Phobia, a New Definition
Oleh: Lakhsmi
http://jejakartemis.blogspot.com/
Di awal penulisan blog ini, aku pernah menciptakan kata heterofobia. Kata asing yang nggak jamak saat itu, bahkan partner pun sebenarnya nggak setuju dengan definisi heterofobia buatanku. Heterofobia kucetuskan saat aku lagi bete-betenya dengan serial The L Word yang sampai detik ini aku tetap tidak pernah bisa menyukainya. Banyak kegeraman dan protes-protes nyaringku yang bikin suasana menonton bersama-sama partner menjadi rusak berat. Partner selalu mengakhiri menonton dengan emosi tinggi, “Menyebalkan sekali nonton L Word sama kamu!”
Kata pertama yang muncul di kepalaku ketika melihat serial The L Word adalah kata ‘heterofobia’. Perempuan-perempuan lesbian yang heterofobia, yang sebagian sudah coming out, tapi tetap saja heterofobia karena bergaul dengan sesama terus menerus dengan intens dan gila-gilaan, nggak membuka diri dengan grup persahabatan lintas-orientasi-seksual. Di tengah-tengah serial The L Word, kupaksa partner berargumentasi tentang ideku atas kata baru yang kupikir sangat cool. Partner berang, karena acara nontonnya lagi-lagi terganggu, tapi terpaksa akhirnya meladeni ucapan-ucapanku yang setajam dan seketus parang diasah pake golok.
Kata heterofobia entah kenapa hilang dalam otakku selama beberapa bulan belakangan ini. Tahu-tahu muncul dalam obrolan YM dengan teman lesbian.
“Lo heterofobia.” Begitu ketikan yang kubaca.
HAH??!
Aku bengong menatap layar monitor. Dari bengong menjadi berang. Dari berang menjadi naik pitam. Dari naik pitam menjadi bengong lagi. Lalu tanpa ditahan-tahan aku tertawa terbahak-bahak kayak orang gila kesurupan yang abis minum obat flu kebanyakan.
Halah, halah. Maksudnya apa? Hidupku nyemplung abis-abisan di dunia hetero, bersahabat akrab dengan teman-teman hetero, bahkan mempunyai grup sahabat lintas-orientasi-seksual yang sering berkumpul tiap bulan. Aku sendiri tidak bergaul tiap hari secara intens dengan sahabat-sahabat lesbianku, bagaimana mungkin aku dikatakan sebagai heterofobia?
Gila, kata yang berakhiran fobia ini emang kata ngetop yang hobi diucapkan oleh para lesbian. Dikit-dikit fobia. Apa-apa fobia. Gitu aja fobia. Mungkin bisa kutambahkan kata-kata baru yang bisa dimasukin ke Kamus Besar Bahasa Lesbian: lesbifobia (fobia dengan sesama lesbian), cofobia (fobia dengan cowok), femfobia (fobia dengan cewek-cewek kemayu alias femme), butchfobia (fobia dengan para butch), anfobia (fobia dengan para andro), komfobia (fobia dengan komunitas lesbian), ngumfobia (fobia berkumpul-kumpul), mayfobia (fobia dengan dunia maya), millesfobia (fobia dengan milis lesbian), laxfobia (fobia dengan Lakhsmi atau fobia baca tulisan Lakhsmi). Lalu bagaimana dengan heterofobia? Apakah arti heterofobia sama dengan nggak berani coming out?
Yikes. Definisi apa itu? Jadi setiap orang yang nggak niat coming out sekarang punya gelar kedua: heterofobia.
Baiklah, dengan alasan aku nggak berniat secuil pun untuk bertepuk dada menjadi pejuang coming out, mungkin aku pantas disebut sebagai heterofobia. Takut dengan reaksi keluarga serta masyarakat kejam yang berniat merajamku jika aku coming out. Takut kehilangan segala-galanya yang kubangun dengan susah payah jika aku coming out. (ngomong-ngomong, itu sih bukan heterofobia, tapi hilfobia, alias fobia kehilangan segala-galanya). Takut terjerumus menjadi ‘bukan siapa-siapa’ di masyarakat, hanya ngetop sebagai Lakhsmi si lesbian. (sekali lagi ini bukan heterofobia, ini sih oterselesafobia, alias fobia ogah-terkenal-sebagai-lesbian-aja).
Yah, inilah aku. Perempuan lesbian yang ternyata punya banyak fobia. Halah, halah. Aku baru tahu, fobia ternyata seperti bakat; terpendam di dalam diri. Hahaha…!!
@Lakhsmi, SepociKopi, 2008









aku juga pernah me-list fobia-fobia-ku, dan ternyata banyak juga (atau lebih tepatnya banyak sekali). nikfobic (fobia thd pernikahan) dan persopagafobic (fobia thd pertanyaan soal pacar oleh keluarga) adalah dua yang paling akut saat ini ;((
hihihihi
pada phobia
hummmmm asli sumpah aku ngak ngerti arti dari kata phobia. aku cuma tergelitik memberi coment karena ada nama comentator yang ku kenal disini (ini ninna yang selalu ku slap diroom sebelom ku beri pois??), dunia ini sempit ya non, disana sini ketemu dirimu, jadi pengen slap kamu lagi
hihihihihi, geblek slap parikesit n1nna pakek golok
dasar geblek, kayaknya kamu bikin aku butchfobia deh, huehehe. iyya, nih n1nna yang hobi kau selep di room. kayaknya nambah lagi deh fobiaku, selefobia (fobia terhadap selep-an ope).
eh, laks, kayaknya tulisanmu kurang “nakal” deh, tapi di mananya, ya, kurang nakalnya ? dan sama sepertimu, aku tidak suka the L world sedang partnerku pengin banget liat. kesannya kayak dunia L tuh dieksploitasi banget, dan sepertinya aku ga rela banget sesamaku dieksploitasi gitu, mungkin karena terlalu tinggi menghargai diri sendiri juga huahaha
weizzz ninna rajin bener kasih comment… kqkqkqkq.. pa kabar sis? lama ga jumpa lagi.. dicariin ama die2 tuh..
bicara bout fobia.. ak termasuk yg femfobia… gimana tuh…?? gf ak sendiri cenderung andro ke butch sedang ak sendiri butch yg cenderung andro kqkqkqkq
rajin kasih commen supaya kamu2 ikut komenin hehehe. iya, ko, jadi kangen kumpul2 lagi sambil pamer2 macbookku huahaha. kayaknya aku mau update yang leopard, deh. aduh, jadi kangen pegangin peyut bang die2 yang endut, hiks.
eh, laks, yang g niat coming out punya gelar heterofobic atau homofobic (bukan sekedar takut dengan orang homo tapi juga takut menjadi homo) sih ? kok jadinya aku malah takut, ya, soalnya aku g hobi banget kumpul2 sesama homo (hanya orang2 tertentu, sangat tertentu, saja) dan agak takut2 interaksi terang2an dengan yang berhubungan dengan LGBT jangan2 aku sendiri homofobic ? jangan2 aku fobi terhadap diriku sendiri ? kayaknya aku perlu psikolog/psikiater deh untuk mendefinisikan diriku sendiri…
cici lax..”phobia” itu lagi trend boo.. nga asik kalo nga ada kata phobia.. heheheheh…
how bout.. phobia with a coming out lesbian? atawa phobia sama para lesbian yg udah coming out? jadi antipati gitu?? hehehhe.. namanya apa yah?? OUTLEZ phobia??
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments