Home » Humaniora, Intermezzo

Phobia, a New Definition

4 February 2008 45 views 6 Comments

Oleh: Lakhsmi
http://jejakartemis.blogspot.com/

Di awal penulisan blog ini, aku pernah menciptakan kata heterofobia. Kata asing yang nggak jamak saat itu, bahkan partner pun sebenarnya nggak setuju dengan definisi heterofobia buatanku. Heterofobia kucetuskan saat aku lagi bete-betenya dengan serial The L Word yang sampai detik ini aku tetap tidak pernah bisa menyukainya. Banyak kegeraman dan protes-protes nyaringku yang bikin suasana menonton bersama-sama partner menjadi rusak berat. Partner selalu mengakhiri menonton dengan emosi tinggi, “Menyebalkan sekali nonton L Word sama kamu!”

Kata pertama yang muncul di kepalaku ketika melihat serial The L Word adalah kata ‘heterofobia’. Perempuan-perempuan lesbian yang heterofobia, yang sebagian sudah coming out, tapi tetap saja heterofobia karena bergaul dengan sesama terus menerus dengan intens dan gila-gilaan, nggak membuka diri dengan grup persahabatan lintas-orientasi-seksual. Di tengah-tengah serial The L Word, kupaksa partner berargumentasi tentang ideku atas kata baru yang kupikir sangat cool. Partner berang, karena acara nontonnya lagi-lagi terganggu, tapi terpaksa akhirnya meladeni ucapan-ucapanku yang setajam dan seketus parang diasah pake golok.

Kata heterofobia entah kenapa hilang dalam otakku selama beberapa bulan belakangan ini. Tahu-tahu muncul dalam obrolan YM dengan teman lesbian.

“Lo heterofobia.” Begitu ketikan yang kubaca.

HAH??!

Aku bengong menatap layar monitor. Dari bengong menjadi berang. Dari berang menjadi naik pitam. Dari naik pitam menjadi bengong lagi. Lalu tanpa ditahan-tahan aku tertawa terbahak-bahak kayak orang gila kesurupan yang abis minum obat flu kebanyakan.

Halah, halah. Maksudnya apa? Hidupku nyemplung abis-abisan di dunia hetero, bersahabat akrab dengan teman-teman hetero, bahkan mempunyai grup sahabat lintas-orientasi-seksual yang sering berkumpul tiap bulan. Aku sendiri tidak bergaul tiap hari secara intens dengan sahabat-sahabat lesbianku, bagaimana mungkin aku dikatakan sebagai heterofobia?

Gila, kata yang berakhiran fobia ini emang kata ngetop yang hobi diucapkan oleh para lesbian. Dikit-dikit fobia. Apa-apa fobia. Gitu aja fobia. Mungkin bisa kutambahkan kata-kata baru yang bisa dimasukin ke Kamus Besar Bahasa Lesbian: lesbifobia (fobia dengan sesama lesbian), cofobia (fobia dengan cowok), femfobia (fobia dengan cewek-cewek kemayu alias femme), butchfobia (fobia dengan para butch), anfobia (fobia dengan para andro), komfobia (fobia dengan komunitas lesbian), ngumfobia (fobia berkumpul-kumpul), mayfobia (fobia dengan dunia maya), millesfobia (fobia dengan milis lesbian), laxfobia (fobia dengan Lakhsmi atau fobia baca tulisan Lakhsmi). Lalu bagaimana dengan heterofobia? Apakah arti heterofobia sama dengan nggak berani coming out?

Yikes. Definisi apa itu? Jadi setiap orang yang nggak niat coming out sekarang punya gelar kedua: heterofobia.

Baiklah, dengan alasan aku nggak berniat secuil pun untuk bertepuk dada menjadi pejuang coming out, mungkin aku pantas disebut sebagai heterofobia. Takut dengan reaksi keluarga serta masyarakat kejam yang berniat merajamku jika aku coming out. Takut kehilangan segala-galanya yang kubangun dengan susah payah jika aku coming out. (ngomong-ngomong, itu sih bukan heterofobia, tapi hilfobia, alias fobia kehilangan segala-galanya). Takut terjerumus menjadi ‘bukan siapa-siapa’ di masyarakat, hanya ngetop sebagai Lakhsmi si lesbian. (sekali lagi ini bukan heterofobia, ini sih oterselesafobia, alias fobia ogah-terkenal-sebagai-lesbian-aja).

