Obrolan Cewek: 10 Tips Menghindari yang Pelacur (Pelan-Pelan Curhat)
Oleh: Fluffy
Delapan dari sepuluh lesbian Indonesia, pasti pernah ngerasain rasanya bosan setengah mampus dengerin teman curhat. Mending kalo curhatnya variatif. Kalo dia curhat topik yang sama saban hari? Gerah, bo! Pengen ngusir, kadang nggak tega juga. Lempar botol? Mau ngomong apa sama maminya ntar?
Nah, berdasar pengalaman nggak menyenangkan itu, minggu ini Fluff kasih tips-tips untuk menghindari dan bahkan menghentikan (tapi ini juga tergantung tingkat kebebalannya sih). So, here we go!
1. Sebelum masuk ke tips-tips selanjutnya, perlu kita ketahui bersama ekspresinya orang yang mau curhat. Lebih kurang, beginilah gambaran wajah mereka: datang, duduk, menghela napas panjang dan berat, kening berkerut, dan diam sesaat. Dan biasanya, kita akan terpancing untuk bertanya “kenapa lo?”. Jadi, inti dari poin pertama ini adalah, Jangan Sampe Terpancing Untuk Bertanya.
2. Pura-pura sibuk. Beresin isi lemari dan kolong tempat tidurmu.
3. Dan, supaya curhatnya jadi berguna, biarin dia curhat sambil suruh dia jemurin cucianmu. Bermanfaat, kan?
4. SMS salah satu temanmu. Ajak dia membuat sandiwara percakapan di telepon untuk mengalihkan perhatianmu. Ingat kata Nike Ardilla, dunia ini panggung sandiwara, teman!
5. Minta tolong padanya untuk beli cokelat, permen, obat pencahar, atau apalah di swalayan atau warung. Nah, sementara dia pergi, segera minum obat tidurmu. Hihihi.
6. Keluarin koleksi film action-mu dan ajak dia nonton. Siapa tau, setelah kalian nonton bareng dia mau nonjok orang yang bikin dia bete itu.
7. Atau, kalo kamu gemar repot-repot, hadiahkan dia punch bag sederhana dari karung dan pasir.
8. Ajak dugem dan dandanin dia seseksi mungkin. Cariin cewek baru. Maybe she needs to get laid, and she will shut up. Kamu tinggal nunggu curhat berikutnya dari dia.
9. Ajak ke rumah pemulung atau panti asuhan. Supaya dia ngeliat, kalo nggak hanya dia yang paling menderita di dunia ini.
10. Kalo Sembilan cara di atas masih nggak berguna, curhatin balik aja!
Well, Ladies, selamat mencoba dan selamat tegang urat dengerin orang curhat.. Hihihi.
Happy Sunday ya!
@Fluffy, SepociKopi, 2009









whkk….
gk ada kata lain untuk artikel fluffy yaitu….
kocak dan bermanfaat.
paling bagus point ke 2.
sekalian minta tolong juga belanja…
bermanfaat banget tuh
ho….
Hahaha….fluffy peliiiit ! Dicurhatin aja ogah, gmn dimintaiin traktir??!
) dicurhatin org nambah pahala lho, apalg kalo smp ktiduran…wkakaka. Aku gak kuasa nolak fluf, secara yg curhat cewek2 cantik smua yg slalu bs terhibur kalo curhat ma butch ganteng! Wqwqwq :p
Whaaakk! (*urungkeun niat curhat ama fluff! ntar disangka “gundik”–> gundah-gundah dikit…
hahahahaha..fluff – fluff….lama2 gak bakalan ad yg jadi PELACUR lagi
kayanya g sering kena yg point ke 10.. blm sempet curhat eh dia ud curhat duluan… akhirnya jadi pendengar setia. terakhir baru deh dia ngomong “koq kynya hidup u enak banget ya, kaga ad masalahnya” cuapeeeee d
*pelacur diam seribu bahasa mode on*….fluffy telah membongkar semuanya! hiks
Begitu keliatan di pagar,lsg sms SOS ama temen lain, minta dia untuk miskol tiap 10min, pura-pura angkat telp, monolog dan ngemeng macem2, memandang tak enak ke si pela’ku’cur’hat, terus bilang..’sori ,ada yang curhat’, terus tutup telp, pasang muka capek ‘gw capek bgt deh dicurhatin, bukan ga mau bantuin tapi kalo keseringan jadi males, mana topiknya itu-itu juga, dinasehatin ga dijalanin. Kalo gtu mah mending dia ngomong sendiri, direkam dan didengerin sendiri.Ah, males gw ama org kaya gtu’, terus tatap dia dengan polos ‘eh, lo mau apa tadi kesini?’.
hihihihihi. luska, kamu lucu banget deh!
to jeng asih,haya…maap yaaaaaaaa tak bermaksud hahahaha
to djakta, kamu harusnya paksa curhatttt jeng
to spongebob, yang nggak baca ini pasti masih tetep pelacur. hahahaha
to sinyo, yuk curhat ama ekeeee
to rafi, mau traktir? yuk!!
to vantaggio, sekalian kita suruh bersihin toilet gimana? hihihihi
ide bagus tuh fluffy abis tuh ditinggal pegi.
whkkk
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments