Home » Humaniora, Your Story

Mengenalmu, SepociKopi-ku

18 January 2009 388 views 13 Comments

Pemenang lomba penulisan esai ulangtahun SepociKopi 2009

***

Namaku Im. Aku meneruskan pendidikan menengah tinggiku di Jakarta sampai aku duduk di bangku kuliah semester tiga saat ini. Karena belum begitu mengenal kota Jakarta, aku memutuskan tinggal bersama saudara ibuku di Jakarta selama setahun dan kemudian memutuskan untuk kos lantaran tidak mau merepotkan saudaraku pada saat itu. Sejak SMA aku terbiasa hidup mandiri.

Bagaimana aku menjadi lesbian? Apa yang membuatku terinspirasi dari SepociKopi?

Tunggu sebentar. Mari kuceritakan kisahku.

Aku baru menyadari bahwa ternyata aku memiliki orientasi seksual yang berbeda sejak kelas enam SD. Memasuki level pendidikan menengah atas (SMA) semua menjadi jelas setelah aku jatuh cinta dengan salah satu guru perempuanku di sekolah. Karena kurangnya informasi dan jauhnya dunia internet, aku merasa seperti orang gila, seseorang freak. Hatiku dipenuhi ketakutan tiada tara. Itu adalah jatuh cinta yang pertama buatku dan sekaligus menciptakan pertanyaan besar buatku.

“Kok bisa ya? Ada apa denganku? Kenapa nih?”

Aku semakin kacau dengan keberadaanku sendiri. Aku salah tingkah. Aku ketakutan luar biasa. Aku diracuni oleh pikiranku sendiri. Seiring waktu berjalan, aku berusaha tidak mau memikirkan hal itu dengan mencoba untuk fokus pada studiku. Ditambah lagi dengan rasa homesick yang luar biasa, aku semakin tidak karuan. Aku sulit mengontrol diri dan bingung harus bersikap seperti apa.

Waktu terus berjalan. Rasa lesbian ini tetap menggerogotiku. Akhirnya satu cowok populer di sekolahku mencoba mendekatiku. Oya, dia bukan cowok berprestasi tapi malahan cowok bandel yang meresahkan para guru. Awalnya kupikir ini adalah satu cara agar perasaan anehku segera hilang dengan berpacaran dengannya. Ternyata saya salah! Semakin kuat aku bertahan berpacaran dengannya, semakin besar pula godaan, imajinasi, bahkan bayangan guruku bermunculan di setiap pikiranku.

Tidak aku pungkiri, aku juga tertarik dengan cowok ini; ah, bahkan sangat tertarik! Dia ganteng, bersih, fashionable, wangi, ditambah gaya cueknya membuatnya bertambah keren. Aku ingin cepat-cepat melupakan perasaanku terhadap guruku, jadi akhirnya kami pun berpacaran. Aku suka dan sayang dengan cowokku ini, tapi sejujurnya, aku tidak merasakan setruman dasyat layaknya orang jatuh cinta seperti yang kurasakan pada guruku itu. Bahkan pada saat kami berciuman, aku tidak merasakan rasa apa pun seperti yang sering diceritakan oleh teman-teman perempuanku. Hubungan kami tak berlangsung lama, hanya sebatas dua bulan saja. Lantaran dia bilang, aku berbeda dengan mantannya; sikapku yang begitu datar dan cuek membuatnya memutuskan hubungan kami.

Setelah putus dengan dia, aku semakin yakin bahwa aku lesbian. Aku semakin terpuruk, semakin tidak peduli, dan terus-terusan menyalahkan diri, bahkan mulai menyalahkan orangtuaku dan Tuhan. Sering terlintas rasa ingin mengakhiri hidup ini. Aku mulai mengalami depresi kecil sehingga hampir membiarkan diriku menelan 20 butir obat tidur lengkap dengan minuman bersoda.

Aku mulai berpikir: “Apakah jika aku mati, masalah itu telah selesai dan aku bebas?” Bisa saja tidak! Aku tetap memiliki perasaan aneh itu. Aku pasti gentayangan sendirian sampai apa yang terjadi pada diriku diputuskan oleh Tuhan. Untunglah, akhirnya aku tidak berani mengambil resiko itu lebih dalam. Kuurungkan niatku. Kubuang obat-obatan itu jauh, keluar dari kamarku.

Seiring waktu berjalan, akhirnya aku duduk di bangku kuliah. Aku tidak tinggal di kos lagi melainkan di rumah orangtuaku sendiri yang sedang dicicil pembayarannya. Mereka sungguh mencintaiku karena orangtuaku kasihan melihatku di kos sendirian, lantaran jarang makan dan tak terurus.

Mulailah perjalananku menuju pemulihan. Aku memutuskan memasang fasilitas internet di rumah. Mungkin kalian berpikir, “Ya ampun, kan tinggal ke warnet aja, susah-susah amat!”, tapi buatku, mengetik kata ‘lesbian’ itu sendiri di tuts komputer warnet bisa membuat bulu kudukku berdiri.

