About a Girl
Oleh: Cassey
Suatu hari aku mendapat SMS dari seorang kenalan yang ingin memperkenalkan aku pada sahabatnya. Aku pikir tidak ada salahnya. Sebagai orang Timur, kerap aku tidak bisa berkata “tidak”. Tidak lama sesudahnya aku mendapat SMS dari “teman baru” tersebut, katakanlah namanya Helen. Dari kata-kata di SMS-nya, dia cerdas dan bersahabat. Tentu tidak sungkan mulai menanyakan statusku. Statusku bisa floating atau sinking. Aku bukan anak remaja kemarin sore yang baru kenal dunia lesbian walaupun aku tidak sepopuler lesbian yang proud and loud. Dan bintangku mengatakan aku terlalu curious untuk tidak bertanya, “Seperti apa sih Helen ini?” Sejak mula sudah kukatakan aku adalah flirt sejati. Dan Anda tahu dong apa maksudnya? “Jangan coba merayu aku, sebab aku sudah cukup pintar merayu.” Ngerti?
Jadilah kami janji bertemu di salah satu mal untuk makan malam. Seperti biasa aku memilih tempat di mana aku bisa makan dengan tenang. Kami bertemu di lobi utama setelah asyik saling menelepon karena tidak mengenal wajah. Proses alami copy darat.
Singkat kata, kamu ngobrol ke sana kemari. Helen ternyata penyuka wanita “dewasa” alias setengah baya! Pernah berkencan lama dengan wanita yang hot, matang dan ck ck ck cantiknya tidak ketulungan (pheww….). Entah apa sebabnya putus, daya ingatku yang mulai melemah sebab aku memang sudah setengah baya sehingga tidak sanggup menahan beban informasi begitu banyak. Aku cenderung melupakan hal yang tidak ingin kuingat. Curhat, sharing, dan semacamnya berjalan sempurna. Aku tidak punya persepsi apa-apa. Selain aku bukan orang yang suka men-judge seseorang dari penampilan fisik maupun bahasa, aku terlalu asyik dengan udang mabukku yang kelihatannya teler sekali. Boleh jadi Helen menganggap aku sedang tebar pesona. Kadang-kadang makan udang mabuk mungkin memang memesona. Entah di mana relevansinya.
Setelah pertemuan pertama, SMS semakin gencar, dan ya ampun dia mulai menawarkan satu malam romantis! One free of charge night stand, anywhere you want. Aku semakin penasaran. Apa yang membuat seorang Helen semakin tinggi hati dan pede? Permainan naik ke tingkat yang semakin tinggi. Layaknya perawan yang bertemu Casanova, aku yang kata sahabatku bokis, semakin jinak-jinak merpati.
Aku dan sahabatku yang ikutan sok ingin lebih tahu kehidupan lesbian mengajak Helen (yang berarti pertemuan kedua dengannya) dan beberapa sahabat lain untuk bertemu. Setelah makan malam yang berakhir cepat dan praktis, kami mengundang teman-teman untuk hangout sejenak di rumah sahabatku. Acara nonton DVD ramai-ramai. Karena ruangan sangat sempit dan sofa terbatas, aku duduk di lantai berkarpet bersama beberapa yang lain. Helen kita yang superagresif duduk di sofa belakangku dan membelai kepalaku. Aduh, Mak, aku segera pindah dengan menahan nafsuku untuk berteriak, “I am abused.”
Sehabis acara nonton yang tidak asyik itu mereka pamit pulang dan sebagai tuan rumah yang baik aku mengantarkan sampai ke tempat parkir. Helen yang sepertinya horny berat itu membisikkan bahwa tawarannya masih berlaku. Aku benar-benar nyengir seperti kuda. Mungkinkah mimik seperti nyengir kuda bisa memberi isyarat yang menggoda atau seksi? Suatu penanganan yang sangat salah karena diri ini masih shock atas keberaniannya. Bagiku penolakan harusnya bisa dibaca dari reaksi tubuh tanpa sikap kekerasan yang tidak perlu. Ternyata tidak semua orang bisa. Insiden ini mengajarkan padaku dan sahabatku untuk menyerah mencari sahabat lesbian. (Terima kasih kepada seluruh dewa alam semesta karena kepercayaanku dipulihkan dengan pertemuanku dengan Lakhsmi dan Alex, dan menyusul beberapa sahabat yang lain).
Helen dengan cepat kumaafkan dan persahabatan kami pun hanya sekadar SMS. Kali lain dia curhat mengenai seseorang yang dia taksir berat. Kali lain dia curhat tentang ex-nya yang superhot. Kali lain dia menelepon mempertanyakan kemisteriusanku dan sikap-sikapku. Helen masih tetap kuanggap sahabat. Helen timbul dan tenggelam seakan balon gas yang tertiup angin turun dan naik. Kali terakhir aku mengetahui Helen ternyata sahabat si anu dan anu yang memang sengaja datang memancing perhatianku. Helen yang ternyata bukan Helen.
