Cuci Mata: Mari Berbelanja!
Weekend ini seperti biasa aku ke mal. Berjalan tak tentu arah sehabis makan di restoran sushi, aku melihat orang-orang berkerumun dari jarak sepuluh meter. Kakiku bergerak ke sana tidak bisa menahan rasa ingin tahu. Ada apa sih ramai-ramai seperti ada penjualan minyak goreng murah, pikirku. Ternyata bukan minyak goreng yang dijual, melainkan hape Blackberry.
Saking ramainya, perempuan-perempuan cantik mbak SPG yang biasanya diabaikan dan dijauhi kini malah cuma duduk santai sementara orang-orang berbondong mengelilinginya. Bahkan si mbak tampak kewalahan dicecar pertanyaan.
Aku jadi makin penasaran.
Kuhampiri juga gerai penjual Blackberry yang dibundling dengan provider selular itu. Kulihat logo bank yang juga jadi sponsornya. Saking sibuknya menghadapi pertanyaan, si mbak SPG cuma menyodorkan selembar pamflet berisi daftar harga Blackberry. Bold yang mestinya 7 juta lebih dijual “hanya” dengan harga 5 jutaan jika menggunakan poin dari kartu kredit yang disponsori bank yang jadi sponsor di sini.
Wah, mataku langsung hijau. Jantungku berdebar makin cepat. Ini ciri-ciri kalau sedang bersemangat saat menghadapi barang sale atau kena diskon atau murah. Sesaat aku lupa bahwa aku sudah punya Blackberry saking murahnya harga yang ditawarkan. Sayangnya aku sudah punya, kalau tidak pasti menyenangkan pulang dari mal menentang hape baru.
Kulihat bagian kasir sibuk menggesek kartu kredit pembeli yang sampai rela antre untuk mendapatkan Blackberry murah itu. (Bisa kebayang nggak sih orang Indonesia antre?). Kepalaku langsung sakit. Semakin banyak orang membeli barang mahal, semakin banyak “pameran” barang-barang mahal yang dilambai-lambaikan di sana sini. Pasti nanti makin banyak orang yang berpikir sinis terhadap mereka yang berpunya.
Maksudku begini, setiap hari kita membaca koran digempur dengan berita krisis keuangan global (selain berita pemilu tentunya). Tapi melihat ini, kita langsung mempertanyakan berita-berita yang kita baca. Krisis keungan global sepertinya naik andong sampai ke Indonesia. Yeah, berita kolapsnya bank-bank di Amerika memang tampak mengerikan, tapi itu di Amerika, bo! Jauh banget dari Indonesia ya. Bahkan dalam kampanye-kampanye pemilu para capres saja tampak tenang dan tidak membahas soal krisis keuangan ini. Dan lihat saja buktinya, di mal ini ketika orang-orang berebutan Blackberry seperti mengantre beras murah.
Atau cobalah lihat apartemen-apartemen mewah yang ditawarkan di mal dan televisi dengan iming-iming harga naik tgl 23 Maret 2009 jadi segeralah booking sekarang juga dan dapatkan cashback 100 juta atau pendingin ruangan dan kitchen set mewah di setiap pembelian apartemen tipe tertentu. Cobalah terlambat sedikit datang ke kantor pemasarannya, apartemen yang Anda inginkan di lantai tertentu dengan view bagus pasti sudah terjual dengan cash keras.
Atau lihat saja situs hotel bintang supermewah lima plus-plus yang membuka cabangnya di Indonesia. Mereka yakin seyakin-yakinnya tidak mengalami kerugian. Liburan adalah kepentingan urutan nomor buncit bagi mereka yang belum dapat memenuhi sandang pangan papannya. Apalagi liburan mewah. Tapi itu tidak membuat para investor bernyali kecut menanamkan investasi mereka di sini. Bvlgari, St. Regis, Banyan Tree, Four Season, Ritz Carlton adalah salah satu nama-nama kondang yang mempunyai outlet mewahnya di Indonesia.
Dan lihat juga mal pada setiap wiken. Bistro, resto, lounge, cafe mewah tumbuh seperti cendawan di musim penghujan. Mulai dari restoran lokal sampa franchise multimillion dollar yang tempatnya bertebaran di lima benua. Herannya, tempat-tempat itu juga selalu sesak dan penuh. Bahkan untuk beberapa lounge perlu reservasi jauh-jauh hari. Resto yang penuh sesak seperti itu adalah hal yang wajar bagi mereka yang biasa menghamburkan uang untuk kemewahan dan kenikmatan.
Tunggu, jangan sinis! Jangan berkotbah tentang materi dan dunia hedonis. Jangan sebut-sebut kata sombong dan sok pamer. Produsen memang harus mendorong dan mengiming-iming pembeli agar mau mengeluarkan uang. Karena belanja konsumen adalah salah satu cara menghajar krisis keuangan ini. Lihat berita Kompas akhir Januari lalu, tentang pesan untuk menghadapi krisis keuangan: www.kompas.com. Penjualan apartemen mewah akan memberikan lapangan kerja buat ribuan buruh, pembelian Blackberry akan memberikan peluang buat provider selular dan penyedia jasa yang berhubungan dengan teknologi, pembukaan hotel, spa, dan resto baru selalu menyerap ratusan tenaga kerja profesional maupun unprofesional. Semua kegiatan belanja ini akan menumbuhkan perekonomian. Jadi krisis keuangan yang jadi momok pun bisa kita kurangi dampaknya.
