Unidentified Flying Object
Oleh: Ade Rain
Aku hampir tak percaya ketika suatu hari menerima e-mail kagetan. E-mail itu mengundangku dengan ucapan sangat hangat untuk bergabung dalam milis. Sudah lama aku tak ingin mengikuti milis. Sejak suatu kali aku dianjurkan bertaubat dalam satu milis, aku memang sibuk melakukan ritual pengampunan. Aku mulai mengumpat pada diriku yang lagi-lagi tergoda untuk masuk dan melihat ada apa di dalamnya.
Seragam milis yang satu ini agak unik dan bersahaja. Kok sepertinya universal, sangat welcome, tapi tujuannya yang sangat utopis itulah yang menarik hatiku. Sangat muluk tapi apa mungkin menggapai semua ibu yang bernasib sama seperti diriku?
1. Ibu yang dianggap uzur oleh anak-anak single les, berapa banyak di antaranya yang hobi membuka internet?
2. Berapa banyak dari mereka yang hobi membaca?
3. Siapa yang punya waktu untuk browsing iseng mencari tempat-tempat seperti Jejak Artermis?
Plak! Buktinya saja mereka menemukanku dan mengajakku bergabung. Kenapa aku jadi reaksioner menentang kemungkinan-kemungkinannya?
Aku dan kekasihku yang sejak lama merasa lesbian menikah merupakan sosok Unidentified Flying Object. Jadi wajar kalau aku sedikit kaget saat tahu ada habitat UFO lain di jagat raya ini. Ketika kulihat situs itu, aku seperti menemukan warung hidup yang isi pekarangannya ditanami berbagai macam tanaman obat, malah ada sayurannya yang bisa dimanfaatkan sebagai lauk setiap hari.
Melakukan keseharian, mengajari anak-anak muda memakai adobe premiere, canopus pro coder2 cut to cut membuat footage, mencoret-coret movie script, membahasnya di depan forum, mengirim file, membaca semua fakta, mencicipi setiap potongan gambar yang diambil anak-anak, menentukan feature yang menyentuh perasaan, memerhatikan detail tempat kejadian perkara, menemani anakku makan siang, memerhatikannya membuat PR, mengobrol dengan suami tentang topik media cetak, semuanya menjadi lebih enak sejak hari itu.
“Beb, hampir satu minggu, aku masih dengan tak percaya menerima pancaran elektron positif kebersamaan yang mereka miliki.”
Patner yang supersibuk di ruangannya yang penuh dengan sejuta peraturan di lantai 17, hanya mengangguk-angguk ketika kuceritakan soal Jejak Artemis.
Aku bilang padanya aku ingin menjadi ahli filologi ibu-ibu les, mempelajari kebudayaannya melalui naskah-naskah tertulis sastra mereka. Kekasihku yang berhidung bengkok malah tertawa selebar lapangan sepak bola tanpa mengeluarkan komentar apa pun.
“Iya… iya, buat saja kalau memang punya waktu.”
Pasanganku terus tersenyum membiarkanku tenggelam dengan buku-bukunya yang kubolak-balik, sambil terus mengisi time sheet agar bisa segera pulang bersamaku.
Ketika memasuki lift dan meninggalkan ruangannya, ia berbisik kecil, ”Hun, kamu sadar kan kita ini unidentified flying object, jangan aneh-aneh, kita sudah sepakat untuk tidak mengikuti mainstream kebanyakan teman-teman yang ekstrem melakukan sesuatu agar bisa diterima masyarakat.”
“Kamu udah lihat e-mailku atau Jejak Artemis belum, Beb?”
“Belum sempat, tapi kan kamu sudah cerita banyak.”
“Ah, pantes.”
“Sudahlah toh sejak dulu kita sudah sepakat, menjadi yang baik-baik bagi keluarga kita. Mengajarkan pada anak kita bahwa keluarga yang ideal itu ada bapak, ibu, dan anak. Dan mengajarkan pada mereka ibu, ibu dan anak, atau bapak-bapak anak, itu kondisi keluarga UFO yang keadaannya di luar kebiasaan.”
Lampu jalanan di Sudirman berkelap-kelip, sepasang UFO merangsek ke dalam jeep, meninggalkan deretan pepohonan hijau pembatas jalan, padanganku melihat ke mobil di sebelah kanan dan kiri. Di belakang bahu pak sopir, diam-diam tanganku digenggam hangat oleh kekasih yang kelelahan bekerja hingga tengah malam. Aku menikmati enzim-enzim damai, dan mengurainya dalam gelombang listrik, membisu kemudian mengarah pada wajahnya yang diam memandangiku penuh cinta di antara sorotan sinar.
Kubiarkan Al menatapku, berbisik padanya, “Beb… if you have time, please have a look for the website just for a while, you can have over view about the people inside, there are some UFOs among them.”
End of Pebruary 2007














Leave your response!