Home » Humaniora, Tentang Cinta

Cinta Terlarang

Submitted by on 18/03/2009 – 5:35 am38 Comments | 5,503 views

Oleh: De Ni

Cinta Terlarang oleh The Virgin adalah satu-satunya lagu yang bisa membuat Mel menangis pilu sampai ke taraf muntah-muntah. Sungguh aku tidak berbohong, Mel muntah di tubuhku karena tak tahan menahan kesesakan di hatinya ketika meresapi bait demi bait lagu itu. Sama seperti saat pertama aku mendengar lagu ini, hatiku begitu sakit, bibirku begitu kelu, dan air mataku begitu lancar terjun di pipi.

Aku dan Mel memang masih begitu belia untuk memikirkan hari di mana kami harus saling melepas kebersamaan yang mesra terjalin. Namun bukankah sebelia apa pun aku dan Mel, hari itu akan benar-benar datang jua? Tahukah bagaimana aku dan Mel menghargai hari-hari kebersamaan kami, hari-hari yang Tuhan anugerahkan? Kami begitu menghargainya sama seperti kami menghargai nafas dan kesehatan yang Tuhan karuniakan. Setiap bangun pagi, Mel selalu membelai lembut wajahku dan berkali-kali mengucapkan kalimat yang membuat hatiku teriris: “Sayang, aku bersyukur untuk hari ini. Satu hari lagi Tuhan anugerahkan untuk kita lewati bersama.”

Sebagai pasangan lesbian, kami menganggap tiap hari adalah anugerah. Bukan karena kami tidak percaya pada keabadian cinta pasangan lesbian. Bukan! Tapi kami mencoba membuka mata dan memandang sekeliling secara luas. Betapa banyak orang yang akan menginginkan perpisahan kami jikalau mereka tahu bahwa kami adalah pasangan lesbian. Telinga kami telah mendengar banyaknya mulut yang bertanya, “Kapan kawin Den?” atau “Mana pacar kamu Mel?” Saat ini mungkin dengan santai Mel akan segera menjawab, “Kuliah dulu Tante.” Namun entah alasan apa yang akan digunakan Mel jika ia telah menyelesaikan kuliahnya kelak. Dan jiwa kami pun telah begitu menyadari betapa besarnya tanggung jawab moral yang harus kami pikul terhadap orang-orang yang kami kasihi.

Entah Tuhan mengijinkan kami bersama atau hanya sekedar memberi waktu kepada kami. Yang jelas bagi kami, setiap hari adalah anugerah. Sebab aku tahu, bukan akulah orang yang mereka harapkan untuk mendampingi Mel seumur hidup. Ada orang lain yang mereka nanti. Setangguh, semaskulin, segagah dan semacho apa pun aku, aku tak pernah diakui sebagai lelakinya Mel. Bukan aku orangnya. Bukan aku yang mereka maksud. Sebab di hadapan wajahku mereka begitu berani berkata: “Mel, ada teman gue yang suka sama lo, rencananya dia mau nembak di hari ulang tahun lo!” Juga di depan wajahku, ada seorang lelaki yang begitu berani menyatakan cintanya kepada Mel. Tahukah mereka siapa aku sebenarnya? Tahukah mereka bahwa aku adalah “lelaki” dari perempuanku? Entahlah, mungkin mereka tidak tahu, mungkin pura-pura tidak tahu, atau mungkin juga mereka tidak mau tahu. Tapi yang jelas dalam pandangan mereka aku bukan siapa-siapanya Mel. Bagi mereka, aku tak patut diakui. Sebab ada orang lain yang mereka cari untuk Mel. Lelaki yang sesungguhnya. Lelaki yang berdada bidang tanpa tonjolan buah dada, betulang kasar, dan berpenis.

Apa yang harus aku katakan kepada mereka? Perlukah aku memberitahu kepada mereka siapa aku sebenarnya? Memberitahu mereka tentang keberadaaan kami, sama saja dengan menggandeng tangan Mel lalu mengajaknya melompat ke dalam jurang. Apa yang harus Mel ucapkan kepada mereka? Perlukah Mel memberitahu mereka bahwa aku adalah orang yang ia cintai, bahwa akulah lelakinya, bahwa tak ada lelaki mana pun yang diingininya selain aku? Ah, mengucapkan kalimat itu sama dengan menyiram tubuh kami dengan bensin lalu memercikan api yang melumerkan tubuh kami.

Apa yang harus kami lakukan? Adilkah ini untuk kami? Adilkah di saat kami begitu yakin telah menemukan cinta sejati, di saat jiwa tak mau berpaling kepada siapa pun, ternyata cinta ini terlarang? Adilkah? Sungguh, kami tak sanggup menyangkali bahwa dunia ini menganggap percintaan para lesbian sebagai cinta terlarang. Kami pun tak bisa mengingkari bahwa suatu saat akan datang masa penuh kehampaan. Masa di mana saat bangun pagi, aku tidak menemukan Mel disampingku, aku tidak mendengar suaranya berdoa atau tidak melihat silhuet tubuhnya saat memakai baju. Pada masa itu, aku akan memanggilnya sekeras yang aku bisa, namun itu tidak akan membawanya datang.

Masa itu cepat atau lambat akan datang. Bukan karena kami lemah dan menyerah. Cinta terlarang ini bukan kejahatan. Cinta tak pernah salah. Cinta kami pun tak pernah bermaksud menyakiti orang-orang yang kami kasihi. Mereka terluka bukan karena cinta ini, tapi karena hati mereka sendiri yang enggan menerima cinta kami. Kami hanya ingin berusaha hidup sebijaksana dan searif mungkin. Mencoba untuk tidak menyakiti orang-orang yang kami kasihi. Kami tak mungkin mampu berdiri tegap dihadapan mereka dan mengikrarkan cinta kami yang tulus, setia, sehidup semati. Sungguh kami tidak akan pernah sanggup melihat air mata tertumpah maupun kesedihan merobek jiwa orang-orang yang kami kasihi. Kami tidak sanggup. Untuk itulah kami putuskan akan ada hari di mana aku dan Mel akan mencoba bertindak sebijaksana mungkin. Dalam dunia ini, manusia tidak selalu mendapatkan apa yang mereka inginkan.

Seandainya Tuhan berkenan mengabulkan satu permintaanku, aku ingin hidup sekali lagi hanya untuk Mel. Kehidupan kedua di mana aku akan berkemeja, bercelana, berdasi, berambut pendek, bertubuh tegap, beralis tebal, bersuara baritone, berotot, berjakun dan berpenis. Kehidupan kedua, di mana akan ada beberapa bocah yang lahir dari rahim Mel memanggil aku dengan sebutan papi. Kehidupan di mana orang-orang menyebut Mel isteri dan menamaiku suami.

Sungguh, aku telah kehabisan cara untuk bisa menjadi pendamping hidup Mel selamanya. Mungkin semua terasa akan lebih mudah jika aku menjalin hubungan dengan Mel saat ia telah bersuami. Mungkin itu jauh lebih mudah. Saat ini kami hidup bersama, kami melewati banyak hari berdua. Sanggupkah kami akan saling kehilangan demi membahagiakan orang-orang yang kami cintai? Sanggupkah jika tiba-tiba sang belahan jiwa berada di tempat terpisah mendampingi pribadi lain? Ini adalah fase tersulit yang mungkin suatu saat kami harus lalui dengan sebuah kesadaran penuh akan kekuatan dan keagungan cinta.

Hari itu akan datang. Cepat atau lambat. Sungguh, kami penah memohon agar Tuhan menghentikan putaran waktu. Tapi semakin kami memohon, semakin cepat ia berlari. Akhirnya kami pasrah pada matahari dan bulan yang begitu cepat datang silih berganti. Pada siang dan malam yang melesat bagai kilat. Kami pasrah pada tiap-tiap detik, pada tiap-tiap jam, pada hari, pada minggu, pada bulan dan pada tahun. Kami pasrah. Entah bagimana perasaan kami nanti. Entahlah seberapa terlukanya De Ni dan Mel. Mendengar dan menyelami lirik lagu The Virgin saja sudah membuat Mel muntah-muntah dan membuatku menghabiskan berlembar-lembar tissu. Aku harap jika hari itu tiba, kami akan melewatinya dengan lebih arif, dengan lebih bijak. Demi semua orang yang kami kasihi. Demi masa depan orang yang kami cintai. Namun, jika pada hari itu ternyata kami tak sanggup untuk saling melepas, maka demi cinta ini, kalian akan menyaksikan kami menua bersama.
Italic
Cinta terlarang
Oleh: The Virgin

Kau kan slalu tersimpan dihatiku
Meski ragamu tak dapat ku miliki
Jiwaku kan slalu bersamamu
Meski kau terc
ipta bukan untukku

Tuhan berikan aku hidup
Satu kali lagi hanya untuk bersamannya
Kumencintainya, sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar

Namun kuingin tetap bersama dia untuk selamanya

Mengapa cinta ini terlarang
Saat kuyakini kaulah milikku
Mengapa cinta kita tak bisa bersatu
Saat kuyakin tak ada cinta selain dirimu

Tuhan berikan aku hidup
Satu kali lagi hanya untuk bersamannya
Kumencintainya, sungguh mencintainya
Rasa ini sungguh tak wajar

Namun kuingin tetap bersama dia untuk selamanya

@De Ni, SepociKopi, 2009

Tags:

38 Comments »

  • fhemeh cubby says:

    emng sulit buatt merasakan khilangan org yg kita cintai ,aku sebagai org lesbian akan mndukung cinta trlarang nih cz aku bisa mngerti gmna artii ny hidup yg sesungguh ny:’)

  • dient.fheme says:

    wahh, ceritta nya kerenn. w ma partner w udhh pisah. w ma partner w berjanjii untuk tidakk sling melupakan. demi membahagiakan keluarga dan org tua w and partner w memutuskan buat berpisah. 1 blan lama nya w pisah ma dy, w dnger dia menikahh dan 1 minggu stelah dy menikah ku pun memutuskan untuk menikah dngan lelaki pilihan ortu w. betapa skit nya perpisahan yg terjadi. :’(

  • Andro'Ching says:

    aku suka kutipan ini ” kehidupan di mana orang – orang menyebut Mel istri dan menamai ku Suami ” :’)
    gw udh lewatin semuany dimana gw hrus ninggalin orang yg gw sayang cma karna ingin membahagiakan orang-orang di sekitar gw .. :(
    cerita ini gw bangatt . ^_^

  • jue novic says:

    From Sarawak, : ) harus terima hakikat dgn seadanya..we have same story…

  • QuinnLee says:

    Sangat bagus sekali tulisan anda De. Saya sebagai wanita yang mencintai wanita lagi. Sangat mengerti akan keadaan anda, ya walaupun bisa dibilang saya belum pernah mengalami apa yg anda alami. karena saya bisa berpura” memiliki pria. walaupun saya ya sebenarnya kaum lesbian. Demi keluarga dan orang sekitar saya berusaha menjadi wanita yang lurus yang memiliki kekasih. kekasih pria tentunya. tapi saya bisa jujur kepada pria saya bahwa saya adalah lesbian. dan dia pun bisa menerimanya jadi hubungan saya dengan partner saya berjalan dengan baik. satu saran dari saya, coba saja anda mencari pasangan pria yg bisa menerima anda sebagai kaum lesbian. terima kasih

  • mhomho says:

    ternyata banyak juga ya yang senasib sama kita !! yang kamu rasain itu , sama seperti yang aku rasain saat ini . setiap hari aku hanya bisa bersyukur bisa bersama partner.ku .. n d aku juga sadar , cepat atau lambat kita harus bisa nerima kenyataan kalau rasa ini gak akan bisa bersatu selamanya .

  • memey says:

    crita qm De Ni ,gak jauh beda sm q N butchiQ……2thn lbh q jlanin hdup sm dy,wlapun bnyk yg nentang,kdua org tua kami pun tau akan hubngan kami dan mreka mncoba memisahkan kami tp slalu gagal…………kami mngambil kesimpulan bahwa slama Tuhan masih mengizinkan kami utk hdup brsama maka kami akan terus melewatinya,kami ingin orgtua kami tau kalo kami tdk bisa d pisahkankeep smile 4 U ,

  • tya says:

    T.T
    jdi kangen dia nina where are you????????????????

  • NN says:

    Yup bnr kata eRkha . . mending ke LN khususny ke america . . mereka menerima smua LOVE . . .LOVE IS LOVE . .. ga melihat gender . . masalah orangtua juga lama2 mrk akan terima . . mereka juga ga akan tega anakny menderita karena kehilangan separoh dari hidupnya . . .ayo cari jalan . . semangat . . De Ni dan MEl

  • Fen_ne says:

    Hiks,hiks,…. T_T
    q jd ikut mrsakan ,bgaimn skt x jk trpsah kn dgn org yg qt cintai,,..

  • eRkha says:

    wduwch dEn aU jDy tRhRu bgd bCa nTu cRta.,.,.,.,.,aU dKung aMu bwT mLki Mel seUtuh_na mNding aMu ma Mel ke Amrka dach.,.,kan oRan cNa bSa nRma kytan dNya koleb.,.,.,.,kCna atjah eawhhh pRjuangin cNta kLyan sMngat!!!!!!!!!

  • Scout says:

    so deep bget…
    lagu pertama ini ak dengar saat partner ak mencoba ungkapin perasaan cintax k ak… partner ak malu tuk bcr lsg…. dy blg ad yg mau d omongin sblm jarak kami saat it jau, trus ak blg iy ngomong aj…. tp katax dy malu n takut ak mrh… tp ak blg gpp blg aj… trus dy kirim sms k ak.. dy nyuruh ak dengar lagux the Virgin ” cinta terlarang ” saat dgar lagu it ak terNGEEEE maksudx ap nih… n blah blahhh pnjng bget ceritax hehehe *saat it ak msh straight* tp kl skg gk lg cos ak dah cinta mati ma partner ak yg skg

  • tria says:

    memang menyedihkan klo punya cinta terlarang, apa lagi orang yang kita cintai tidak mungkin bisa mencintai kita

  • sabar k.den.mgkn smua ini adlh jln TUHan ksabarn psti akn brbuahkn hasil yg sempurna):

    Slm kenal aj bwt para PSK (para semua koLeB)
    Hiks…hiks…hiks…
    Kaka kpn nongkrong d Bip Lg…hehe

  • femmeh uculld says:

    iya..dngrn lgu itu aq jg sdh bgt coz lgu’y dlm sich

  • .olaa femme says:

    .huhu .pass bangeett ! :D lam knal yaaa smuanya ..

  • indie says:

    yup…
    cinta terlarang emang dalem bgt…
    ‘lam kenal dr borneo…

  • Nuchan says:

    Jangan nyerah!
    Please jangan nyerah!
    Hiks….
    Mudah-mudahan kalian bisa melewati semua itu dengan baik….

    Buat Ken, salam kenal juga, hihi… ^_^

  • Ken says:

    Hi,
    salam kenal semuanya

  • Anonymous says:

    Perpisahan tidak ada yang menghendaki tapi bukan tidak mungkin terjadi……

    Itu, kata-kata yang pernah aku sampaikan pada sahabatku ketika berpisah dengan kekasihnya dan itupun Aku pernah mengalaminya.

    Nmanya juga hidup semuanya harus di jalani walaupun kadang tidak sesuai dengan yang kita harapkan.

    -Tasya-

  • djuna says:

    Den, kamu cerita apa yang aku yakin banyak dari kita ingin cerita. Terima kasih atas pilihan kata-katamu yang begitu penuh bercerita tentang kerentanan yang pasti bukan hanyak milik kamu seorang. Aku hanya bisa share sumber kekuatan yang aku pegang — claim back the power over your life and love, don’t give it up for anything or anybody.

  • Anonymous says:

    speechless…
    sabar aja neng…dimana-mana tali pasti putus…

  • helena says:

    Tiap denger lagu cinta terlarang hati ku langsung mellow.tp gak sampai nangis kalee..
    Tapi begitu baca tulisan De Ni ttg tu lagu, langsung aku sesenggukan ,sesak napas, mual hebat walau gak sampai muntah.kayak Mel gitu.
    Semua rasa campur aduk.marah,kesel, benci, sedih,kenapa dunia gak adil sama kita.mmgnya cinta cuma untuk str8,emang nya kita gak butuh cinta. Knp para str8 jd Tuhan2 kecil yang seenaknya ngejudge kita, ngecap buruk kita. Tuh kan aku mau nangis lg, mau ngeluarin air mata lagi..
    Tulisan De Ni bener2 nyentuh dasar hati terdalam ku banget deh.