Yah, inilah aku. Perempuan lesbian yang ternyata punya banyak fobia. Halah, halah. Aku baru tahu, fobia ternyata seperti bakat; terpendam di dalam diri. Hahaha…!!

@Lakhsmi, SepociKopi, 2008

6 Comments »

  • parikesit n1nna said:

    aku juga pernah me-list fobia-fobia-ku, dan ternyata banyak juga (atau lebih tepatnya banyak sekali). nikfobic (fobia thd pernikahan) dan persopagafobic (fobia thd pertanyaan soal pacar oleh keluarga) adalah dua yang paling akut saat ini ;((

  • geblek said:

    hihihihi
    pada phobia
    :D
    hummmmm asli sumpah aku ngak ngerti arti dari kata phobia. aku cuma tergelitik memberi coment karena ada nama comentator yang ku kenal disini (ini ninna yang selalu ku slap diroom sebelom ku beri pois??), dunia ini sempit ya non, disana sini ketemu dirimu, jadi pengen slap kamu lagi
    hihihihihi, geblek slap parikesit n1nna pakek golok :D

  • parikesit n1nna said:

    dasar geblek, kayaknya kamu bikin aku butchfobia deh, huehehe. iyya, nih n1nna yang hobi kau selep di room. kayaknya nambah lagi deh fobiaku, selefobia (fobia terhadap selep-an ope).
    eh, laks, kayaknya tulisanmu kurang “nakal” deh, tapi di mananya, ya, kurang nakalnya ? dan sama sepertimu, aku tidak suka the L world sedang partnerku pengin banget liat. kesannya kayak dunia L tuh dieksploitasi banget, dan sepertinya aku ga rela banget sesamaku dieksploitasi gitu, mungkin karena terlalu tinggi menghargai diri sendiri juga huahaha

  • chocco said:

    weizzz ninna rajin bener kasih comment… kqkqkqkq.. pa kabar sis? lama ga jumpa lagi.. dicariin ama die2 tuh..
    bicara bout fobia.. ak termasuk yg femfobia… gimana tuh…?? gf ak sendiri cenderung andro ke butch sedang ak sendiri butch yg cenderung andro kqkqkqkq

  • parikesit n1nna said:

    rajin kasih commen supaya kamu2 ikut komenin hehehe. iya, ko, jadi kangen kumpul2 lagi sambil pamer2 macbookku huahaha. kayaknya aku mau update yang leopard, deh. aduh, jadi kangen pegangin peyut bang die2 yang endut, hiks.
    eh, laks, yang g niat coming out punya gelar heterofobic atau homofobic (bukan sekedar takut dengan orang homo tapi juga takut menjadi homo) sih ? kok jadinya aku malah takut, ya, soalnya aku g hobi banget kumpul2 sesama homo (hanya orang2 tertentu, sangat tertentu, saja) dan agak takut2 interaksi terang2an dengan yang berhubungan dengan LGBT jangan2 aku sendiri homofobic ? jangan2 aku fobi terhadap diriku sendiri ? kayaknya aku perlu psikolog/psikiater deh untuk mendefinisikan diriku sendiri…

  • JC said:

    cici lax..”phobia” itu lagi trend boo.. nga asik kalo nga ada kata phobia.. heheheheh…

    how bout.. phobia with a coming out lesbian? atawa phobia sama para lesbian yg udah coming out? jadi antipati gitu?? hehehhe.. namanya apa yah?? OUTLEZ phobia??

Leave your response!

Add your comment below, or trackback from your own site. You can also subscribe to these comments via RSS.

Be nice. Keep it clean. Stay on topic. No spam.

You can use these tags:
<a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

This is a Gravatar-enabled weblog. To get your own globally-recognized-avatar, please register at Gravatar.