Oh, dunia rumit ini… Kenapa kita membuatnya semakin rumit? Aku tidak ingin menghakimi. Aku sudah belajar untuk tidak memamerkan mimik dan berharap orang lain dapat membacanya. Pupus sudah sikap sok ingin tahuku yang kadang melewati batas. Bahkan mungkin aku tidak boleh makan udang mabuk agar tidak dianggap tebar pesona. Mungkin ini salahku karena aku ikut andil menciptakan seorang “Helen”. Helen yang manis, cerdas dan bersahabat yang meneriakkan namaku dengan sakit hati, yang aku pun tidak jelas apa penyebabnya. Helen yang bangga karena merasa telah mengetahui sedikit lebih banyak tentang aku yang orang lain tidak tahu. Aku yang bukan aku. Helen yang bukan Helen.
Gubrakk… aku terjatuh dari ranjang. Ternyata ini hanya mimpi. Mimpi yang begitu nyata sehingga aku merasa berdosa menghabiskan waktu Anda membacanya. Aku mengelus dada. Pheww… untung semua itu hanya mimpi. Semoga mimpi itu tetap hanya mimpi….
@Cassey, SepociKopi, 2007









tulisannya asik, hihihihi tapi kesel dah serius serius bacanya, jadi serius deh mikir sosok siapa itu di dunia nyata, kayaknya lumayan jumlahnya yang begitu, ah tapi pasti cuma dalam mimpi ya?
Ada, ada kok si “Helen” itu, alive and kickin’ hahaha…
keep up the good work
and keep on dreaming, watch the head kalau suatu waktu jatuh dari tempat tidur lagi
1. Semua cerita ada 2 sisi, tidak ada kebenaran absolut di dunia ini. Banyak improvisasinya nih, bagus kok, menunjukkan kreativitas
2. Orang hanya bisa marah kepada orang lain kalau orang lain itu benar2 “berarti”. Point is: Helen ngga “meneriakkan nama dengan sakit hati” karena memang keberadaan yang merasa diteriaki adalah a soft breeze in her life, sejuk dan menyenangkan tapi singkat dan easily forgettable
3. Anyway, awesome writing, Cassey
thanks atas ceritanya…walaupun saya bukan lesbian tapi saya sangat tertarik dengan cinta romantis pasangan lesbian
makin penasaran dng sosok seorang cassey
Leave your response!
Esensi Espresso
Lesbian, bulan Februari yang beraroma romantis mulai tampak. Apakah cinta? Pada hubungan percintaan lesbian yang tak bisa terikat dalam landasan pernikahan, banyak lesbian yang terjatuh pada kebingungan, ketakutan, dan ketidakpastian. Di mana pegangan untuk masa depan?
Lesbian, cinta bagi pasangan lesbian tentu membutuhkan perjuangan keras agar hubungan jangka panjang bisa terjadi. Banyak tantangannya dalam berkomitmen, misalnya kesetiaan, finansial, keluarga, perbedaan, dan lain-lain. Bisakah kita menjalaninya? Berapa lama pasangan lesbian bisa bertahan? Konon ada yang mengatakan bahwa usia pasangan lesbian tak bakal melewati satu tahun. Ah, tentu tidak benar!
Lesbian, untuk menjadi pasangan yang langgeng sampai nenek-nenek, kita bisa belajar dari teman-teman lesbian yang lain yang sudah bersama selama bertahun-tahun. Delapan tahun? Dua belas tahun? Lima belas tahun? Dua puluh tahun? Bisakah kita mencuri kebijaksaan mereka dan mengaplikasikannya ke dalam kehidupan percintaan agar kita pun bisa berbahagia dengan pasangan sampai nenek-nenek? Pastinya dong! Selamat merayakan cinta dalam arti yang sepenuh-penuhnya. Peluk cium untuk segenap pembaca SepociKopi tersayang.
Kategori
Visitor Number:
Arsip SepociKopi
Sedang Online
Senggolan Sepocikopi
Stop Press!
Kami mempersembahan kaos SepociKopi yang bakal keren dipakai dalam berbagai acara.
Silakan pilih dan unduh sendiri desainnya, lalu kamu sablon sendiri di kaos warna favoritmu.
Satu desain pasti tidak cukup, dua juga pasti nggak... semuanya saja! Tenang kok, kaosnya sangat lesbian-friendly dan hetero-friendly, jadi nggak bakal ketahuan! Kalau ketemu sesama teman yang juga mengenakan kaos ini, cukup saling melirik penuh arti. Kodenya udah udah dipatenkan di kepala masing-masing bo!
Salam SepociKopi!
Tags
Pembelian Online:
www.gramediashop.com
www.gramediaonline.com
Friendly Reminder
Situs ini adalah situs lesbian nonprofit. Untuk 18 tahun ke atas. Harap keluar dari situs ini jika Anda masih di bawah umur.
Most Commented
www.facebook.com/sepocikopi
www.twitter.com/sepocikopi
Twitter Buttons
Most Viewed
Recent Comments