  • de NL world says:

    visit: http://denlworld.blogspot.com Salam dari Sby. Berani mencintai harus berani memilih bersama atau tidak :))

  • GArdin says:

    Cuma tulisan kamu yang bisa dalam menyentuh hati saya De Ni
    Saya suka semua tulisanmu. Bagus dan menyentuh. Tulisanmu langsung berbicara kepada jiwa pembacanya.
    Kamu penulis favoritku

  • GArdin says:

    Cuma tulisan kamu yang bisa dalam menyentuh hati saya De Ni
    Saya suka semua tulisanmu. Bagus dan menyentuh. Tulisanmu langsung berbicara kepada jiwa pembacanya.
    Kamu penulis favoritku

  • meecha says:

    wah, saya pikir cuma saya yg mpe nangis darah ( lebaiy ih ) tiap denger lagu ini.
    bdw, saya pernah berpikir untuk menikah dgn laki2 demi membahagiakan 0rtu saya tanpa meninggalkan partner.
    tapi, saat partner bilang dia ga sanggup untuk membagi saya dgn 0rg lain saya pun mengubur niat itu dalam2.
    sekarang saya dan partner sepakat untuk menjalani saja semua ini tanpa beban n membiarkan semua mengalir seperti air.
    karena sekeras apapun kita berusaha, hasil akhir tetap berada di tangan Tuhan YME. jadi serahkan saja semua kepadaNya.

  • chochipsand si cantik says:

    huaaaa……

    chiks… chiksss…

    jadi inget sama lelakiku yang rada cuek tapi rebek jadi kaya bebeQ….

    choco chiiips aku padamu…..

    secara sadar kita tahu yang namanya perjumpaan pasti ada perpisahan..

    nikmatilah….

  • chochipsand si cantik says:

    huaaaa……

    chiks… chiksss…

    jadi inget sama lelakiku yang rada cuek tapi rebek jadi kaya bebeQ….

    choco chiiips aku padamu…..

    secara sadar kita tahu yang namanya perjumpaan pasti ada perpisahan..

    nikmatilah….

  • Anonymous says:

    Menyadari bahwa seorang perempuan lesbi bukan laki-laki, hanya tinggal menunggu waktu tuk berpisah. Cinta terlarang hanya dianggap terlarang oleh orang yang menganggap hubungan ini salah. berbagai pertanyaan kapan menikah? mana pacar kamu? kerap kali datang pada pasangan lesbi karena mereka melihat kita sebagai perempuan bukan dua orang manusia yang saling mencintai.

    Peace….
    -Gian-

  • Anonymous says:

    Menyadari bahwa seorang perempuan lesbi bukan laki-laki, hanya tinggal menunggu waktu tuk berpisah. Cinta terlarang hanya dianggap terlarang oleh orang yang menganggap hubungan ini salah. berbagai pertanyaan kapan menikah? mana pacar kamu? kerap kali datang pada pasangan lesbi karena mereka melihat kita sebagai perempuan bukan dua orang manusia yang saling mencintai.

    Peace….
    -Gian-

  • lifeishappi says:

    Menjadi hal umum ketika perpisahan adalah jalan terakhir yang akan dimiliki setiap manusia dalam suatu hubungan. Apapun itu bentuknya. Dalam dunia lesbian, ketidakmengertian lingkungan akan kasih nyata yang hadir dalam setiap pasangan lesbian menjadi momok terbesar yang harus dihadapi. Dan itu sudah sangat biasa sekali buat gue. Tapi menjadi luarbiasa ketika sudah pernah menyentuh sedikit sisi ego gue. Melihat orang yang sangat gue kasihi (mantan) harus berpisah dengan pasangannya. Seharusnya gue menjadi sangat bahagia dan gembira. Kata tahun itu tidak lama, tinggal menunggu saja, sang pujaan akan disandingkan dengan orang lain selain dirinya. Melihat dia menangis sudah cukup membuat gue merasakan kepedihan amat dalam. Karena gue juga pernah berada dalam posisi seperti itu saat kehilangan dia. So, buat kalian yang akan atau sedang dalam masa seperti ini, berjuang yaa…apapun itu. Love is immortal.

