Intrakseksual adalah manusia yang memiliki kelamin ganda. Secara fisik, terkadang kelamin ganda itu terlihat, terkadang hanya tampak satu saja. Adakah lesbian yang merasa memiliki kelamin ganda? Dengarkan kisah sahabt lesbian kita, Ardita, yang mengaku memiliki pasangan intraseksual.
Read the full story »
Oleh: Tya Andriani
“Saya kesepian. Kenalan dong.”
Selalu ada kata-kata “kesepian” dan ajakan “kenalan” di nyaris semua Facebook atau situs lesbian. Menurut kakak-kakak redaksi SepociKopi, Guestbook, komentar, mention Twitter, dan wall Facebook SepociKopi juga dihajar oleh puluhan (atau ratusan?) lesbian yang mengatakan kesepian dan mengajak kenalan. Menurut SepociKopi, media ini memiliki aturan main bagi setiap postingan, sehingga pesan-pesan “kesepian” dan “kenalan” itu sebagian dihapus jika tidak sesuai dengan rules dan regulation SepociKopi.
Oleh: Z. Lang
Baru saja aku menempelkan satu keping kristal amorf pada sebuah bingkai yang menempel di dinding kamarku. Sekeping kristal yang tertinggal saat aku menyeruput habis satu cangkir rainmoccachiano. Satu persatu, kulengkapi bingkai itu dengan keping yang kutemukan di tiap lorong waktu. Aku ingin memiliki sebuah cermin jernih di kamarku yang kosong. Aku ingin bisa melihat jelas paras dan tubuhku.
Oleh: Lo
Ada satu filosofi yang kusuka tentang lilin. Dunia telah memberi sosok-sosok lilin yang setia menerangi sekelilingnya, sekali pun api perlahan akan menghabisinya. Bagi mereka yang hidup dalam terang, lilin tak begitu berarti. Tapi bagi hening dan gelapnya malam, lilin menjadi hadiah tak terkira.
Oleh: Appu
Pada awal tahun, teman saya, seorang perempuan heteroseksual yang gay-friendly, bercerita tentang keluh-kesah sahabat gaynya. Sahabatnya berkata bahwa ia memutuskan untuk berhenti berkomentar di beberapa forum gay Indonesia di dunia maya. Capek, jelasnya, karena di antara kaum homoseksual sendiri terdapat perbedaan pandangan-pandangan yang justru saling menjatuhkan.
Oleh: Nuha Guwa
Gue punya pacar cowok tapi sering berfantasi ciuman dengan cewek. Saya baru sadar saya lesbian setelah saya punya dua anak. Katanya kelesbianan bisa dicegah, tapi tak bisa diobati benar nggak sih? Ada yang punya pertanyaan yang sama dengan pernyataan teman lesbian yang masuk ke e-mail redaksi SepociKopi itu? Berapa usiamu ketika menyadari dirimu lesbian? Apakah usia mempunya faktor signifikan terhadap homoseksualitas?
Konon usia dalam stigma yang ada memiliki pengaruh luas terhadap berbagai aspek kehidupan. Umur juga merupakan salah satu indikator penting dalam mengukur tingkat pendidikan, kinerja di perusahaan, kesehatan, …
Oleh: Edith
…Bahkan ketika kamu adalah seorang homoseksual, kamu tidak punya hak untuk mengklaim seseorang itu berkecenderungan atau bahkan seorang homoseksual atau bukan…
Saya benar-benar kesal dengan orang yang dengan mudahnya mengatakan bahwa seseorang punya indikasi menjadi homoseksual, hanya karena ia sudah berinteraksi dengan komunitas lesbian dan gay. Bagi saya, tidak ada yang layak untuk mempublikasikan, menebak-nebak, mendeklarasikan orientasi seksual atau identitas gender seseorang kecuali dianya sendiri.
Ini terjadi pada seorang teman dari Solo. Dia berencana mengadakan kegiatan bertema tentang homoseksual dan dia merasa sangat tidak nyaman ketika seorang lesbian yang seharusnya sudah …
Lara Lana
Oleh: Dewi Dee Lestari
Cerpen ini dimuat di kumpulan cerita dan prosa Filosofi Kopi (Gagas Media, 2005)
Sederet angka mencuat dari kertas putih, menusuk mata Lana. Ada sebersih takjub juga ngeri. Seberantak angka yang susah dihafal mampu membongkar kenangan usang dan memberinya makna baru. Dia yang baru. Aku yang usang.
Ruang tunggu selalu memancing dilema dalam hatinya, tapi tidak pernah seperti ini. Lana betul-betul tergerak untuk menelepon. Mungkin karena Lana sudah tak yakin kapan akan kembali, akankah dirinya kembali.
Lana memencet empat angka pertama dari sepuluh digit yang tertera. Dadanya berdegup kencang sampai …
Oleh: Arie Gere
Kataku suatu hari, “Bagaimana kalau aku setuju menulis untuk Camilan?”
Kata Alex dengan serius, “Mau ke mana pun dan di mana pun, tulisanmu akan kutagih terus.”
Dialog di atas mungkin bukan hal baru di SepociKopi, tapi menjadi hal baru bagiku karena tulisanku untuk Camilan harus muncul dua kali seminggu. Agak berbeda dengan tulisan-tulisan tunggal lainnya, menulis di Camilan kali ini merupakan episode berantai yang harus dipelototi setiap hari. Benar-benar setiap hari! Sebab, tulisan selanjutnya adalah awal dari tulisan seterusnya. Bagaimana kalau koneksi internet ngadat? Satu tulisan yang macet akan berantai …