Pertanyaan-Pertanyaan Aneh Yang Menyenangkan
Selain Pertanyaan-Aneh-Yang-Berulang-Ulang-Tapi-Menyenangkan semacam “Aa sayang ngga sih sama adik?” atau “Aa kangen ngga sih sama adik?” belakangan muncul pertanyaan baru yang kerap kuajukan pada Aa.
“Aa bosen nggak sih sama adik?”
Meski aku sudah tau jawabannya, namun tetap saja pertanyaan ini tercetus. Sepertinya sudah terprogram di dalam kepalaku.
“Nggak tuh” kata Aa, sambil menggelengkan kepala.
Ini jawaban jenis pertama. Biasa jawaban ini muncul dengan senyuman, pertanda aa lagi santai.
Atau,
“Ya-Nggak-laaah-sayaaaang”
Jawaban jenis ini muncul komplit dengan penekanan pada tiap kata, pertanda aa lagi enggan melayani pertanyaanku yang aneh-aneh.
Suatu malam, menjelang tidur dengan mata yang sudah merem dan tubuh terbungkus selimut, pertanyaan ini tercetus lagi untuk ketiga kalinya, dan sebelumnya aku juga sudah menerima jawaban jenis pertama dan kedua.
“Aa…,”
“Hm?”
“Bosen nggak sih sama adik?”
“Ah, kamu ini…”
“Iya, bosen nggak?”
“Nggak dong dik. Adik kan kenal Aa yang nggak bosenan. Kaya baju ini nih, biar sudah tapi nggak bosen tuh, justu semakin nyaman dikenakan.“ jawab aa diplomatis.
“Makin kucel makin enak dipakai ya A?
“Iya, begitu”
“Emang adik udah kucel ya? hi hi hi”
“Arrrrrggggggghhhh!!!. Udah ah, sini…!” Aa mengempit kepalaku di keteknya. Menghentikan ketidaknyambungan pertanyaanku. “Baca doa, trus bobo!. Ntar pertanyaan kamu nggak habis-habis”
“Hi hi hi hi” Aku terkekeh puas, sembari melingkarkan lengan di atas perutnya.
***
Sebenarnya aku tau jawaban aa atas pertanyaan-pertanyaan anehku itu. Tapi menyenangkan rasanya mendengar dengan telinga sendiri ucapan atau ungkapan semacam “Iya, Aa sayang sama Adik” atau “Iya, Aa kangen sama Adik” atau “Aa nggak bosen sama adik” keluar dari bibir Aa.
Sebab kalau tidak begitu, aku akan jarang sekali mendengarkan ungkapan sayangnya. Bukankah sudah berulangkali kukatakan, ia bukan jenis makhluk romantis yang rajin menghamburkan kata-kata manis, kata sayang, cinta dan kangen.
Dan “Pertanyaan-Pertanyaan-Konyol” ini adalah salah satu cara memaksa agar aa mengungkapkan perasaannya, yang membuat jiwa ragaku mendapatkan suplai atas kebutuhan pokoknya.
Kalau aa melupakan kebutuhan ‘pipiku’ untuk dicium, jangan salahkan aku kalau memaksanya dengan menyodorkan pipiku ke depan wajahnya.
***
Pasanganmu tidak romantis? “paksa” dia untuk menjadi romantis.
Surukkan tubuhmu ke pelukannya, supaya dia ingat ada kamu di sisinya yang butuh dipeluk.
Sodorkan wajahmu ke wajahnya, supaya dia ingat ada pipi dan bibir nganggur yang butuh ciuman agar tetap bersemu dan merona.
Ungkapkan perasaan cinta dan sayangmu dengan ucapan dan sodorkan pertanyaan agar perasaanya juga terucap lewat lisan, supaya dia ingat ada dua telinga yang haus mendengar kata cinta dan hm… sedikit rayuan.
@Sebeningembun, SepociKopi, 2009










Ceritanya simple…tapi kena loh *kangen yayank mode : ON*
Sebenernya Bening atau Aa punya kebutuhan yang sama untuk ingin diperhatikan…tapi caranya aja yang beda. Mngkin kalo Aa pengen diperhatiin dgn minta tolong dibuatin Mie…klo Bening minta di-sun sehabis ngebuatin Mie…hehe
Met manja-manjaan ya (red: nanya2 hal “ga-penting-tapi-penting”)…
Ning…salam buat Aa nya
-oRion-
kadang emang sesuatu yang terlihat gak penting itu adalah yang penting untuk dilakukan. jangan pernah melewatkan hal-hal yang paling sederhana, karena dari hal-hal itu kenangan2 indah akan bisa di ulas di beberapa tahun berikutnya… ^^
Mbak bening. . .saya bnyk blajar n byk tau hal2 romantis n brguna yg sblmnya tdk pernah saya lakukan.mkch bwt ilmunya. . .tlsn2 mbak sy suka semua.
Hadapi lah s dia dg pnuh p’hatian,,wjudkan cnta dan sygmu pda @,,wlopun qm tdk mndptkn hal i2 dari@..keikhlasan hti utk org y qt syg,,
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments