Home » Coming Out, Humaniora

Dua Dunia

15 April 2009 169 views 12 Comments

reflection__by_numbpurplehazeOleh: Grey Sebastian

Pernahkah kalian mengalami hidup di antara dua dunia? Di mana sewaktu-waktu kalian harus selalu siap berubah menjadi dua orang yang berbeda. Aku rasa semua orang pernah mengalami hal ini. Bukankah hidup itu memang punya dua sisi, seperti uang logam?

Aku sangat percaya bila dunia memang di ciptakan dalam dua sisi. Hitam dan putih, kanan dan kiri, atas dan bawah, lurus dan belok, baik dan buruk, asli dan palsu, nyata dan maya. Dan manusia selalu berada di antara keduanya.

Sulit merealisasikan diri sendiri di dunia nyata karena tekanan dan tuntutan dari berbagai pihak, kadang juga membuat kita harus kehilangan diri sendiri. Sehingga kata-kata Be yourself! menjadi impian yang mungkin benar-benar hanya mimpi. Kita tidak boleh egois dalam mempertahankan idealisme kita kan? Apalagi kalau kita tahu idealisme kita akan melukai banyak pihak dan merugikan diri kita sendiri.

Tidak heran akhirnya banyak orang yang mengalami krisis identitas. Saat di satu sisi ingin membahagiakan orang-orang di sekitarnya, sedangkan di sisi lain dia ingin menjadi diri sendiri. Bahkan para superhero di film-film pun selalu di gambarkan sebagai orang yang mengalami krisis identitas sebab harus hidup pada dua dunia. Sebab di dunia mana pun, mereka tidak bisa menjadi diri mereka sendiri.

Sayangnya, ini bukan di film sehingga akhirnya dunia maya menjadi pilihan yang paling nyaman untuk menciptakan sosok seperti yang kita inginkan. Tidak heran juga kalau saat ini gadget yang bisa membuat orang terhubung ke dalam dunia maya di manapun dan kapan pun digilai banyak orang.

Seperti saat ini, aku juga sering mengalami krisis identitas karena hidupku yang berada pada dua dunia. Dunia nyata dan dunia maya, dunia LGBT dan dunia hetero. Sampai terkadang aku sendiri tidak bisa membedakan mana yang benar-benar nyata dan mana yang hanya ilusiku semata. Mana yang Grey Sebastian dan mana yang seseorang di balik Grey Sebastian. Hal ini yang membuaku sulit memercayai hubungan percintaan lewat chatting. Lain cerita kalau di dunia nyata mereka memang sudah saling mengenal, sehingga hanya perlu mengenal lebih dekat lagi lewat chatting.

Menurut seorang teman dunia mayaku, aku cukup popular. “Siapa yang tak kenal Grey Sebastian?” katanya. Aku punya temen-teman yang juga orang terkenal. Tulisanku pernah beberapa kali dimuat di  situs SepociKopi yang paling terkenal. Aku punya blog pribadi yang sudah mendapat rekomendasi. Sehingga menurutnya, pasti mudah bagiku untuk menggaet pacar perempuan.

Satu hal yang dia lupa, Grey Sebastian itu sebenarnya tidak pernah ada. Dia hanya seseorang yang hidup di dunia maya. Coba cari di daftar pemilih di Pemilu, apakah ada nama Grey Sebastian? Coba cari di daftar WNI yang tinggal di Beijing, apakah ada nama Grey Sebastian? Coba juga cari di daftar penduduk Jakarta, apakah ada KTP atas nama Grey Sebastian? Pasti tidak ada.

Sedangkan sebagai seseorang di balik Grey Sebastian, aku tidak sehebat yang dia kira. Aku masih belum bekerja. Aku masih bergantung pada orang tua. Memiliki kesulitan berkomunikasi. Sama sekali tidak popular. Aku hanya beruntung memiliki kesempatan untuk belajar di negara asing. Sehingga menurutku tidak ada yang perlu dibanggakan dari diriku, meski aku senang menjadi diriku sendiri. Grey Sebastian dan orang di baliknya adalah dua orang yang berbeda.

Sebagai seseorang yang hidup di dua dunia, jangan heran kalau aku selalu punya dua akun. Aku punya dua akun Facebook, aku punya dua akun Yahoo!, aku punya dua akun Yahoo! Messenger. Dulu aku juga punya dua akun Friendster. Hal ini membuat aku sedikit kerepotan dan memerlukan waktu lebih banyak di depan komputer. Karena selain harus meng-update informasi tentang Grey Sebastian, aku juga harus menyapa teman-teman di dunia nyataku. Tentu saja ini aku lakukan hanya agar mereka tahu bahwa aku baik-baik saja dan masih hidup sehat bahagia.

Secara pribadi, aku lebih suka hidup sebagai Grey Sebastian. Begitu aku menyalakan komputer dan mengaktifkan internet, aku menjadi Grey Sebastian. Mungkin alasanku sama dengan teman-teman yang lain, yang juga hidup pada dua dunia. Karena Grey Sebastian adalah pribadiku yang lain, yang sulit aku realisasikan di dunia nyata.

@Grey Sebastian, SepociKopi, 2009

12 Comments »

  • Jo said:

    Kayanya dua akun kurang deh, Grey. Gimana kalo tambah dua akun lagi untuk masing-masing. Jadi proses tepe-tepe elo bisa tambah sukses *twink-twink* :mrgreen:

  • jeng_asih said:

    punya akun 10 oke juga…buat bapak, ibu, adik, kakak, sodara, sahabat, temen, tetangga, dosen dan musuh bebuyutan. (pas 10 kan?!) hehehehehehehe

    lucu kali ya, punya akun buat musuh bebuyutan..isinya pasti bon-bin semua, hihihihihhi

  • maya q said:

    hemmm….
    sama kayak q. tapi lebih repotnya q punya 2 kepribadian yang harus q atur
    2 kehidupan yang maya dan nyata,,,,
    tapi q selalu nikmati keduanya..
    q lebih suka hidup dalm kehidupan maya karena dikehidupan maya q bisa melakukan apapun yang q mau dan q bisa karena itu tidak bisa q lakuin didunia nyata… :)

  • Cink said:

    U r just doin great Grey!!! Be proud to be you or just YOU :)

    We can’t wait 2 c u soon :) Jia you!!! Zhai jian!!!

  • vantaggio said:

    sikon u sama kayak g sekarang. di dunia maya ini g bisa berkreasi sesuka g. jia you….

  • Megan said:

    Greyyy,aku abu abu…Salut utk tulisan kamu,,,

  • Susan said:

    Sebenarnya aku akan lebih senang mengenal seseorang yang ada dibalik Grey itu.

  • GreyS said:

    @ Jo & Jeng Asih : Punya 2 akun aja udah bikin pusing apalagi bikin lebih. Heehehhee…. kec punya sekretaris pribadi yg special ngurusin akun-akun aku gpp deh.

    @ Maya & Vantagio : Aku & bbrp temen yg jg merasa lebih nyaman di dunia maya, makanya aku tulis topik ini.

    @ Cink & Megan : Thx yah atas pujiannya

    @ Susan : Kapan-kapan boelh kenalan kok

  • Wil said:

    Nice writing, dear Sis… ‘lam kenal

  • Afrifera said:

    Emang gtu kli ya khidupan ce2 L yg blm n ga akan prnah coming out di dunia nyata, ribet ngatur 2 prsonality.. Grey, lam knal

  • caya mirza said:

    gue bgt tuh… sempet sedikit stress, tapi sekarang sudah lebih bersahabat dengan hal itu. gue di dunia maya dan gue di dunia nyata, keduanya punya beda karakter ^_^

  • Delicious said:

    Hm..mirip2 :) bedanya aku mulai menarik teman2 dunia maya pilihanku yang uda bisa dipercaya 100% masuk ke kehidupanku :)
    Mulai menorehkan nama mereka di real facebook, real ym :)
    But to be frank yah totally agree dunia maya memang lbh menyenangkan tp it wont last kan?

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.