PE TERAKHIR

  • *pinocinta* said:

    keren!

  • An said:

    jadi ikutan terbuai dengan tulisan mu Ri, bagus !
    Gimana ri dengan stright, ….. sama ga dengan butch …
    Ayo Ri aku tunggu opini kamu berikutnya …..

  • key_dea said:

    bagus,bagus bgt arghhhhh mst baca berkali2 kayaknya masih z da kata yg bikin penasaran… :-)

  • kurenai said:

    It’s cool! Demen banget kata2 yg “akulah lelaki yang kaucari itu..” wah…trus femme yg tidak sehalus dan selembut yang kaupikir itu apa dong? gw dr dulu bingung kalo harus label2 an, krn mskipun penampilan gw femme banget, tapi gw lebih keras dr kebanyakan buci hehe…^^

  • lifeishappi said:

    kau butchku…ah, tidak, aku masih liat manjamu. kau femmeku… bukan juga, gagah benerrr!. kau androku, weleh-weleh, kok gk jelas toh yaa. ya sudahlah, kau perempuan untuk seorang perempuan sepertiku saja. lebih manis!

  • thisisme said:

    ap label2 an tuh perlu y?? buat ak, di saat rasa sayang, rasa cinta ntu timbul, label2 an tuh dah ga berlaku hehehe….
    ak aj bingung ma label2an kyk gitu…

  • dian said:

    “aku bersuara ngebass, bukan alto, terkadang bariton, tidak pernah tenor”..
    betul kali itu kak…
    hihihi

  • pagiceria said:

    kata2 yg baguz juga tuh,,,,
    tp mereka bilang aq andro… hmph,, apa aq masuk salah satu d antaranya?

  • qiyutz said:

    So cool..keren..

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.