Home » Humaniora, Relationship

Have Your Say: Kekasihku Berubah

3 April 2009 449 views 15 Comments

red_and_grey_flower_by_tpphotographyBertemu kekasih di dunia maya dan melanjutkan hubungan di dunia nyata. Pernahkah begitu? Pasti pernah. Problem-problem apa yang terjadi? Dengarkan kisah sahabat lesbian kita yang bermasalah dengan mantan kekasihnya.

Antah berantah lingkungan lesbian memang aneh. Dalam sekejap bisa jungkir balik, bertolak belakang dari apa yang sudah terjadi sebelumnya. Tanpa adanya ikatan resmi terkadang pasangan bebas melakukan hal-hal di luar dugaan. Misalnya, aku diputuskan oleh patnerku tanpa sebab. Sungguh tanpa sebab.

Kukenal Dila delapan bulan yang lalu lewat online chat di satu situs lesbian. Dari sana kami semakin dekat, intim, mesra, dan akhirnya jadian. Dila sosok perempuan dewasa yang super sayang dan perhatian denganku. Semua kriteria perempuan andro idamanku ada padanya. Meskipun kami berbeda kepercayaan, hal ini tak menjadi masalah sama sekali. Benar kata orang, cinta itu buta, tak bisa meraba dan tak mengenal bentuk jika sudah merasuk.

Di awal bulan pertama kami melewati bulan madu yang sangat memorable, kami bertemu di kota-kota wisata yang sangat indah. Waktu-waktu ini begitu berharga dan sangat lekat dalam ingatan. Di saat yang sama juga kami mulai beradaptasi dengan kekurangan dan kelebihan masing-masing. Jelas seleraku sangat Indonesia. Aku lebih suka pecel dari pada pizza, ikan bakar dari pada steak, sayur mayur rebus daripada salad, nasi dan ikan gulai dari pada sushi. Sungguh perbedaan yang sangat mencolok dengannya.

Semuanya berjalan seperti air mengalir. Kami semakin dekat dan mengerti apa yang aku suka, apa yang dia mau, dan apa yang kami pilih. Aku hanya tidak menyadari perbedaan-perbedaan tadi semakin ternyata membuat jurang yang di antara kami. Menjadi pasangan lesbian saja sudah sulit apalagi ditambah dengan aneka perbedaan yang membuat hubungan semakin ribet.

Dila mengeluhkan hal-hal kecil denganku, mengatakan aku harus belajar mencobai makanan lain. Karena rasa cintaku padanya, aku mencoba makanan-makanan yang tak kusukai. Sebenarnya pekerjaanku bersinggungan dengan dunia internasional, maka sejujurnya makanan tadi bukanlah penganan yang aneh buatku. Undangan makan datang silih berganti. Tapi memang lidahku saja yang kolot, walaupun pikiranku tak sekolot lidahku.

Aku benar-benar mencicipinya, meskipun perutku menolak habis-habisan. Aku mencoba membiasakan diri demi dirinya. Lama-lama protes yang terjadi tak hanya sampai di situ. Ia mulai memprotes gaya rambutku, kulitku yang seharusnya menjadi putih. Semuanya semakin tidak masuk akal. Ia malah menyuruhku masuk ke dalam agamanya. Aneh, dia sendiri tidak mempraktekkan hubungan yang mesra pada Tuhan.

Lama-lama aku menyadari bukan keberbedaan yang menjadi alasan untuk menjauhiku. Pada dasarnya dia tak cinta lagi. Mungkin aku harus flash back sedikit. Dila tak memiliki teman lesbian di dunia nyata. Ketika bersamaku, aku mulai mengenalkannya dengan teman-teman dekat. Karena kami berbeda kota, tentu aku ingin Dila tak kesepian. Dila mempunyai jadwal kerja yang gila. Demikian juga dengan aku. Bahkan jika hidup satu kota pun, aku yakin kami hanya memiliki waktu bersama ketika akhir pekan.

LDR sebenarnya bukan masalah. Yang menjadi masalah adalah perubahan Dila yang luar biasa. Namun perlahan aku mulai melihat yang lain; suatu kenyataan yang aku harus hadapi. Fakta pertemanan di dunia nyata ternyata bisa mengubah rasa cinta patner. Dila berada di tahap eforia sewaktu memiliki banyak teman-teman di dunia nyata. Teman-temannya dilayani dan didekati dengan penuh semangat. Aku memang tak menuduh Dila selingkuh, namun dia seperti tersihir habis-habisan oleh banyaknya lesbian di depan mata.

Aku semakin sadar bahwa apa yang disebut Dila sebagai kekurangan-kekuranganku hanyalah alasan. Aku femme yang cukup menarik, kulitku bersih meski tidak putih, pekerjaanku cukup bagus. Aku memiliki keluarga bahagia bersama orangtua dan teman-teman. Aku juga orang yang cukup luwes bersosialiasi.

Dila akhirnya memutuskanku setelah menilai aku tidak cocok dengannya. Dia menceritakan perihal ketidakcocokan ke beberapa teman dekatku. Tidak cocok karena selera makan kami berbeda?? Sungguh sebuah alasan yang tak masuk akal setelah nyaris satu tahun bersama. Ternyata manusia berubah cepat. Dila menjadi sosok yang tak kukenal; kasar dan tak manusiawi. Menjadi manusia yang sungguh keras dengan pendiriannya.

Jadi jangan mencari-cari alasan konyol ketika memutuskan patnermu. Mari berkaca bersama-sama. Bisa jadi hinaan yang dilontarkan pada kita sebenarnya tamparan buat diri sendiri. Sekarang siapakah yang tidak masuk akal? Aku yang tak suka makanan tertentu atau dia yang terpesona mengenal banyak lesbian di dunia nyata?

(seperti yang diceritakan dan ditulis oleh Niga)

@Niga, SepociKopi, 2009

Redaksi SepociKopi menerima kiriman kisah pengalamanmu yang mengiris hati namun telah berhasil kau lewati dengan baik. Mungkin ceritamu bisa menjadi sharing berharga buat teman-teman yang lain. Bagi pengalamanmu atau ceritakan ke redaksi SepociKopi di jejak_artemis@yahoo.co.id, alex58id@yahoo.com, dan sebeningembun@gmail.com

15 Comments »

  • Jo said:

    Dear Niga,

    Cinta itu ga buta. Mata hati manusia lah yang buta sehingga tidak bisa melihat dengan jelas :)

  • Susan said:

    Buat Niga,

    Salam kenal,
    Masalah selera memang bisa membuat jatuh cinta atau putus cinta. Tapi kalau memang dia terpengaruh teman2 barunya, berbahagialah bisa lepas darinya karena kamu lebih baik tanpa orang yang plin plan.

  • Lune said:

    love is too complicated to explain

  • chubby-gal said:

    kalau teringat cerita ini, aku pernah mirip2 seperti ini, hanya aku pernah disisinya Dila, hanya ga selama 8 bulan.

    Aku pernah kenal lewat telp, lewat i-net, dan asik ketika ditelp, karena LDR, mengisi hari2 bersama saat masih PDKT. Setelah jadi, mulailah kok merasa ga nyaman, tapi ga bisa ngasi alesan apa yang buat tidak nyaman. Mungkin cinta itu pudar, mungkin emang awalnya bukan cinta, tapi berupa kekaguman sementara. Eforia sesaat.

    Aku sendiri kesel ma diri sendiri, ga bermaksud menjadi tukang jagal. Aku tetap bersalah, jadian sebelum mengenal bener2 maunya aku dan maunya dia. Alhamdulillah sekarang, aku dah tau mau aku dan sudah bisa menjaga perasaan, dan menemukan orang yang sayang aku apa adannya.

    Love you my Cc

  • disdis said:

    Uhmm..Uhmm….. sabar ya.. sometime cinta memang buta tergantung dari sudut mana kita melihatnya.Dulu saya juga pernah merasakan di cut dengan alasan yang gak masuk akal.But life must go on.. Suatu saat nanti km pasti dapetin pasangan yang lbh baik..

    _Salam hangat_

  • Hyuga said:

    Saat2 PDKT memang selalu terlihat indah apapun masalahnya ga jadi soal, tapi saat ada waktunya untuk saling mengerti dan memahami kebanyakan pasangan tidak bisa menerima kekurangan masing2, karena terlena terlalu jauh. Sabar aja, mungkin Niga akan menemukan orang yang bisa mengerti Niga suatu hari nanti. tetap semangat!

  • Veya said:

    Sbnrnya.. Mslh dtang krn qt sendri yg buat.. Ini jln agar qta bsa brpkir lbh awal sblm trjdi lagi.. Mslah tu adl pljaran, utk lebih baik lg.. Semangat ya..

    Yg pnting kmu bsa mndpt kptusan yg trbaik.

  • Niga said:

    Dear All,

    Terima kasih atas comment-commentnya. Ini sangat berarti buat Saya ke depan. Saya akan sangat banyak belajar dari kejadian ini. Yang jelas, dengan pengalaman seperti membuat Saya akan lebih semangat untuk menjadi lebih baik. Koreksi diri kedepan sebagai investasi jangka panjang, bukan untuk menarik perhatian agar si dia kembali

  • Hilda said:

    Hei yg kamu maksud dila itu ko mirip sama kelakuan temenku . Jgn jgn itu dia.

  • keke said:

    Hr ini..sy tlh memutuskan hub dgn gf saya… secara baik2. Bukan dgn alasan yg tdk masuk akal ataupun alasan yg konyol.. tpi alasan yg tepat yg sm2 kt bs terima..
    Sy berharap..bs jalani hr2 sy mulai bsok dgn tenang…

  • vantaggio said:

    @keke : yang sabar ye… semangat

  • maya q said:

    CHAYO………………….

  • flora said:

    Itulah kehidupan………. Sabar n trus brjuang utk mndapatkan yg trbaik…. gbu

  • tiara said:

    yuPp…
    cinTa manG bikiN haTi qTa jaDi buTaa…

  • aby said:

    sama nih niga, kenapa yah perbedaan yg sbnrnya bisa diatasi n dimengerti malah menjadi bumrang. buat apa bertahan, berkorban n menyesuaikan diri selama 1 tahun itu kalo ternyata hanya untuk mengukur semua perbedaan yg nantinya akan membuat jurang hubungan semakin dalam?
    tp memang sih bagi yg mencintai org tersebut akan kecewa n mengatakan cinta itu membutakan kita

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.