Poling: Ditinggal Menikah oleh Kekasih Tercinta
Pernahkah putus dari pacar karena dia harus menikah dengan laki-laki?
Bagaimana menghadapi kenyataan bahwa pacar perempuan kita memilih jalan hidup sama seperti kebanyakan perempuan dewasa di muka bumi ini? Menikah dengan seorang pria, berkeluarga, memiliki anak, tampaknya fenomena yang wajar di Indonesia. Lihat jumlah hasil poling SepociKopi yang dilakukan dalam kurun waktu dua minggu.
Total vote: 127
Pernah 41% (52 votes)
Tidak Pernah 59% (75 votes)
Wow!
Hasil polling SepociKopi ternyata tak menunjukkan perbedaaan yang begitu jauh berkaitan dengan fenomena menikah antara pemilih “pernah dan tidak pernah.” Dari 127 pemilih, 41 persen mengaku “pernah”, sementara sekitar 59 persen memilih “tidak pernah”. Terlepas jumlah pemilih “tidak pernah” lebih banyak dari “pernah”, namun jumlah selisih angka di antara keduanya begitu tipis. Beberapa saran yang masuk ke redaksi SepociKopi menyesalkan poling yang tidak dilengkapi dengan usia pemilih, bisa jadi pembaca SepociKopi rata-rata berusia dantara 20-30 tahun, dan banyak di antara pemilih yang pasangannya masih belum cukup usia untuk menikah. Atau bahkan ada yang baru berencana akan menikah.
Jika memang hasil poling ini menunjukkan kesimpulan bahwa masih banyak di luar sana para lesbian yang mengaku tidak pernah mengalami kehilangan kekasih karena menikah. Semoga poling ini memberi masukan tersendiri. Bersiaplah setiap saat jika suatu saat pasangan kita berubah pikiran, berkeinginan memiliki anak, berkeluarga, menyenangkan orangtua. Karena apa saja bisa terjadi, manusia berubah, jika memang perubahan itu lebih baik dan membuatnya bahagia, tidak ada salahnya sebagai pasangan kita menyokong kebahagiaan itu.
Jika ingin mengenal apa arti “mencinta”, itu berarti kita siap memberikan kebahagiaan yang diinginkan pasangan, meskipun merelakannya pergi dengan seorang pria. Kenyataan ini memang berat dan pahit, namun melalui sebuah perngorbanan bernama keikhlasan, barulah cinta sejati bisa ditemukan.
Referensi bacaan:
1. Sweet Twenty Five
2. Pengantin Sendiri
3. The Road Home
4. Ditinggal Kawin Kekasih
5. Ketika Cinta Bersemi Di Kampus
@Nuha Guwa, SepociKopi, 2008










Menurutku, memilih menikah dg laki2 adalah pilihan yg bagus sekali. Hidup menjadi sempurna dan aman. Punya anak, suami, dukungan keluarga dan pekerjaan, dan tetap bisa punya kekasih dg kedok sahabat perempuan terdekat. Kondisi yg menyenangkan untuk lesbian indonesia. Tapi aku tidak sanggup melakukannya. Lin
Bagi aku, ditinggal partner menikah, itu suatu hal yang alamiah,lumrah dan sah2 saja…yang nggak bisa aku terima adalah saat dia meminta agar aku bersedia tetap menjadi partnernya, duh…itu baru menyebalkan.!
Cinta sich cinta, tapi logika jalan terus…menikah sich silahkan-silahkan saja, tapi berpikir untuk menduakan aku, ntar dululah yaa…heheheee…
wahh..story temen gw bangets nih..my little sista and also my best chat friend..dya kembali jadi hetero setelah ditinggal ex partner nya merit dgn pasangan hetero…alasan my little sista itu krn tdk bisa melupakan ex-partner nya ..jadi dya memutuskan jadi hetero aja.
Hmm….apapun yg jadi pilihannya itu…I support her choice and always pray 4 her in her life.
take care my little and lovely sista
-ur big sista-
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments
Switch to our mobile site
Copy Protected by Chetans WP-Copyprotect. Powered by WordPress | Arthemia theme by Michael Hutagalung 64 queries. 0.919 seconds.