Home » Poling

Poling: Ditinggal Menikah oleh Kekasih Tercinta

3 December 2008 315 views 3 Comments

Oleh: Nuha Guwa

Pernahkah putus dari pacar karena dia harus menikah dengan laki-laki?

Bagaimana menghadapi kenyataan bahwa pacar perempuan kita memilih jalan hidup sama seperti kebanyakan perempuan dewasa di muka bumi ini? Menikah dengan seorang pria, berkeluarga, memiliki anak, tampaknya fenomena yang wajar di Indonesia. Lihat jumlah hasil poling SepociKopi yang dilakukan dalam kurun waktu dua minggu.

Total vote: 127
Pernah 41% (52 votes)
Tidak Pernah 59% (75 votes)

Wow!

Hasil polling SepociKopi ternyata tak menunjukkan perbedaaan yang begitu jauh berkaitan dengan fenomena menikah antara pemilih “pernah dan tidak pernah.” Dari 127 pemilih, 41 persen mengaku “pernah”, sementara sekitar 59 persen memilih “tidak pernah”. Terlepas jumlah pemilih “tidak pernah” lebih banyak dari “pernah”, namun jumlah selisih angka di antara keduanya begitu tipis. Beberapa saran yang masuk ke redaksi SepociKopi menyesalkan poling yang tidak dilengkapi dengan usia pemilih, bisa jadi pembaca SepociKopi rata-rata berusia dantara 20-30 tahun, dan banyak di antara pemilih yang pasangannya masih belum cukup usia untuk menikah. Atau bahkan ada yang baru berencana akan menikah.

Jika memang hasil poling ini menunjukkan kesimpulan bahwa masih banyak di luar sana para lesbian yang mengaku tidak pernah mengalami kehilangan kekasih karena menikah. Semoga poling ini memberi masukan tersendiri. Bersiaplah setiap saat jika suatu saat pasangan kita berubah pikiran, berkeinginan memiliki anak, berkeluarga, menyenangkan orangtua. Karena apa saja bisa terjadi, manusia berubah, jika memang perubahan itu lebih baik dan membuatnya bahagia, tidak ada salahnya sebagai pasangan kita menyokong kebahagiaan itu.

Jika ingin mengenal apa arti “mencinta”, itu berarti kita siap memberikan kebahagiaan yang diinginkan pasangan, meskipun merelakannya pergi dengan seorang pria. Kenyataan ini memang berat dan pahit, namun melalui sebuah perngorbanan bernama keikhlasan, barulah cinta sejati bisa ditemukan.

Referensi bacaan:
1. Sweet Twenty Five
2. Pengantin Sendiri
3. The Road Home
4. Ditinggal Kawin Kekasih
5. Ketika Cinta Bersemi Di Kampus

@Nuha Guwa, SepociKopi, 2008

3 Comments »

  • Anonymous said:

    Menurutku, memilih menikah dg laki2 adalah pilihan yg bagus sekali. Hidup menjadi sempurna dan aman. Punya anak, suami, dukungan keluarga dan pekerjaan, dan tetap bisa punya kekasih dg kedok sahabat perempuan terdekat. Kondisi yg menyenangkan untuk lesbian indonesia. Tapi aku tidak sanggup melakukannya. Lin

  • Affy said:

    Bagi aku, ditinggal partner menikah, itu suatu hal yang alamiah,lumrah dan sah2 saja…yang nggak bisa aku terima adalah saat dia meminta agar aku bersedia tetap menjadi partnernya, duh…itu baru menyebalkan.!
    Cinta sich cinta, tapi logika jalan terus…menikah sich silahkan-silahkan saja, tapi berpikir untuk menduakan aku, ntar dululah yaa…heheheee…

  • Anonymous said:

    wahh..story temen gw bangets nih..my little sista and also my best chat friend..dya kembali jadi hetero setelah ditinggal ex partner nya merit dgn pasangan hetero…alasan my little sista itu krn tdk bisa melupakan ex-partner nya ..jadi dya memutuskan jadi hetero aja.
    Hmm….apapun yg jadi pilihannya itu…I support her choice and always pray 4 her in her life.
    take care my little and lovely sista :-)

    -ur big sista-

Leave your response!

Ruang komentar adalah ruang yang memberikan perhormatan tinggi kepada kaum lesbian. Silakan gunakan kata "lesbian" atau "lesbi" dengan tepat, bukan dengan kata-kata lain yang melecehkan. Komentar dengan bahasa alay, singkatan, dll, tidak diperkenankan. Terima kasih.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.