Home » Have Your Say

Have Your Say: Dikhianati Sahabat dan Kekasihku

10 April 2009 310 views 8 Comments

flower_by_darkona_gothTidak pernah terbayang olehku bahwa kekasihku dan sahabat terbaikku ternyata diam-diam berselingkuh.Sakitnya hati ini masih terasa walaupun peristiwa itu sudah beberapa tahun berlalu. Dengarkan kisah sahabat kita Andien yang bercerita.

Namaku Andien dan sudah hampir dua tahun aku menjalin hubungan dengann kekasihku ketika aku mendapati hubungan kami masuk ke tahap monoton. Aku sendiri tidak keberatan dengan hal itu karena memang itulah pada dasarnya sebuah hubungan. Awal-awal jatuh cinta berjuta rasanya namun lama-kelamaan hubungan berubah stabil dan tenang. Temanku pernah bilang di saat seperti inilah saat yang berbahaya.

Untuk membuat Rien, kekasihku, tidak bosan cuma berduaan denganku, aku mengajak Rien bertemu dengan sahabat-sahabat lesbianku. Sebelumnya Rien menolak bertemu dengan teman-teman lesbianku karena dia masih in the closet dan tidak mau bergaul dengan kalangan lesbian. Salah satu sahabat yang kuperkenalkan adalah Lily.

Lily adalah sahabat lesbian yang kukenal pertama kali sejak aku masuk ke dunia ini sekitar lima tahun lalu. Kami tidak pernah punya hubungan asmara, hubungan kami hanya bersifat platonik seperti kakak dan adik. Usia Lily yang lebih tua lima tahun dariku membuatku menjadikannya sebagai tempat curhat dan bertanya.

Beberapa kali aku dan Rien bersama teman-teman lain hang out bareng. Ngopi, karaoke, makan. Rien kelihatan happy dengan pergaulan baru ini. Aku juga ikut happy. Beberapa minggu kemudian, aku mulai menemukan hal-hal yang janggal di luar kebiasaan. Rien mulai membatalkan janjinya untuk pergi denganku. SMS dan teleponnya juga cuma singkat-singkat saja. Dan terakhir beberapa kali dia mengaku padaku pergi bersama teman-teman SMA-nya.

Aku curiga tapi tak bisa membuktikan kecurigaanku. Aku curhat habis-habisan dengan Lily karena masalah ini. Lily menyabarkanku dengan mengatakan bahwa kecurigaanku tidak beralasan, aku terlalu paranoid dan lain-lain. Tapi gelisahku tak kunjung lenyap. Apalagi Lily lebih banyak diam daripada memberi nasihat seperti biasanya.

Akhirnya karena tidak tahan, aku bertanya langsung pada Rien. Rien menyangkalnya habis-habisan, dan sial buat Rien pada saat kami bertengkar hapenya yang di atas meja berbunyi dan nama Lily berkedip-kedip di layar. Duk! Tiba-tiba aku seakan tersambar petir kesadaran, buat apa Lily menelepon Rien? Rien berusaha mengambil hape di meja, tapi tanganku lebih cepat. Rien mati-matian merebut hapenya dari tanganku. Kecurigaanku makin menjadi-jadi. Hape itu terjatuh sampai lepas baterainya di lantai. Aku memaki-maki Rien dan langsung pergi dari rumah Rien saat itu, dalam kemarahan yang memuncak.

Aku tahu aku tidak bisa menyetir mobilku dalam keadaan galau. Kutelepon Lily ketika aku duduk di dalam mobil. Belum sempat dia bicara aku sudah menyemprotnya habis-habisan. Tanpa bukti pun, aku yakin dan aku tahu benar bahwa sahabat baikku dan kekasihku berselingkuh. Mulanya Lily masih menyangkal tuduhanku. Tapi dari nada suaranya aku tahu dia lebih takut daripada marah. Habis-habisan kumaki Lily saat itu.

Aku tidak langsung pulang, tapi menemui sahabat kami yang lain. Lisa. Dari Lisa aku tahu bahwa sudah beberapa minggu ini dia mencurigai hubungan Rien dan Lily karena dia pernah melihat foto Lily dan Rien di hape Lily tanpa sengaja. Duniaku serasa runtuh waktu itu. Sedihku tak terkira. Sakit hatinya apa lagi. Tapi setelah seminggu curhat dengan sahabat lain dan menangis tiap malam kukuatkan diriku untuk bangkit.

Kuputuskan hubunganku dengan Rien walaupun Rien mengiba-iba dan mengatakan bahwa hubungannya dengan Lily adalah kesalahan. Tapi aku sudah telanjur sakit hati dan sulit percaya padanya lagi. Hubungan persahabatanku dengan Lily juga hancur.

Terakhir kudengar mereka hanya sempat pacaran selama enam bulan sebelum mereka akhirnya juga putus. Peristiwa ini tidak membuatku trauma pacaran atau jadi tidak mau bersahabat dengan teman-teman lesbian lain. Tapi peristiwa ini membuka mataku bahwa lesbian juga sama seperti manusia hetero. Kami tidak lebih baik juga tidak lebih buruk. meskipun waspada tidak pernah ada ruginya. Belakangan ini, aku, Lily, dan Rien sudah bisa berkomunikasi dengan baik. Tidak lagi penuh beban sakit hati, penyesalan, dan kemarahan. Tapi apa yang sudah rusak dulu tetap tidak bisa diperbaiki.

(Diceritakan dan ditulis oleh Andien)

@Andien, SepociKopi, 2009

Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kaulewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa jadi sharing berharga untuk teman-teman lain. Bagi pengalamanmu ke redaksi SepociKopi di alex58id@yahoo.com, jejak_artemis@yahoo.co.id dan sebeningembun@gmail.com

8 Comments »

  • oryza sativa said:

    ow yes it is, tulang belulang rasanya crispy mendadak.

  • vantaggio said:

    sabar ye… tapi salut bisa komunikasi lagi walau punya masa lalu seperti itu.

  • tiek said:

    memulihkan hubungan seperti tu butuh waktu ndien, sabar ya satu kali kamu pasti menemukan yang lebih baik dari Rien. Namun aku berharap hubungan kalian berlanjut lagi jalin hubungan yang lebih dewasa dan tumbuhkan rasa saling membutuhkan. OK ndien aku berharap kalian balik lagi ….

  • Nisha said:

    Kt pepatah apa yg kita lakukan itu yg kita tuai hasilnya. Karma bukan hal yg mustahil kok. Mungkin kmu akan dpt yg terbaik setelah lepas dr ex-mu yg peselingkuh itu.

  • kayla said:

    Sabar ya Dien … suatu saat kamu pasti mendapatkan yang lebih baik .

  • Boey said:

    yeah….
    seperti rantai makanan, lingkaran percintaan yang membingungkan, sabar aja ya ambil hikmah dari semua kejadian ini, cemangaaaat

  • jeng_asih said:

    it’s call, dog eat dog…cuih, no mercy for that!!!

  • black said:

    to oryza sativa; hahahahaha udah lama g baca koment gtu, crispy mendadak, brasa mkan crepes deh

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.