Children’s Hour: Ketika Lesbian (Masih) Dianggap Aib
Oleh: Alex
http://rahasiabulan.blogspot.com
The Children’s Hour adalah film klasik Amerika buatan tahun 1961 yang pada zamannya boleh dibilang sebagai film kontroversial. Audrey Hepburn dan Shirley McLaine berperan sebagai Karen Wright dan Martha Dobie yang menjadi kepala sekolah dan guru di sekolah asrama khusus putri. Akibat tuduhan bohong salah seorang anak perempuan bernama Mary Tilford yang nakal, pembangkang, dan pembohong, Karen dan Martha dituduh menjalin “kedekatan yang tidak alami”.
Tidak penting apakah Karen dan Martha menjalin hubungan asmara atau tidak, namun tuduhan itu telanjur menyebar dan merusak nama baik dan karier mereka, bahkan merusak hubungan Karen dengan tunangannya Dr. Joe Cardin (James Wagner). Sepanjang film tidak ada satu pun kata “lesbian” yang terlontar. Maklumlah, kata “lesbian” masihlah tabu dan dianggap aib zaman itu.
Isu lesbian yang tabu itu membuat film ini jadi punya sejarah panjang. Sebenarnya The Children’s Hour merupakan naskah drama karya Lillian Hellman yang dibuat tahun 1934, dan sempat masuk nominasi Pulitzer. Isu kontroversial itu pula yang menyebabkannya diganjal di Pulitzer dan pertunjukan teater The Chidren’s Hour dilarang tampil di Boston, London, dan Chicago, namun menjadi pertunjukan yang memecahkan rekor dengan tampil 691 kali secara berturut-turut di New York.
Naskah ini pernah dilayarlebarkan pada tahun 1936 dengan judul These Three, namun isi filmnya dirombak habis-habisan dengan menghapus unsur lesbian agar bisa memenuhi syarat sensor Hollywood Production Code pada masa itu. Barulah seperempat abad kemudian, The Children’s Hour bisa kembali diangkat ke layar lebar seutuh-utuhnya. Hebatnya These Three dan The Children’s Hour disutradarai oleh sutradara yang sama yaitu William Wyler dan skenario adaptasi kedua film ditulis Lillian Hellman sendiri, yang membuktikan kompromi dan kesabaran kadang-kadang memiliki hikmahnya sendiri.
Audrey Hepburn dan Shirley McLaine tampil luar biasa dengan akting tanpa cela dalam dialog-dialog penuh perasaan di film hitam-putih ini. Saya bisa berkali-kali menonton adegan “pengakuan” Martha yang diperankan Shirley McLaine dan tetap terpukau setiap kali melihatnya. Berikut cuplikan dialognya:
Jarang orang mengingat Audrey Hepburn di film ini, karena orang lebih mengingatnya sebagai Holly Golightly di Breakfast at Tiffany’s yang dirilis pada tahun yang sama. Dan perannya sebagai Holly itulah yang membuahkannya nominasi Oscar untuk aktris terbaik, bukan di film ini. Shirley McLaine—yang masih bisa kita saksikan kepiawaian aktingnya pada usia lebih dari 70 tahun sekarang ini—mendapat nominasi Golden Globe tahun 1962 untuk aktris terbaik dalam film ini. The Children’s Hour memperoleh 3 nominasi Golden Globe namun tidak memenangkan satu piala pun. Film ini termasuk film “gagal” karena sepinya penonton yang datang ke bioskop untuk menyaksikannya.
Karen: Stop it, Martha! Stop this crazy talk!
Martha: You’re afraid of hearing it, but I’m more afraid than you.
Karen: I won’t listen to you!
Martha: No! You’ve got to know. I’ve got to tell you. I can’t keep it to myself any longer. I’m guilty!
Karen: You’re guilty of nothing!
Martha: I’ve been telling myself that since the night I heard the child say it. I lie in bed night after night praying that it isn’t true. But I know about it now. It’s there. I don’t know how, I don’t know why. But I did love you! I do love you! I resented your plans to marry. Maybe because I wanted you. Maybe I’ve wanted you all these years. I couldn’t call it by name before, but maybe it’s been there since I first knew you.
Konon, The Children’s Hour terinspirasi dari kisah nyata yang terjadi di Skotlandia pada tahun 1810, tentang kepala sekolah yang dituduh menjalin kedekatan yang tidak wajar dengan sesama guru perempuan, namun belakangan terbukti itu hanyalah fitnah dari murid yang tidak senang pada mereka. The Children’s Hour adalah film yang memperlihatkan betapa dahsyatnya kekuatan fitnah dan tuduhan bohong dalam merusak hidup seseorang. Dan dalam hal ini lesbianisme dijadikan dasar fitnah. Seabad lebih berlalu, namun kisah dalam film ini jelas masih relevan sampai sekarang, selama homoseksual masih dipandang sebagai sesuatu yang dianggap aib.
@Alex, SepociKopi, 2007
gambar: www.wikipedia.org











Ini kayaknya ada cuplikannya di If these walls could talk 2, yang cerita pertama, yang mereka pas dibioskop itu lho.. tapi ga tau ini bukan filmnya
betul, film ini emang ada cuplikannya di If These Walls Could Talk 2, pas cerita 2 nenek2 itu nonton bioskop.
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Mei ini adalah bulan yang sarat dengan perenungan atas hari besar perayaan Pendidikan Nasional dan Kebangkitan Nasional. Bertanyalah pada diri masing-masing: apa arti pendidikan? Apa arti kebangkitan? Dua elemen ini jika digabung, maka akan menjadi dua kata yang dasyat sekali: kebangkitan pendidikan. Jika pendidikan adalah hal yang sangat esensial untuk masa depan, maka apa fungsinya bagi kebangkitan lesbian?
Lesbian, era sekarang adalah era digital. Perubahan sistem pembelajaran dan pendidikan bergeser mengikuti teknologi yang terus bergerak. Demikian juga kesadaran akan penerimaan diri bagi kaum lesbian. Dulu, tubuh lemas dan tak memiliki kekuatan, kini tubuh perlahan-lahan mendapat asupan gizi sehingga menjadi kuat dan sanggup berdiri.
Lesbian, mari bangkitkan diri. Mari hilangkan rasa ketakutan, kesedihan, inferioritas, ketakberdayaan, dan seluruh perilaku negatif yang ujung-ujungnya akan menyeret lesbian menuju kehancuran masa depan. Tidak ada yang tidak mungkin bagi kaum lesbian untuk berdamai dan berbahagia. Kuatkan hati, raih mimpi, teruskan perjuangan. Peluk cium untuk segenap pembaca setia SepociKopi.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com