Bagaimana awalnya aku menemukan blog ini? Adalah keisenganku untuk mencari tahu lewat situs Google. Kutemukanlah blog SepociKopi yang merupakan blog lesbian Indonesia. Betapa kaget dan luar biasa senangnya aku pada saat itu; melebihi rasa senang yang pernah kualami sebelumnya!! Sesaat aku merasa hidup dan segar kembali. Segala informasi dan masukan-masukan di blog SepociKopi benar-benar nyata dan sangat berarti buatku. Sedikit demi sedikit, semua beban batin yang menggerogotiku selama ini terangkat dan terpulihkan. Dari sana, aku mulai belajar mencintai dan menjadi diriku sendiri. Aku banyak belajar dari pengalaman-pengalaman para penulis. Aku berdamai dengan diriku sendiri. Aku menemukan titik terang itu. Tulisan-tulisan di SepociKopi sangat membantuku dalam mengubah pola pikir, cara bersikap, dan rasa menghargai pada diriku untuk menjadi yang terbaik.

Apabila tidak menemukan blog SepociKopi dan para barista yang lainnya, aku mungkin tetaplah seorang manusia aneh, parnoan, bahkan bodoh sampai saat ini. Tak bisa kubayangkan hal tersebut terjadi pada diriku.

Walau sekarang ini tak ada satu pun orang yang kukenal tahu aku adalah seorang lesbian, kini aku bangga menjadi lesbian. Rasa syukurku tak pernah habis untuk-Nya untuk SepociKopi. Aku belajar arti menghargai sesama, mencintai diri, dan menghormati orang lain dengan tanpa membeda-bedakan golongan orang tersebut. Aku senang menabur kasih. Benar kata para barista, “Pena lebih tajam daripada Pedang” dan itu telah kubuktikan sendiri. Tulisan-tulisan di SepociKopi telah menyayat, mengupas, dan perlahan mengobati hatiku sekarang. Sungguh rasa hormat, kagum, dan terima kasih kusampaikan kepada para penulis di blog ini. terlebih lagi kepada para pendirinya yang telah membangun blog ini. Secangkir kopiku kuacungkan buat kalian semua. Cheers!

Oya, tidak lupa, selamat ulangtahun kedua SepociKopi. I love you.

@Im, SepociKopi, 2009


Note dari redaksi:

Im adalah pemenang lomba penulisan esai ulangtahun SepociKopi. Selamat kepada Im! Harap hubungi alex58id@yahoo.com atau jejak_artemis@yahoo.co.id untuk mengurus hadiah yang telah disiapkan redaksi. Terima kasih kepada teman-teman lain yang telah berpartisipasi. Tunggu acara kami selanjutnya! :)

Tentang Im:

Berusia 20 tahun, berusaha untuk bugar dengan jogging keliling kompleks rumah. Ingin cepat lulus kuliah dan tidak merepotkan orangtua. Cita-citanya menjadi model catwalk hanyalah tinggal impian karena menurut orangtuanya, cita-cita itu adalah sebentuk pekerjaan yang tidak akan berlangsung lama.

13 Comments »

  • Affy said:

    Selamat ya buat Im, semoga apa yang bathin kamu cari dan butuhkan dapat ditemukan dalam sepoci kopi..:)
    Buat sepoci kopi, SELAMAT ULANG TAHUN, semoga makin banyak menghadirkan penulis-penulis L yang mampu memberikan angin segar buat kita semua…amin.

  • ariegere said:

    lm, slmt yaaaa…,..
    wah, kamu calon model ya???? cuannnnnntttiiik banget pasti ya…

    hehehhehe..
    Salam kenal ya, welcome to poci..

  • ariegere said:

    lm, slmt yaaaa…,..
    wah, kamu calon model ya???? cuannnnnntttiiik banget pasti ya…

    hehehhehe..
    Salam kenal ya, welcome to poci..

  • mencintaijo said:

    Congratulation to Im yang udah menangin tiket nonton hehehe.

    Keep brewing, Pal ;) Salam kenal.

  • De Ni said:

    Waw Selamat yha Im
    Salam kenal
    Semoga kamu selalu enjoy di cafe kita ini

  • yoZe said:

    im, salam kenaL..
    seLamat yah udah jadi pemenang..
    Mrasa Lebih baikkah sekarang??
    Hidup memang sebuah pRoses yah..

  • *GB* said:

    @IM..congratulation!

    dunia L indah bget!

    :-)

  • Anonymous said:

    thanks ya buat semuanya..^^

    hadiahnya oke lho. Walaupun penuh perjuangan yg besar ngambilnya.
    Yang nyasar,macheeett,temen gw ribut sama abang mikrolet. ckckckckc
    gw cukup puas lah..:))
    thanks ya buat sepoci kopi.
    semoga bisa semakin berkarya dengan bertambahnya umur..:)

    salam,
    Im

    GBU

  • pete said:

    ikutan ngabung donk….????aku pngen jadi teman kalian….

  • bugi said:

    its nice to know you, im!
    kebahagian diciptakan dari diri sendiri
    bravo!

  • Blue said:

    Happy Birthday

  • An said:

    selamet ya…
    salam kenal untuk semua…. n_n

  • birdie said:

    jadilah diri kita apa adanya…tanpa kepalsuan….

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.