  • Anonymous says:

    Den, dulu, aku pernah bilang sama kekasihku,
    “Sayang, aku pengen jadi laki-laki biar bisa nikah sama kamu”
    Kekasihku menjawab,
    “Sayang, mungkin kalau dulu Tuhan menciptakanmu sebagai seorang laki-laki, aku mungkin gak akan pernah jatuh cinta sama kamu”

    Den,
    Aku copy paste lagi tulisan kamu yang pernah membuatku untuk kembali bersemangat,

    Pembenci hidup akan berkata:
    Buanglah cerita tentang malam. Kegelapan menaungi bumi. Jalan-jalan tak lagi terlihat. Bocah-bocah terpelecok ke comberan, menangisi bajunya yang kotor dan bau. Para penjahat mulai bekeliaran menunggu di ujung-ujung jalan. Perempuan korban rampok menangisi tas dan handphone-nya. Semua menangis. Rugi bandar. Aku benci malam.

    Penikmat hidup akan berkata:
    Berceritalah tentang malam. Angin semilir menyejukan. Di langit ada bintang berkelipan dan bulan yang sedang main mata. Lampu-lampu taman bersautan. Kembang api indah sempurna pada langit gelap. Aku cinta malam.

    Indah dan nikmatnya hidup, bergantung pada cara kita memandang hidup.

    Den,
    Semangat!

    -Arie Gere-

  • Anonymous says:

    Den, dulu, aku pernah bilang sama kekasihku,
    “Sayang, aku pengen jadi laki-laki biar bisa nikah sama kamu”
    Kekasihku menjawab,
    “Sayang, mungkin kalau dulu Tuhan menciptakanmu sebagai seorang laki-laki, aku mungkin gak akan pernah jatuh cinta sama kamu”

    Den,
    Aku copy paste lagi tulisan kamu yang pernah membuatku untuk kembali bersemangat,

    Pembenci hidup akan berkata:
    Buanglah cerita tentang malam. Kegelapan menaungi bumi. Jalan-jalan tak lagi terlihat. Bocah-bocah terpelecok ke comberan, menangisi bajunya yang kotor dan bau. Para penjahat mulai bekeliaran menunggu di ujung-ujung jalan. Perempuan korban rampok menangisi tas dan handphone-nya. Semua menangis. Rugi bandar. Aku benci malam.

    Penikmat hidup akan berkata:
    Berceritalah tentang malam. Angin semilir menyejukan. Di langit ada bintang berkelipan dan bulan yang sedang main mata. Lampu-lampu taman bersautan. Kembang api indah sempurna pada langit gelap. Aku cinta malam.

    Indah dan nikmatnya hidup, bergantung pada cara kita memandang hidup.

    Den,
    Semangat!

    -Arie Gere-

  • endang says:

    Buat gue ini kisah yang sudah sangat-sangat biasa yang akan dihadapi setiap pasangan lesbian yg lingkungannya belum bisa nerima keadaan mereka. Dan menjadi sangat luar biasa ketika hal tersebut pernah sedikit menyentuh wilayah pribadi gue. Seorang yang sangat gue kasihi akan segera menghadapi kenyataan seperti ini. Seharusnya gue tertawa dan bahagia melihat mereka berpisah. Tapi gak tahu kenapa, dengan ketulusan kasih bercampur ego yang mereka resapkan dalam hubungan mereka membuat gue semakin sadar kalo mereka memang satu. Sadar akhirnya gue pun menangis untuk kisah-kisah perpisahan mereka yang hanya akan terhitung oleh bilangan bulan. Gue cuma bisa berdoa yang terbaik untuk mereka terutama bagi seorang terkasih gue. Karena gue tahu, gue pernah kehilangan dia dan itu benar-benar sakit adanya.

  • Wil says:

    Partnerku juga suka sama lagu ini… Malah dia juga suka sama salah satu penyanyinya yg butchie banget ituuuu… Iya sih, liriknya ‘dalem’ banget… Moga awet ‘ma partner kamu yach… -salam-

Leave a comment!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also Comments Feed via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.