Orang kaya selalu menjadi bemper bagi si miskin. Dari hura-hura, kehidupan mewah dan gelimang harta, gaya hidup pamer, dan kegilaan belanja membuka banyak lapangan pekerjaan, memberi makan ribuan orang dan keluarganya, menjamin masa depan kanak-kanak duduk di bangku sekolah, mendorong kompetisi ekonomi, dan memperbaiki nasib orang miskin. Jangan memperlama krisis dengan memarkir uang di bank saja. Geliatkan uang itu, beli investasi sesuatu atau malah, nikmati hidup saja dengan berbelanja.
Jumat malam aku bertemu dengan beberapa teman-teman lesbianku. Teman lesbian A membawa hape iPhone-nya yang terbaru. Teman lesbian B memamerkan mobil CRV-nya yang mengilat baru keluar dari showroom tiga hari lalu. Teman lesbian C memberitahu bahwa pengajuan kredit pembelian apartemen dua kamar tidurnya yang menghadap marina sedang diproses. Dan aku? Apa yang kubeli baru-baru ini? Aku menghadiahkan diriku Louis Vuitton monogram wallet sebab aku mendapat kenaikan jabatan bulan kemarin. Oya, mereka bertiga juga mengajakku berlibur di Kura-kura Resort, sebuah vila mewah di pulau terpencil yang jauh dari keramaian kota.
Jadi tunggu apa lagi? Jika Anda berpunya, peduli dengan orang miskin, dan ingin dampak krisis keuangan global cepat dapat diselesaikan, mulailah belanja dari sekarang.
@Sidney, SepociKopi, 2009










Kayaknya menyenangkan banget bisa belanja, liburan mewah, hape baru, mobil baru, apartment… Hehehehe… Sayang, nggak semua orang bisa seperti kamu, Sidney.
“Jadi tunggu apa lagi?Jika Anda berpunya,peduli dengan orang miskin”
benarkah ayat ini?
hhmmm…..
Fiuuhh..
Kayaknya yang dimaksud orang miskin itu aku deh..
kalau dipikir emang apa yang dikatakan ada benarnya juga. hahaha.. salut saya dengan pemikiran kamu.. tidak semua orang akan berpikir ke arah situ. daripada semua menghabiskan uangnya di negara orang, lebih baik habiskan di negara sendiri. (buat yang “punya” lo) bukan berarti saya memandang rendah pada yang ga “punya” (seperti saya T.T) tapi daripada terjerat hutang sana sini hanya untuk gengsi. gak banget deh.. (pengalaman pribadi….)
anyway salam kenal..
Kura kura Resort memang tiada duanya Sid.
Saranku, sebaiknya ke pulau naik private plane yang disediakan villa daripada naik ferry. Pemandangan dari atas sungguh tiada duanya. Makin cinta Indonesia!
Pilotnya suka pamer, tapi jgn kuatir aman kok. Mereka semua mantan angkatan udara republik Indoensia. Biasa nerbangin peswat tempur.
Met berlibur ya. Jangan lupa nanti foto2 n ceritanya.
*Lakhsmi
sid,
aku setuju krisis saat ini gak secepat itu teradopsi oleh indonesia. ini adalah blessing in disguise dari financial market kita yang gak canggih2 amat, kapitalisasinya kurang dari 0.5 percent GDP 2008. yang rugi dari krisis finansial ini memang orang kita yang nanem saham NYSE dll.
betul juga kalo konsumsi adalah backbone growth di negara kita krn 55 percent GDP adalah dari konsumsi rumah tangga.
pertanyaannya, dari 1 biji blackberry gold seharga 7 juta, berapa rupiah yang pergi ke si embak2 SPG? kalau yang beli banyak, apa lantas si embak2 dengan mudah minta naik gaji? apa malah langsung dipecat secara yang ngantri jadi SPG juga banyak. hal yang sama jg berlaku buat beli tas louis vuitton, dll.
ya, benar juga, apartemen mewah di jakarta menggunakan banyak tenaga kerja. namun sayang, indonesia tak sesempit jakarta. kalo di jakarta banyak kerjaan sementara pengrajin di jepara pada dipecatin gara-gara permintaan ekspor furnitur dari amerika dan eropa menurun gimana? masak mo bikin apartemen mewahnya di jepara? apa mau eksekutip kita tiap pagi terbang dari jepara buat membantu pengrajin2 itu?
kita mungkin akan terkena imbasnya 2 taun ke depan (God fobids) bila negara2 maju itu kian sulit mengontrol krisis mereka. permintaan produk dan investasi mungkin dibatalkan. saat itu mungkin baru kita benar merasakan dampak krisis saat ini di sektor riil.
jadi, belanja ya belanja aja, sid. gak usah merasa berdosa di tengah krisis ekonomi milik orang seberang. you work hard for it and you earn it. there’s nothing wrong with that.
-robyn
Sid, jadi iri deh eike… Pengen ke Kura-kura Resort jg, naik Plane Pribadi… kapan yah bisa begitu???
aku memang sering bertanya-tanya (tapi lebih sering ke diri sendiri), kalau melihat fenomena yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin, ga cuma di Indonesia aja. Kalo AIG aja pede ngasih bonus ke eksekutifnya, maka sah-sah aja orang Indonesia ngantri beli blackberry ‘murah’..itulah hasil ajaran kapitalisme..Seperti kata bapakku, jaman sekarang ga ada beda ama jaman tahun 65an, semua-semua barang pokok langka, semua-semua ngatri beras dan minyak, cuma bedanya, dulu kalo ngatri beras ya semua ngantri beras, kalo minyak langka ya dimana-mana langka…dan itulah hasil ajaran komunisme
kita ‘hanya’ korban ajaran saja tampaknya..
kayaknya aku kebagian peran ngantri minyak goreng nech…
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments